
Chapter 113. AREA BAWAH TANAH BERGEJOLAK.
\=
Dion dan Alda tidak bisa berkomentar lagi, jika pakaian itu menurut mereka bagus ya sudah keduanya tidak akan berkomentar.
Hana segera melakukan persiapan, dia melengkapi dengan peralatan lan! Yang paling favorit Hana adalah belati besar sehingga dia langsung menyelipkan di rompi kecil tepatnya di bagian punggungnya.
Saat menyelipkan belati itu, karena mengangkat kedua tangannya sehingga membusungkan dadanya! Pada saat itu Alda melihat ke arahnya dia juga sesaat melirik ke arah Alda lalu sadar dengan posisi itu dadanya terlihat begitu membusung ke depan.
Seketika wajah Hana memerah, akhirnya dia hanya bisa menunduk! Sibuk melakukan persiapan lainnya.
Alda hanya tertegun sesaat, lalu dia sibuk juga melakukan persiapan lainnya! Karena sekarang akan melawan lebih banyak orang.
*
Penyerangan kelompok Beruang Hitam kepada kelompok kalajengking merah membuat area bawah tanah bergejolak! Karena dua divisi utama langsung melakukan pergerakan besar-besaran.
Mereka mencari orang-orang yang tadi menyerang Jaka dan kelompok lemah milik kalajengking merah.
Kini sudah malam, suasana di kota Mako langsung mendukung! Kilat tajam bergemerlap di langit kota Mako.
Tidak terasa tengah malam tiba begitu cepat, hujan rintik-rintik turun dari langit kota Mako! Karena ini kota pesisir sehingga intensitas curah hujan tinggi kadang-kadang cuaca tidak menentu.
Yang tadinya cerah juga bisa langsung hujan mendadak, seperti sekarang ini! Tadi terang langsung mendukung dan hujan rintik-rintik seketika sekarang hujan lebat datang.
Gerry dan beberapa pemimpin divisi ada di Club Champions! Mereka di sini untuk memantau keadaan, petinggi ini berpikir ini adalah masalah ringan hanya kelompok Beruang Hitam yang baru, apa sulitnya di hancurkan kembali.
Namun mereka tidak tahu apa yang sebenarnya mereka hadapi! Kekuatan yang menghancurkan 3 divisi serang sekaligus, jika saja mereka tahu, tidak akan meremehkan sedikit pun.
Namun takdir berkata lain, jika sesuatu hal akan runtuh mereka yang ada di sana tidak menyadari itu! Karena mereka percaya secara mutlak dengan kekuatan yang di miliknya.
Gerry berdiri di jendela besar, hujan lebat di depannya sangat mempengaruhi saat ini! Dia memandang ke kejauhan.
Pikiran saat ini melayang! Dia sedang memikirkan kejadian 10 tahun lalu, pertempuran berdarah kelompok Beruang Hitam yang hebat yang di pimpin oleh ketua Luis dan tangan kanannya Jo langsung berputar.
Kejadian kala itu juga sama hujan lebat turun semalaman! Sehingga tangan kanan Luis, Jo bisa lolos dari pengejaran kelompok kalajengking merah.
"Bagiamana aku mengingat kejadian itu?" Keluh Gerry.
Dia berucap seperti itu agar kembali fokus, padahal dari dulu dia juga selalu ingin dengan kejadian itu! Apa lagi mendengar ancaman Jo saat itu.
__ADS_1
Bahwa kelompok Beruang Hitam akan kembali untuk membalas dendam, namun dia tidak memikirkan saat itu.
Tapi setelah ada kemunculan dari kelompok Beruang Hitam, dia ingat kembali ancaman dari Jo itu.
"Sial...!" Gerry langsung menjerit.
"Ketua ada apa?" Ucap pemimpin divisi 6.
Dia sebagai intelejen di kelompok kalajengking merah selalu di markas! Namun informasi yang dia dapatkan paling banyak, karena dia adalah sumber informasi.
"Tidak ada...! Apa ada kabar dari divisi pertama maupun divisi kedua?" Tanya Gerry.
"Tidak ada tuan, mereka mengabarkan bahwa orang-orang yang mengaku kelompok Beruang Hitam itu hilang entah kemana!" Jawab pemimpin divisi 6.
"Baiklah aku aku paham, terus kejar mereka meskipun mereka semua keluar dari kota Mako sekalipun!" Ucap Gerry.
Dia yakin, orang-orang ini adalah sisa dari kelompok Beruang Hitam 10. Tahun yang lalu yang lolos dari kejaran mereka.
Setiap Club malam, lalu bar, tempat hiburan, kasino bahkan tempat prostitusi di gledah oleh kelompok kalajengking merah.
Namun uang mereka tidak tahu, kelompok Beruang Hitam berkumpul di gudang gedung utama Grup Brighton! Karena menurut Dion ini sangat bagus untuk markas baru.
Karena di sini adalah tempat legal sehingga tidak akan di geladak oleh para mafia bawah tanah.
*
Mobil off-road besar datang dengan cepat lalu masuk ke parkiran bawah tanah gedung perkantoran utama Grup Brighton.
Dion yang membawa mobil itu langsung menuju ke arah gudang! Karena gudang itu memeng terletak di lantai parkir bawah tanah.
Setelah sampai, keempatnya turun! Ada 50 orang yang ada di sana dengan pakaian hitam dan mengesankan.
Saat Dion turun dan mendatangi mereka, 50 orang itu langsung berteriak.
"Ketu Dion! Kami siap menjalankan tugas!" Ucapan itu bergema di gudang bawah tanah.
Gudang itu besar, sehingga menampung 50 orang terlihat masih sangat luas.
"Bagus, hari ini kelompok kalajengking merah harus musnah!" Ucap Dion keras.
"Siap...!" Jawab mereka semua lantang.
__ADS_1
"Kalian tahu apa harus di lakukan, sekarang kelompok kalajengking merah sedang menyusuri kota Mako." Ucap Dion dengan lenteng.
"Mengerti ketua!" Jawab mereka semua hampir serempak.
"Brogi, kamu pimpin mereka semua! Jalanan rencana ketua Dion, jika menemui masalah hubungi aku." Paman Jo yang berdiri di pinggir menambahkan instruksi.
Jhonatan Brighton melirik empat orang pemuda di depannya, dia tahu bahwa kelompok kalajengking merah akan musnah malam ini.
Melihat apa yang di bawa keempatnya, mata Jhonatan Brighton yang sudah banyak melihat cara kotor di dunia ini langsung tahu, bahwa mereka akan langsung mengeksekusi lawan tanpa banyak bicara.
Apa lagi dari aura Alda dan yang lainnya! Paman Jo merasa aura yang menekan dan tekad yang kuat, dia juga baru pertama kali melihat Dion yang sangat mengesankan.
Sekilas melihat Dion, Jhonatan Brighton seperti melihat Lusi Narendra saat masih muda.
Dia langsung ingat, sebelum saat bertemu dengan Luis dia juga orang yang arogan dan kasar! Namun hanya sekali gerakan dia langsung tumbang.
Setelah kejadian itu, Jhonatan Brighton mengagumi Luis Narendra dari lubuk hatinya.
Saat dia sadar dari bayangan masa lalu! Deru mobil milik Dion sudah keluar dari parkiran bawah tanah gedung perkantoran Grup Brighton.
Mobil hitam pekat itu langsung meraung keras menuju di mana Gerry dan petinggi kelompok kalajengking merah berada.
Brogi langsung membawa semua orang untuk bergerak, kelompok itu di bagi ke dua kelompok menuju orang-orang yang akan mereka basmi.
Kesempatan yang sangat bagus, karena kelompok kalajengking merah sedang di pecah untuk menyusuri kota Mako! 50 orang ini juga warga lokal sehingga langsung paham awah pergerakan mereka.
Apa lagi di bimbing oleh Jhonatan Brighton mengarahkan dari sini untuk melakukan penyergapan.
Setelah semua orang pergi, Jhonatan Brighton dan Rizal berdiri di kantor direktur Grup Brighton.
"Rizal, arahkan orang-orang ini ke kelompok yang paling lemah! Sisanya biarkan ketua Dion dan tuan Alda yang menanganinya!" Ucap paman Jo sambil memandang hujan lebat di luar sana.
Malam ini bau bubuk mesiu tercium di atas kota Mako! Kilat bergemerlap di langit yang memperlihatkan derasnya hujan malam ini lalu di susul gemuruh yang tinggi.
\=
\=
Hari ini update 4 chapter nih! Ganti kemarin, karena kemarin hanya update 1 chapter selama dua hari.
Terimakasih untuk dukung terus novel ini, dengan like dan komentar! Vote juga 🙏
__ADS_1
...