
Chapter 095. JATAH DI MUKA.
\=
Hari sudah menjelang malam.
Di kota Mako suasana masih sangat ramai, kota ini seperti tidak pernah tidur! Setelah pekerjaan kantoran bubar di tiap-tiap Club malam dan kasino langsung di padati oleh orang-orang yang hadir dari berbagai kalangan.
Karena di sini kasino di legalkan! Sehingga banyak para bandar besar dari luar negeri banyak yang mempraktikkan pencucian uang di kota Mako.
Di sini sangat sulit bagi penegak hukum maupun biro pajak untuk bergerak, karena jika ada pelanggan mereka hanya mengandalkan kekayaan mereka untuk di jadikan denda sehingga lolos dari jerat hukum.
Di karenakan pengaruh negara tetangga cukup kuat, sehingga pergerakan dari departemen hukum yang berwenang dari negara Trukotan lebih kecil.
Di dalam Club malam Wida menangis di pelukan Bara.
"Sayang, aku di pecat karena membocorkan rahasia perusahaan kepada mu! Apa yang harus aku lakukan sekarang?" Air mata terus menetes dari mata bening Wida.
Dia benar-benar tipe wanita yang pandai merayu! Bahkan bisa memanfaatkan bentuk tubuhnya yang sangat sensual! Sambil menangis di pelukan Bara dia sambil menggosok tubuhnya ke dalam tubuh Baba, sehingga meskipun Bara tidak terlalu serius dengan Wida, dia juga akan terangsang.
Akhirnya sebagai laki-laki, bara langsung menegang! Bahkan kejantanan dia memberontak.
"Sayang tenang lah! Aka aku usahakan kamu bisa mendapatkan tempat di Grup Champion Ship, aku yakin jika aku berbicara maka bos akan mempertimbangkan itu." Jawab Bara menghibur.
Sebenarnya dia bukan hanya menghibur, dia ingin sekaligus merayu Wida! Meskipun Wida tidak terlalu cantik seperti dewi yang turun dari langit.
Namun karena bisa berhias dan menonjolkan pesonanya, dia tidak kalah dengan artis papan atas.
"Sayang terimakasih..!" Ucap Wida sedikit menja lalu mencium pipi Bara.
Bara yang mendapatkan sensasi seperti itu, langsung menegang! Matanya menatap tajam ke tubuh Wida yang sangat menggoda.
"Sepertinya aku di pecat di sebabkan oleh si ****** Luna! Karena dia masih terus bekerja di sana meskipun pernah bertemu kamu di restoran hot pot waktu itu.....!" Wida mencoba menjelaskan apa yang terjadi di dalam perusahaan Di Me Com kepada Bara.
Bara mendengarkan, setelah dia tahu kesimpulan itu akhirnya dia berucap.
"Wanita itu biarkan aku uang mengurus! Kamu tenang saja sayang!" Jawab Bara, dia terus menghibur Wida.
__ADS_1
Setelah keduanya mencapai kesepakatan, akhir Wida langsung menyerahkan tubuhnya ke Bara! Keduanya langsung pindah ke kamar yang langsung di pesan oleh Bara.
Malam ini keduanya menjalin dengan hal-hal panas! Bara meminta jatah di muka sebelum menjalankan apa yang Wida inginkan.
Besok bara akan kembali bertindak, meskipun dia tidak di tugaskan oleh atasannya namun dia sudah sangat geram dengan Luna, karena wanita ini dia mendapatkan teguran dari bos besar Grup Champion Ship.
Sehingga setelah Wida meminta bantuannya untuk menghadapi Luna, dia tidak ingin rugi besar! Jadi dia langsung meminta jatah di muka.
Bara memanfaatkan ini dengan sangat baik, meskipun dia tidak di mintai oleh Wida juga akan menghancurkan Luna.
Namun karena Wida meminta lebih dulu, sehingga dia meminta imbalan dengan layanan memuaskan dari Wida.
Bara sangat senang, karena Wida adalah wanita yang sangat ahli dalam hal memuaskan keinginan laki-laki, sehingga banyak orang yang tertarik kepadanya.
*
Alda masih sibuk di depan komputer, dia masih belum beranjak dari ruangan itu! Dia terus fokus, padahal dia sudah mengumpulkan banyak informasi penting tentang keluarga Button, namun dia masih belum puas.
Karena sudah malam, Alda akhirnya menyelesaikan pencarian yang dia lakukan.
Dia sudah lebih dari 6 jam berapa di depan komputer! Sehingga matanya merasa sedikit lelah, sebelum keluar dari kamar dia penasaran apa orang kepercayaan kakeknya membalas pesan dia atau tidak.
Akhirnya dia mengaktifkan ponsel jadulnya kembali, setelah aktif ada pesan balasan! Dia mengeklik pesan itu, seketika semua lampiran informasi halaman per halaman langsung terbuka.
Alda melihat ini cukup terkejut, karena menurutnya ponsel ini sangat jadul! Namun menerima banyak file sekaligus bisa sangat cepat sehingga membuat Alda heran.
Namun dia tidak memikirkan itu, yang dia fokuskan adalah informasi yang ada di dalam file itu.
Setelah membaca satu persatu, Alda heran dan mengerutkan keningnya! Dia sedari tadi mencari informasi ini, namun dia tidak bisa menemukan sama sekali.
Akhirnya setelah melihat ini dia tersenyum.
"Bram, ternyata kamu sekarang sangat hebat!" Gumam Alda.
Bram, adalah Bramantyo Button anak laki-laki dari keluarga cabang! Dia lebih tua dua tahun dari Alda, dia juga di kenal sangat berbakat! Namun karena sifatnya yang picik ada cukup banyak para tetua yang tidak suka.
Panggilan dari Alda adalah Bram! Dulunya keduanya sering bermain bareng saat kecil namun setelah beranjak dewasa Bram berubah karena di tanami hal-hal buruk dari paman maupun ayahnya yang mendukung dia menjadi pewaris berikutnya dari keluarga Button.
__ADS_1
Sehingga dia langsung memusuhi Alda! Namun sayangnya dia selalu kelah sedikit dalam segala bidang.
Melihat informasi Bram saat ini, Alda cukup terkejut! Karena dia sekarang sudah memegang banyak peran penting di keluarga Button! Bahkan perusahaan besar pecahan dari keluarga Button sudah mencapai 45% saham, milik dia pribadi! Bahkan nilai pasarnya perusahaan itu sudah mencapai 1 miliar dolar.
Yang Alda tidak percaya adalah, setengah dari mafia kita Katao di kuasai oleh Bramantyo Button ini.
"Ternyata selama aku bersembunyi kamu benar-benar mengumpulkan kekuatan itu kawan!" Ucap Alda setelah membaca keseluruhan dari informasi yang di kirim oleh Haris Hanaga.
Menurut Alda Informasi ini sangat penting, di tambah informasi tambahan yang dia peroleh dari pencarian yang dia lakukan tadi.
Setelah menimbang-nimbang, Alda hanya bisa mendesah pelan.
"Kekuatan yang aku miliki tidak seberapa sekarang! Sedangkan dia sangat mengerikan, aku harus bertambah kuat." Alda tidak yakin dengan kekuatan dia saat ini.
Meskipun dia dan Dion memiliki kekuatan tempur yang bagus! Namun untuk berurusan dengan keluarga Button tidak sesederhana itu.
Harus menggunakan kekuatan yang berpengaruh di negara! Maupun kekuatan yang bisa menyaingi kekuatan di ibu kota.
Setelah mempelajari banyak hal, Alda keluar dari kamar dan ruangan pribadi yang di tempati tadi.
Di luar sangat sepi! Rumah sebesar ini di huni oleh 4 orang dan hanya beberapa orang yang menjadi pelayan maupun satpam sehingga benar-benar sepi.
Alda membawa minuman bersoda dari dapur lalu pergi ke atap untuk menyegarkan pikiran.
Setelah meminum minuman yang bersoda dan merasakan terpaan angin pesisir pikiran Alda menjadi sedikit tentang.
Dia memandangi langit malam yang berbintang, dengan di suguhi oleh bulan yang belum bulat sempurna! Malam ini sunyi.
"Tuan Alda, anda sedang memikirkan apa?" Hana berjalan di samping Alda dengan menggunakan piama, lalu berhenti di samping Alda yang sedang berdiri memandangi gelap malam.
Alda melirik ke arah Hana, dia hampir menyemburkan minuman bersoda yang ada di mulutnya saat melihat tubuh Hana yang menerawang di balik piama yang cukup tipis.
Meskipun penerangan di sini cukup redup, namun itu benar-benar terlihat nyata.
\=
...
__ADS_1