Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
107 SENSASI MENYENANGKAN


__ADS_3

Chapter 107. SENSASI MENYENANGKAN.


\=


"Aaaahhhhkk..!" Jerit Reyes Dorman melengking.


Setelah itu dia tidak sadarkan diri! Karena merasa rasa sakit yang sangat besar, sehingga dia tidak kuat.


Biji kenari miliknya langsung pecah di injak oleh Hani! Orang-orang yang melihat keganasan Hani hanya bisa bergidik ngeri.


Hani mendengar jeritan kesakitan dari Reyes Dorman merasakan sensasi menyenangkan! Dia akhirnya merasa nyaman meskipun tadi hinaan Reyes Dorman begitu membuat dia marah.


"Rasakan itu! Di masa depan tidak akan ada lagi wanita yang akan menjadi korbannya." Ucap Hani.


Alda melihat itu mengerutkan keningnya, dia tadi sedang mencengkram leher seseorang namun melihat jeritan dan ucapan Hani dia langsung melepaskan.


Setelah melirik ke arah ************ Reyes Dorman, Alda seketika menutupi bagian itu juga. Seketika dia merasakan mules.


"Wanita yang berbahaya!" Keluh Alda.


Hana yang memang ada di dekat Alda, merasa tidak enak! Padahal yang bertindak adiknya namun mendengar ucapan Alda barusan dia seperti yang bersalah kepada Alda.


20 orang lain sebagainya mengerang kesakitan, sebagian lagi tidak sadarkan diri ada juga yang pura-pura tidak sadar pada mereka ketakutan terhadap ketiganya.


Bagaimana tidak takut! Pukulan mereka semua tidak ada yang mendarat satupun di tubuh Alda, Hana maupun Hani! Sedangkan mereka semua menderita kerugian besar.


"Baiklah, segera pergi dari sini!" Ucap Alda.


Dia berjalan, sedangkan Hana menyerat Hani karena Hani masih melampiaskan kekesalannya terhadap Reyes Dorman dengan terus memukul bagian apa saja di tubuh Reyes Dorman sehingga sekarang tidak berbentuk.


Bisa di pastikan Reyes Dorman akan menjadi laki-laki yang tidak berguna bagi wanita! Bahkan akan menginap di kamar rumah sakit beberapa bulan kedelapan.


Ketiga orang itu langsung menghilang di kerumunan! Setelah itu para pengawal yang tadi pingsan di buat-buat melihat ketiganya sudah berlalu.


Langsung bangun dan mengancam semua orang agar tutup mulut! Jika tidak akan berurusan dengan keluarga Dorman.


Karena mereka semuanya hanyalah orang kecil sehingga semua orang mengamuk setuju! Bahak tadi ada yang mereka kejadian itu saja langsung di hapus.


Alda, Hana dan Hani kini sudah berada di dalam mobil! Alda melirik ke sepion tengah dan melihat Hani yang kini sudah tenang dan anggun kembali.


"Wanita sadis! Kamu menghancurkan masa depan keluarga Dorman, aku yakin masalah ini akan berbuntut panjang." Ucap Alda.

__ADS_1


Ucapan wanita sadis membuat Hana tidak bisa bicara sementara waktu, sedangkan Hani hanya menunjukkan senyum canggung.


"Tuan Alda maaf jika tadi berlebihan!" Jawab Hani dengan senyum kecil.


"Taun Alda! Maaf telah membuat masalah baru kepada anda!" Ucap Hana sama-sama tidak enak.


"Tidak masalah! Cepat atau lambat memang kita akan bentrok dengan keluarga Dorman!" Jawab Alda sambil melambaikan tangannya.


"Tapi, tuan Alda! Ini di sebabkan oleh kami berdua." Ucap Hana sedikit menunduk.


"Tidak masalah..!" Jawab Alda singkat.


Karena Alda sudah merasa tidak masalah, Hani akhirnya mereka lega! Karena dia takut kakaknya akan menceramahi dia kembali dalam beberapa hari ke depan.


Akhirnya di dalam mobil itu hening, hanya suara deru mesin yang terdengar.


*


Baammm..!


"Bajingan siapa pelakunya?" Bentak Lori Dorman setelah menerima telfon tentang kejadian yang menimpa anaknya.


Padahal dia sedang berdiskusi dengan Gerry namun karena sangat emosi dia langsung lupa daratan! Gerry melirik Lori Dorman dengan heran.


Kini hanya tersisa 6 orang, wajah ke enam orang itu sangat layu! Dalam beberapa hari ini mereka mencari informasi tentang penyerangan misterius itu namun tidak ada hasilnya sehingga membuat mereka putus asa.


"Tuan Lori, ada kabar apa?" Tanya Gerry penasaran.


"Maaf tuan Gerry! Tuan-tuan sekalian, aku sangat emosi dan lupa keadaan, Reyes dan 20 pengawal keluarga Dorman di bantai orang di jalan." Ucap Lori Dorman dengan jujur.


"Apa ada korban jiwa?" Tanya salah satu pemimpin divisi.


"Tidak ada, hanya saja! Anak ku di buat koma, 12 orang patah kaki dan tangan! Sedangkan yang lainnya babak belur." Jawab Lori.


"Siapa pelakunya?" Gerry ingin tahu, seketika jantungnya berdetak kencang menunggu jawaban Lori Dorman.


"Tidak di ketahui...!" Ucap Lori Dorman dengan pasrah.


Brak...!


Gelas yang di pegang pemimpin divisi 6 langsung jatuh setelah mendengar jawaban dari Lori Dorman.

__ADS_1


"Ada apa?" Pemimpin divisi pertama bertanya.


"Aku curiga pelakunya adalah orang yang sama yang menyerang kelompok kita!" Pemimpin divisi 6 langsung mengungkapkan pikirannya.


"Bisa jadi!" Gerry juga setuju.


"Tuan Lori, apa benar tidak di ketahui?" Tanya Gerry kembali.


"Sebelumnya Reyes memiliki masalah sepele! Namun orang yang membuat masalah dalam beberapa hari terakhir menghilang bak di telan bumi, setelah mata-mata yang di perintahkan anak ku melihat orang itu Reyes langsung bergerak membawa 20 orang pengawal, namun semuanya di bantai dengan sekejap....!" Lori menyertakan persis yang di ceritakan oleh pengawal yang ikut bersama Reyes.


Namun versi Lori Dorman lebih lengkap! Karena dia tahu sedikit kronologi masalah anaknya, karena Reyes selalu berdiskusi dengan ayahnya itu.


Sehingga cerita itu lengkap! Namun bagi Gerry dan yang lainnya masih sedikit janggal karena tidak mengetahui siapa orang-orang itu.


"Di mana permasalahan remeh yang terjadi pertama kali?" Ucap pemimpin divisi 6.


Dia cukup cerdas, sehingga langsung menangkap intinya.


"Di showroom mobil Hutama showroom mobil terbesar di kota Mako..!" Jadwal Lori Dorman dengan jujur.


"Sial, di sana informasi sedikit sulit di cari!" Keluh pemimpin divisi ke 6.


Namun dia tetap mengeluarkan ponselnya, lalu menghubungi orang yang akan mengurus tentang pencarian ini! Dia tidak peduli meskipun harus membayar harga yang sangat mahal.


Karena menurut dia ini ada kesamaan kejadian dengan pemusnahan 4 divisi lainnya dari kelompok kalajengking merah! Sehingga jika benar maka dia akan membalaskan dendam rekan-rekannya.


Divisi dia yang bertanggung jawab atas infonya dan intelejen! Namun dengan penyerang itu dia tidak berdaya, sehingga setelah menemukan petunjuk kecil dia langsung bergegas.


Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya pemimpin divisi 6 tersenyum cerah.


"Apa ada petunjuk?" Tanya Gerry.


"Ada ketua, kita menggunakan uang sogokan banyak untuk mengungkapkan informasi tentang orang yang pernah berseteru dengan tuan muda Reyes kala itu." Jawabannya dengan yakin.


"Bagu...! Aku ingin meremukkan tulang mereka dan menggiling menjadi daging cincang lalu di berikan kepada anjing!" Ucap Lori Dorman sangat emosi.


"He-he-he tenang tuan Lori! Kita sebagai partner selalu saling membantu!" Jawab Gerry dengan tenang dan senyum samar.


Dia tidak mau rugi, setelah tahu berapa kerugian atas informasi ini akan dia limpahan kepada keluarga Dorman.


\=

__ADS_1


...


__ADS_2