
Chapter 152. ADITYA GRUP.
\=
Melihat Hana melarikan diri dari ruang makan, perasaan Alda menjadi tidak enak! Dia pikir karena ucapan dia sehingga Hana berlari menuju kamarnya.
Jika saja, orang-orang yang takut akan pembunuh bayaran internasional! Melihat orang yang selalu di takuti seperti pencuri kecil di depan Alda pasti mereka akan terkejut bukan main.
Apa lagi sesama rekan pembunuh bayaran, yang menduduki peringkat bersama Hana maupun Hani! Mereka juga akan terkejut dengan kelakuan Hana itu.
Tak lama kemudian Tama datang! Lalu Hana yang muncul kembali dengan pakaian lain, namun wajahnya masih tetap saja merah dan dia tidak banyak bicara.
Akhirnya sarapan pagi itu di mulai! Di sana hanya terdengar obrolan dari tiga orang yaitu Alda, Dion dan Tama.
Ketiganya mendiskusikan tentang berdirinya Grup Aditya! Karena semalam Tama sudah mengkonfirmasi ke kakeknya bahwa dia berhasil, sedangkan untuk mendirikan perusahaan akan di wakili oleh orang-orang Aditya Grup.
Karena Tama ke sini hanya membuka jalan saja! Untuk urusan selanjutnya utusan kakeknya yang melanjutkan.
*
Di kediaman keluarga Radcliffe.
Mananta Radcliffe dan anaknya Daniel Radcliffe juga sedang sarapan bertiga, namun istri dari Mananta Radcliffe hanya diam saja, sedangkan ayah dan anak itu terus membicarakan satu orang yaitu Alda.
"Ayah bagaimana penilaian ayah tenang tuan Alda?" Tanya Daniel Radcliffe.
"Dia anak anak muda yang sangat berbakat, namun bukan itu yang paling ayah ingin! Yang paling ayah ingin bahwa dia adalah sosok orang yang sangat berbahaya! Ayah bersyukur kamu membuat orang semengerikan itu berpihak di sisi kita, jika tidak ayah yakin bukan hanya keluarga Dorman yang hancur melainkan keluarga Radcliffe juga akan ikut terseret." Ucap Mananta Radcliffe setelah selesai mengunyah roti kukus di mulutnya.
"Ya aku juga berpikir demikian! Untung saja saat kita bertemu! Tuan Alda sedang di rendahkan oleh si bajingan Reyes itu, jika tidak aku tidak akan bisa mengenalnya seperti sekarang. Bedebah Reyes itu benar-benar membantu ku, he-he-he..!" Ucap Daniel Radcliffe dengan wajahnya yang terlihat bangga.
Padahal itu hanya mengenal orang, jika di ceritakan pengalaman ini kepada anak cucunya juga pasti di cemooh.
Saat keduanya sedang mengobrol asik, Daniel Radcliffe menerima panggilan telepon.
"Siapa?" Tanya Mananta Radcliffe penasaran.
"Orang kantor yah!" Jawab Daniel setelah itu dia mengusap layar untuk menjawab panggilan telepon itu.
__ADS_1
Mananta Radcliffe juga sedikit mengerutkan keningnya, karena dia tidak mengerti kenapa orang kantor menghubungi mereka begitu pagi.
Daniel Radcliffe tidak banyak bicara, dia hanya mengangguk tanda dia mencerna ucapan orang di seberang sana! Setelah beberapa menit akhirnya Daniel Radcliffe memutuskan sambungan telponnya.
"Apa yang di katakan?" Setelah selesai Mananta Radcliffe ingin segera tahu.
"Orang kantor bilang, bahwa Grup Aditya pusat di kota Westa menghubungi orang kantor! Katakan mereka akan mengirimkan perwakilannya untuk bekerja sama dengan kita siang ini." Daniel Radcliffe menjelaskan.
"Apa Grup Aditya, apa maksud mu Grup Aditya yang di bahas oleh tuan Tama teman dari tuan Alda?" Mananta Radcliffe terkejut.
"Ya itu, tadi orang kantor menjelaskan bahwa mereka sudah di perjalanan akan sampai pada siang ini."
"Benar-benar mengerikan! Ayah pikir proyek besar ini akan berjalan bulan depan atau awal tahun di tahun ini, ternyata sekarang benar-benar Grup yang mengerikan. Cepat periksa semua informasi yang bisa di akses dari Grup Aditya itu." Mananta Radcliffe langsung menginstruksikan kepada anaknya.
Sedangkan dia juga langsung sibuk membuka laptopnya! Sedangkan sarapan pagi ini benar-benar rusak.
Istri dari Mananta Radcliffe itu hanya bisa menghela nafas berat melihat ayah dan anak itu langsung sibuk setelah menerima panggilan telepon.
*
Setelah selesai sarapan, Tama langsung menyeret keduanya ke atap untuk berlatih! Sedangkan Hana yang melihat ini penasaran.
"Ayo, kita bertarung seperti biasa! Aku sangat menantikan momen ini, rasanya sudah sangat lama." Ucap Tama setelah sampai di atap.
"Kita sudah latihan! Kamu latihan saja sendiri." Jawab Alda.
"Ayok lah, kamu lawan kami berdua! Apa masih bisa menang seperti biasanya?" Tama sedikit memasak sambil menarik tangan Dion.
Akhirnya dua lawan satu itu siapa untuk bertarung! Alda hanya memandang kedua dengan tatapan tajam.
Melihat itu, Hana dan Hani sangat bersemangat! Sampai Hani berbisik pada kakaknya.
"Apa taun Alda benar-benar bisa melawan keduanya? Aku pikir dia jadi lebih sombong." Ucap Hani lirih.
"Apa yang kamu bilang, cepat kalian berdua ikut gabung dengan mereka lalu lawan aku!" Ucap Alda menengok ke arah Hana dan Hani.
Seketika dua wanita cantik itu mematung, apa lagi Hani dia sangat heran bagaimana tuan Alda bisa mendengar saat dia berbicara.
__ADS_1
Dia tidak tahu, saat Alda memfokuskan semua indra dalam tubuhnya! Pendengaran penglihatan bahkan kulitnya merasakan angin yang berhembus meskipun itu sangat sedikit.
"Taun, mungkin maksud dia..!" Hana ingin meluruskan namun Alda melambaikan tangannya untuk tidak perlu di bahas.
"Datang dan bergabung dengan mereka! Gunakan semua kemampuan kalian yang sudah kalian miliki sekarang, ingat jaga tubuh kalian dengan pukulan yang tidak memiliki mata." Ucap Alda seperti sangat kejam.
Dia mengingat itu dengan suara berat, padahal dia tadinya tidak serius ingin bertarung dengan Tama maupun Dion namun dengan kata-kata Hani barusan, emosi Alda sedikit tergelitik sehingga dia ingin memberikan pelajaran kembali pada Hani agar ucapannya sedikit di jaga untuk kedepannya.
"Kalian bergabung saja, kami berdua akan mengerahkan semua kemampuan yang kami miliki, ya kan Dion?" Tama buka suara.
Karena dia sudah merasakan aura milik Alda yang sudah di lepaskan! Menurut dia sekarang akan sangat seru.
Karena Alda bisa berimbang melawan 8 orang teman seperguruan, padahal bisa di bilang Alda adalah yang paling muda! Bahkan bisa di bilang dia orang yang paling terakhir gabung ke perguruan terpencil itu namun kekuatan yang dia miliki langsung melejit mengalahkan semuanya.
Dion hanya menganggukkan kepalanya tanda dia setuju! Ini juga akan menjadi pertarungan pertama serius mereka setelah turun gunung.
"Baiklah, kami akan bergabung dengan kalian!" Jawab Hani, sambil menatap tajam kepada Alda.
Dia ingin mengambil keuntungan dari pertarungan ini! Sehingga setelah Alda terpojok dia akan bergerak untuk memberikan pukulan telak kepada Alda.
"He-he-he, hati-hati saat menyerang walaupun bertahan." Alda akhirnya kembali berbicara.
Hana menelan ludahnya, dia sekarang sangat gugup sepertinya ini bukan bercanda! Adegan pembantaian besar-besaran yang di lakukan Alda seketika terbayang saat dia memusnahkan tiap-tiap divisi kelompok kalajengking merah.
"Ini hanya latihan kan?" Tanya Hana, dia seperti enggan maju.
Karena insting petarung dia, mengatakan bahwa tekanan yang di keluarkan oleh Alda sangat berbahaya.
Sehingga dia bertanya seperti itu, karena dia merasakan takut di relung jiwa terdalamnya! Sedangkan Hani tertutup oleh rasa kesalnya terhadap Alda sehingga dia tidak merasakan aura mengerikan yang di pancarkan ketiganya terutama oleh Alda.
Hani juga belum terlalu paham, karena insting petarung dia belum bangkit! Yang dia rasakan saat ini Alda seperti memberikan tantangan dan dia di rendahkan.
"Ya, hanya latihan! Segera maju." Ucap Alda singkat.
\=
...
__ADS_1