
Chapter 096. SERANGAN KEPADA LUNA.
\=
Alda langsung mendongak kembali setelah melirik sebentar tubuh Hana yang sekarang ada di sampingnya! Hana tidak sadar untuk sekarang saat Alda langsung mengelak, karena Alda sangat bagus dalam menyembunyikan gerakan.
"Banyak, aku sedang memikirkan nasib ku kedepannya!" Jawab Alda dengan nada biasa.
Hana menengok ke arah Alda kembali, dia mendengar Alda berbicara namun biasanya saat Alda berbicara selalu memandang ke arah lawan bicara, Hana sudah memperhatikan itu sejak awal dia berkenalan dengan Alda.
Namun sekarang Alda tidak melakukan, membuat Hana sedikit heran! Setelah itu dia melirik ke bawah melihat tubuhnya sendiri.
Saat dia menyadari pipinya langsung merasa panas dan berwarna merah karena dia malu sendiri.
Dia melihat ke arah dadanya yang membusung, dengan ada tonjolan kecil di depannya di tambah piama itu cukup tipis sehingga benar-benar terlihat nyata.
Sedangkan di bawah dia mengenakan dalaman berwarna merah muda! Membuat dia sangat malu, dia tidak sadar di awal karena setiap dia masu istirahat di kamar bersama Hani dia selalu seperti itu, namun entah malam ini dia ingin menghirup udara seger.
Lalu tidak sengaja melihat Alda sedang sendirian di atap, sehingga dia menghampiri Alda.
Namun perbuatan ini menjadi semakin canggung! Akhirnya dia hanya bisa menunduk malu.
"Tuan Alda silahkan lanjutkan berfikir, aku kembali ke kamar dulu!" Setelah berucap demikian dia langsung pergi tanpa memperdulikan tanggapan Alda sama sekali.
Meskipun dia awalnya adalah anggota pembunuhan bayaran, namun Hana dan Hani adalah orang yang kolot! Dia tidak pernah berpacaran dan tidak pernah memiliki rasa terhadap laki-laki, maupun dekat dengan laki-laki manapun.
Sehingga setelah di pergoki sepi itu oleh Alda, Hana sangat malu! Sehingga dia langsung kabur kembali ke kamarnya.
Alda melirik ke arah perginya Hana, dia hanya mendesah pelan! Alda juga laki-laki normal melihat seperti itu hasratnya berdesing namun dia bisa mengontrol dengan baik.
Akhirnya dia lanjut merenung, bagaimana dia akan menghadapi Bram dan keluarga yang mendukungnya! Menurut Alda Bram sekarang sangat kuat, sehingga bila dia menghadapi sekarang hanya akan menemukan jalan buntu.
Andai saja semua sahabat dan kakak seperguruan saat di perguruan terpencil berkumpul! Pasti akan sangat mudah mengalahkan Bram dan pendukungnya, meskipun hanya dengan menggunakan cara kasar.
Banyak yang Alda pikirkan malam ini.
*
Dua hari telah berlalu.
__ADS_1
Grup Champion Ship maupun kelompok kalajengking merah tidak melakukan apapun, mereka hanya fokus mencari pelaku dari pemusnahan tiga divisi sekaligus! Karena semakin membingungkan akhirnya pencarian itu di hentikan sementara.
Mereka sekarang seperti sedang melakukan hibernasi, kota Mako hening meskipun kelompok bawah tanah yang di sebut tiran dari kota Mako mengalami kerugian besar.
Setelah 2 hari berlalu, akhirnya berita desas-desus di kelompok bawah tanah sedikit menyebar bawah kelompok tiran dari kota Mako sedang mengalami guncangan, namun kabar itu tidak berani di sebarkan secara terbuka, jika di ketahui siapa pelakunya maka akan menjadi malapetaka bagi orang yang menyebarkan berita itu.
Setelah 2 hari sibuk mengurus pekerjaan di perusahaan Di Me Com karena insiden kecelakaan itu! Luna akhirnya memiliki waktu senggang sekarang, sehingga dia sedang makan bersama Dion di restoran barat.
Inilah janji dia kepada Dion sebelumnya, sehingga dia langsung mengajak Dion untuk makan berdua.
Di hadapan keduanya kini ada makanan mewah khas barat! Dari steak daging dan anggur merah yang bermerek, di kota Mako cukup banyak restoran barat seperti ini.
Di ruang makan restoran barat itu terdengar alunan musik yang menenangkan! Dengan di dominasi oleh piano, suasana romantis terjalin di dalam restoran itu.
"Dion, maaf baru bisa mengajak makan hari ini!" Ucap Luna dengan tatapan bersalah.
"Tidak apa-apa, lagian kamu cukup sibuk!" Jawab Dion.
Keduanya berbicara sambil makan, Dion melirik ke arah luar! Dia dapat melihat ada beberapa orang yang sedari tadi mengawasinya dari sana.
Di luar restoran barat.
Beberapa orang memang sedang mengawasi Luna dan Dion, orang itu seperti sedang menunggu seseorang! Tidak butuh waktu lama, Bara datang dengan sangat arogan.
"Sudah tuan Bara! Dia bersama laki-laki baru-baru ini!" Jawab orang itu.
Setelah Bara mendengar itu dia langsung menengok ke arah restoran barat karena ingin melihat laki-laki yang sedang bersama Luna, namun pandangan dia tidak begitu jelas akhirnya dia meminta tropong kecil kepada orang itu dan melihat Dion duduk di depan Luna.
"Ternyata bedebah itu, sangat kebetulan tidak ada bajingan waktu itu." Gumam Bara, dia menganggap bahwa Dion tidak sehebat Alda.
Karena pada saat itu Dion hanya diam saja menonton Alda di pinggiran saat sedang memberikan pelajaran kepada Bara dan bawahnya dari kelompok kalajengking merah.
"Tuan apa anda mengenal laki-laki itu?" Ucap orang yang di samping Bara.
"Ya, dia adalah orang yang ingin aku musnahkan juga! Jika kalian bisa membesarkan anak itu maka bayaran kalian akan di naikan menjadi 2 kali lipat." Ucap Bara.
Dia memang sudah menetapkan, Dion, Alda dan Luna sebagai orang yang haru menerima kemarahan dia! Karena hanya tiga orang ini telah membuatnya sangat malu dan begitu tersiksa.
Sehingga dia merencanakan serangan kepada Luna, namun tidak menyangka orang lain muncul sehingga dia sangat bersemangat.
__ADS_1
"He-he-he-he, sepakat tuan Bara!" Jawab orang itu.
Dia adalah pemimpin kelompok kecil mafia bawah tanah kota Mako yang bertahan meskipun ada kelompok tiran seperti kelompok kalajengking merah, Bara sudah mencari kelompok kalajengking merah! Namun mereka tidak ada yang berani bergerak akhir-akhir ini, sehingga dia hanya bisa mencari kelompok kecil yang sekarang sedang bersamanya.
"Cepat bergerak, lumpuhkan pria itu lalu tangkap wanita bernama Luna itu!" Ucap Bara dengan tatapan sadis.
Dia melihat Luna pikiran cabulnya langsung membara, Luna lebih cantik dan lebih menawan daripada Wida! Sehingga Bara ingin mencicipi kenikmatan dari tubuh Luna.
"Baik tuan Bara...!" Jawab orang itu dengan senyum samar.
Setelah itu dia langsung memberikan isyarat kepada bawahannya, sekitar 10 orang langsung mengikuti pria itu menuju restoran barat.
Saat Luna sedangkan menikmati makan, seketika suara keras terdengar.
Baammm...!
Pintu restoran barat itu di tendang dari luar hingga terbuka! Orang-orang yang sedang makan dan menikmati suasana romantis langsung terkejut.
Karena ada keributan, musik yang mengalun menenangkan di restoran barat itu seketika mati! Suasana hening menyelimuti.
Banyak orang yang melihat ke arah pintu masuk, melihat puluhan orang masuk dengan agresif membuat suasana di sana langsung tegang.
Para keamanan yang menjaga restoran barat itu langsung di pukuli oleh kelompok yang menerobos masuk.
"Kalian siapa, berani-beraninya menerobos masuk?" Bentak kepala keamanan itu.
Baammm...!
Seseorang menendang kepala keamanan hingga tidak sadarkan diri! Setelah itu orang yang menyerang melotot tajam.
"Jika tidak ingin mati, menyingkir kalian semua!" Bentak orang yang menerobos.
Dion melirik orang-orang yang masuk, senyum sinis langsung tersungging! Dia tahu bawah orang-orang ini pasti sedang mencari dirinya.
Luna melihat itu wajahnya langsung ketakutan, tangannya gemetaran! Namun Dion langsung memegang tangan Luna untuk menenangkan dia, seketika Luna merasa lebih baik.
Tanpa basa basi, separuh dari orang itu menuju ke meja Luna! "Apa kamu nona Luna?" Tanya pemimpin kecil yang membawa rombongan itu, sambil menunjuk dengan tangannya dan wajah sangar.
Di tanya seperti itu, Luna kembali gugup.
__ADS_1
\=
...