
Chapter 244. KABAR MENDADAK.
\=
Malam itu Dion dan Riko melakukan perburuan lainnya, namun hanya berhasil menemukan dua tambah lain.
Karena para master lainya segera mendapatkan kabar mendadak dari asisten pribadi Bramantyo Button, bahwa Alda sudah tidak ada lagi di kota Mako dia telah pergi ke kota Westa.
Jadi para master yang berdatangan ke kota Mako segera bertolak ke kota Westa dengan cepat, karena terget mereka memang Alda! Jika Alda tidak ada di kota Mako, jadi buat apa mereka lama-lama di sini.
Saat mobil yang di kendarai Dion melaju kencang di jalan raya kota Mako, ponselnya berdering.
"Ya ada apa?" Ucap Dion setelah sambungan itu di jawab olehnya dengan cepat.
"Ketua, aku dapat informasi dari ponsel dua bersaudara yang kita amankan! Ternyata mereka di instruksikan oleh orang, bawah tuan Alda sudah di temukan! Lalu keduanya di suruh pergi ke kota Westa untuk menangkap tuan Alda." Ucap seseorang di sebrang sana.
Dion mendengarkan itu dengan serius! Setelah tahu seperti apa kejadiannya, dia berkata.
"Baiklah, terimakasih informasinya." Ucap Dion, dia langsung memutuskan sambungan teleponnya itu.
"Sial, sepertinya keluarga Button ini benar-benar bermasalah! Bahkan sesama keluarga saling mengincar untuk membunuh satu sama lain." Ucap Dion, dia masih tidak begitu percaya dengan itu semua.
Meskipun sebenarnya dia sudah banyak tahu dari Alda, namun ini masih membuat dia tidak habis pikir.
Itu semua wajar, karena Dion besar di keluarga gangster jalanan kota Mako! Karena gangster atau mafia kota biasanya lebih menghormati keluarga dan kekuatan sendiri! Berbeda dengan keluarga besar dan memiliki kekuasaan di sebuah negara.
Meskipun orang itu tidak kuat, dia bisa menggunakan politik dan uang! Sehingga saling menginginkan kekuasaan tertinggi, jika di mafia kota.
Hanya butuh kuat, di hormati anggota maka bisa menjadi ketua maupun penting di sebuah gangster! Jadi Dion tidak begitu tahu jalan pikiran para rubah licik juga wajar.
"Kamu tidak akan tahu rumitnya keluarga berkuasa Dion!" Ucap Riko dengan santainya.
"Memangnya kamu tahu?" Dion langsung penasaran dengan jawaban Riko.
"Sama, aku juga tidak tahu!" Jawab Riko datar.
"Eh......" Dion langsung melongo.
Dia pikir, Riko berbicara seperti itu di awal dia akan tahu! Namun ternyata dia juga tidak tahu, berarti masih mending dirinya karena masih mencoba mencari tahu! Sedangkan Riko pasrah saja.
Riko tidak tahu, karena di kepalanya berisi pertarungan saja! Selagi dia bisa bertarung maka masalah beres.
Tapi kenapa, Riko tidak pintar dalam berpikir namun di bilang berpotensi besar membuat keluarga Setiadi berkembang pesat? Itu karena keluarga Setiadi adalah keluarga seni beladiri dan petarung.
Sehingga jika generasi muda memiliki keahlian beladiri dan semangat bertarung tinggi! Bisa di bilang itu bakat yang bagus.
Berbeda dengan keluarga Alda! Keluarga Button tidak butuh memiliki kemampuan bertarung tinggi! Yang penting mempunyai otak yang cerdas, apa lagi jika bisa licik dan mengambil hal buruk menjadi kesempatan.
Maka itu bisa di bilang aset keluarga yang berharga! Sehingga seperti Bramantyo Button juga tidak memiliki keahlian bertarung, namun memiliki otak yang licik dan kotor dalam memimpin rencana jadi dia begitu di harapkan sekali oleh Certeo Button.
Meskipun suha malam, Dion langsung mencari nomer Alda! Setelah ketemu dia langsung memanggilnya.
"Alda, ini sangat gawat! Para master yang cukup kuat dari luar negeri sedang menuju ke kota Westa! Karena keberadaan kamu di sana sudah tercium oleh orang-orang dari keluarga Button." Ucap Dion dengan cepat setelah tersambung.
Alda di sebrang sana tidak terdengar bereaksi.
"Dion terimakasih sudah mengingatkan! Sekarang kondisi kota Mako bagaimana?" Ucap Alda.
Dion hanya terdiam, ternyata Alda tidak khawatir sama sekali! Setelah itu Dion ingat, bahwa Alda adalah orang paling kuat di antara 9 saudara seperguruan.
"Sekarang sudah tenang!" Jawab Dion singkat, kini dia akhirnya rileks.
Padahal dia bisa bertanya di sana kepada Rizal, namun itu hanya untuk basa basi saja dengan Dion.
"Sudah berjalan, sepertinya akan selesai tahun depan! Namun untuk masalah bursa pasar saham masih belum terealisasi." Jawab Dion.
"Baiklah terimakasih Dion atas informasinya! Aku masih ada sedikit urusan, jika ada informasi lainnya kita sambung lagi lain kali." Ucap Alda di sebrang sana.
"Baik..!" Jawab Dion.
"Teman, kamu terlalu bersikap berlebihan! Master sampah seperti mereka-mereka itu hanya di pandang remah oleh Alda." Ucap Riko yang sekarang sedang bersandar di sandaran kursi sambil memejamkan matanya.
Riko mendengar sedikit ucapan Alda, sehingga dia bereaksi seperti itu kepada Dion! Dia sangat santai juga tahu bawah Alda paling hebat di antara saudara seperguruan lainnya.
"Ya kamu benar!" Jawab Dion setuju.
Lalu dia menginjak pedal gas lebih dalam, dia langsung menuju markas kelompok Beruang Hitam untuk kembali dan mengumumkan bahwa kota Mako sudah kembali terkendali kepada anggotanya.
*
__ADS_1
Di sisi lain.
Kota Westa, tepatnya di kediaman keluarga Aditya.
Setelah siang hari hingga sore hari berkunjung ke kota tua! Alda, Tama dan yang lainnya langsung kembali ke kediaman keluarga Aditya.
Sedangkan Rizal dan para bawahannya kembali lagi ke gedung perusahaan Grup Brighton cabang kota Westa! Meskipun berkunjung hanya sebentar Rizal dan yang lainnya langsung dapat konsep setelah mendengarkan permintaan dari Alda.
Bawahan Rizal yang di bawah sekarang ada insinyur dan pakar tata letak kota! Sehingga setelah melihat struktur di kota tua, mereka semua langsung tahu konsepnya.
Kini sudah malam hari, Alda menurunkan ponselnya dari telinga! Setelah itu dia hanya tersenyum kecil.
"Ternyata para master itu di kirim oleh Bramantyo Button dan keluarganya? Pantesan saja sulit untuk di deteksi." Gumam Alda.
Dia tidak terlalu terkejut jika para master itu milik keluarga Button cabang 2! Karena jika tidak maka Bramantyo Button sangat tidak kompeten! Sudah tidak bisa bertarung, jika tidak bisa memanfaatkan kekuasaan dan kekayaan keluarganya maka dia benar-benar sampah.
Alda sekarang duduk sendirian, karena Tama dan Hana maupun Hani sudah kembali ke kamar mereka masing-masing! Mungkin karena Tama ada keperluan sehingga dia langsung istirahat lebih awal.
Setelah merenung sebentar, dia juga berdiri dan segera masuk ke kamar! Setelah sampai di kamar, dia langsung membuka tas kecil miliknya.
Dengan cepat dia mengaktifkan ponsel jadulnya! Karena hanay melalui ponsel ini dia bisa mengakses nomer Haris Hanaga dengan mudah, tanpa bisa di deteksi oleh sinyal lain! Bahkan keluarga Aditya juga tidak akan mampu, sehingga Alda memakai ponsel jadul ini hanya untuk kepentingan yang mendadak.
Tut..Tut..Tut..!
"Halo, paman! Aku ingin menanyakan tentang keluarga Button cabang ke 2, mereka merekrut para master luar negeri untuk memburu ku! Aku ingin paman memberikan daftar mereka yang datang ke sini." Ucap Alda setelah terhubung.
Dia tidak basa-basi! Karena ini hal mendesak, sehingga dia langsung mengatakan keinginan dia dengan cepat.
"Tuan muda! Tunggu sebentar, akan aku berikan apa yang tuan muda butuhkan, apa ada perintah lain?" Ucap Haris Hanaga dengan hormat.
"Tidak paman, terimakasih sebelumnya!" Jawab Alda.
"Baiklah..!" Ucap Haris Hanaga, lalu dia langsung mematikan sambungan telpon darurat itu.
Meskipun aman, namun jika menelepon lebih lama lagi akan sedikit mudah untuk di lacak dan bisa di sadap melalui gelombang magnetik dari salah satu sambungan ponsel mereka.
\=
\=
...
Chapter 244. KABAR MENDADAK.
\=
Malam itu Dion dan Riko melakukan perburuan lainnya, namun hanya berhasil menemukan dua tambah lain.
Karena para master lainya segera mendapatkan kabar mendadak dari asisten pribadi Bramantyo Button, bahwa Alda sudah tidak ada lagi di kota Mako dia telah pergi ke kota Westa.
Jadi para master yang berdatangan ke kota Mako segera bertolak ke kota Westa dengan cepat, karena terget mereka memang Alda! Jika Alda tidak ada di kota Mako, jadi buat apa mereka lama-lama di sini.
Saat mobil yang di kendarai Dion melaju kencang di jalan raya kota Mako, ponselnya berdering.
"Ya ada apa?" Ucap Dion setelah sambungan itu di jawab olehnya dengan cepat.
"Ketua, aku dapat informasi dari ponsel dua bersaudara yang kita amankan! Ternyata mereka di instruksikan oleh orang, bawah tuan Alda sudah di temukan! Lalu keduanya di suruh pergi ke kota Westa untuk menangkap tuan Alda." Ucap seseorang di sebrang sana.
Dion mendengarkan itu dengan serius! Setelah tahu seperti apa kejadiannya, dia berkata.
"Baiklah, terimakasih informasinya." Ucap Dion, dia langsung memutuskan sambungan teleponnya itu.
"Sial, sepertinya keluarga Button ini benar-benar bermasalah! Bahkan sesama keluarga saling mengincar untuk membunuh satu sama lain." Ucap Dion, dia masih tidak begitu percaya dengan itu semua.
Meskipun sebenarnya dia sudah banyak tahu dari Alda, namun ini masih membuat dia tidak habis pikir.
Itu semua wajar, karena Dion besar di keluarga gangster jalanan kota Mako! Karena gangster atau mafia kota biasanya lebih menghormati keluarga dan kekuatan sendiri! Berbeda dengan keluarga besar dan memiliki kekuasaan di sebuah negara.
Meskipun orang itu tidak kuat, dia bisa menggunakan politik dan uang! Sehingga saling menginginkan kekuasaan tertinggi, jika di mafia kota.
Hanya butuh kuat, di hormati anggota maka bisa menjadi ketua maupun penting di sebuah gangster! Jadi Dion tidak begitu tahu jalan pikiran para rubah licik juga wajar.
"Kamu tidak akan tahu rumitnya keluarga berkuasa Dion!" Ucap Riko dengan santainya.
"Memangnya kamu tahu?" Dion langsung penasaran dengan jawaban Riko.
"Sama, aku juga tidak tahu!" Jawab Riko datar.
"Eh......" Dion langsung melongo.
__ADS_1
Dia pikir, Riko berbicara seperti itu di awal dia akan tahu! Namun ternyata dia juga tidak tahu, berarti masih mending dirinya karena masih mencoba mencari tahu! Sedangkan Riko pasrah saja.
Riko tidak tahu, karena di kepalanya berisi pertarungan saja! Selagi dia bisa bertarung maka masalah beres.
Tapi kenapa, Riko tidak pintar dalam berpikir namun di bilang berpotensi besar membuat keluarga Setiadi berkembang pesat? Itu karena keluarga Setiadi adalah keluarga seni beladiri dan petarung.
Sehingga jika generasi muda memiliki keahlian beladiri dan semangat bertarung tinggi! Bisa di bilang itu bakat yang bagus.
Berbeda dengan keluarga Alda! Keluarga Button tidak butuh memiliki kemampuan bertarung tinggi! Yang penting mempunyai otak yang cerdas, apa lagi jika bisa licik dan mengambil hal buruk menjadi kesempatan.
Maka itu bisa di bilang aset keluarga yang berharga! Sehingga seperti Bramantyo Button juga tidak memiliki keahlian bertarung, namun memiliki otak yang licik dan kotor dalam memimpin rencana jadi dia begitu di harapkan sekali oleh Certeo Button.
Meskipun suha malam, Dion langsung mencari nomer Alda! Setelah ketemu dia langsung memanggilnya.
"Alda, ini sangat gawat! Para master yang cukup kuat dari luar negeri sedang menuju ke kota Westa! Karena keberadaan kamu di sana sudah tercium oleh orang-orang dari keluarga Button." Ucap Dion dengan cepat setelah tersambung.
Alda di sebrang sana tidak terdengar bereaksi.
"Dion terimakasih sudah mengingatkan! Sekarang kondisi kota Mako bagaimana?" Ucap Alda.
Dion hanya terdiam, ternyata Alda tidak khawatir sama sekali! Setelah itu Dion ingat, bahwa Alda adalah orang paling kuat di antara 9 saudara seperguruan.
"Sekarang sudah tenang!" Jawab Dion singkat, kini dia akhirnya rileks.
Padahal dia bisa bertanya di sana kepada Rizal, namun itu hanya untuk basa basi saja dengan Dion.
"Sudah berjalan, sepertinya akan selesai tahun depan! Namun untuk masalah bursa pasar saham masih belum terealisasi." Jawab Dion.
"Baiklah terimakasih Dion atas informasinya! Aku masih ada sedikit urusan, jika ada informasi lainnya kita sambung lagi lain kali." Ucap Alda di sebrang sana.
"Baik..!" Jawab Dion.
"Teman, kamu terlalu bersikap berlebihan! Master sampah seperti mereka-mereka itu hanya di pandang remah oleh Alda." Ucap Riko yang sekarang sedang bersandar di sandaran kursi sambil memejamkan matanya.
Riko mendengar sedikit ucapan Alda, sehingga dia bereaksi seperti itu kepada Dion! Dia sangat santai juga tahu bawah Alda paling hebat di antara saudara seperguruan lainnya.
"Ya kamu benar!" Jawab Dion setuju.
Lalu dia menginjak pedal gas lebih dalam, dia langsung menuju markas kelompok Beruang Hitam untuk kembali dan mengumumkan bahwa kota Mako sudah kembali terkendali kepada anggotanya.
*
Di sisi lain.
Kota Westa, tepatnya di kediaman keluarga Aditya.
Setelah siang hari hingga sore hari berkunjung ke kota tua! Alda, Tama dan yang lainnya langsung kembali ke kediaman keluarga Aditya.
Sedangkan Rizal dan para bawahannya kembali lagi ke gedung perusahaan Grup Brighton cabang kota Westa! Meskipun berkunjung hanya sebentar Rizal dan yang lainnya langsung dapat konsep setelah mendengarkan permintaan dari Alda.
Bawahan Rizal yang di bawah sekarang ada insinyur dan pakar tata letak kota! Sehingga setelah melihat struktur di kota tua, mereka semua langsung tahu konsepnya.
Kini sudah malam hari, Alda menurunkan ponselnya dari telinga! Setelah itu dia hanya tersenyum kecil.
"Ternyata para master itu di kirim oleh Bramantyo Button dan keluarganya? Pantesan saja sulit untuk di deteksi." Gumam Alda.
Dia tidak terlalu terkejut jika para master itu milik keluarga Button cabang 2! Karena jika tidak maka Bramantyo Button sangat tidak kompeten! Sudah tidak bisa bertarung, jika tidak bisa memanfaatkan kekuasaan dan kekayaan keluarganya maka dia benar-benar sampah.
Alda sekarang duduk sendirian, karena Tama dan Hana maupun Hani sudah kembali ke kamar mereka masing-masing! Mungkin karena Tama ada keperluan sehingga dia langsung istirahat lebih awal.
Setelah merenung sebentar, dia juga berdiri dan segera masuk ke kamar! Setelah sampai di kamar, dia langsung membuka tas kecil miliknya.
Dengan cepat dia mengaktifkan ponsel jadulnya! Karena hanay melalui ponsel ini dia bisa mengakses nomer Haris Hanaga dengan mudah, tanpa bisa di deteksi oleh sinyal lain! Bahkan keluarga Aditya juga tidak akan mampu, sehingga Alda memakai ponsel jadul ini hanya untuk kepentingan yang mendadak.
Tut..Tut..Tut..!
"Halo, paman! Aku ingin menanyakan tentang keluarga Button cabang ke 2, mereka merekrut para master luar negeri untuk memburu ku! Aku ingin paman memberikan daftar mereka yang datang ke sini." Ucap Alda setelah terhubung.
Dia tidak basa-basi! Karena ini hal mendesak, sehingga dia langsung mengatakan keinginan dia dengan cepat.
"Tuan muda! Tunggu sebentar, akan aku berikan apa yang tuan muda butuhkan, apa ada perintah lain?" Ucap Haris Hanaga dengan hormat.
"Tidak paman, terimakasih sebelumnya!" Jawab Alda.
"Baiklah..!" Ucap Haris Hanaga, lalu dia langsung mematikan sambungan telpon darurat itu.
Meskipun aman, namun jika menelepon lebih lama lagi akan sedikit mudah untuk di lacak dan bisa di sadap melalui gelombang magnetik dari salah satu sambungan ponsel mereka.
\=
__ADS_1
\=
...