Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
049 BERITA MENGEJUTKAN


__ADS_3

Chapter 049. BERITA MENGEJUTKAN.


\=


Pagi hari telah tiba di kota Emerald, semua orang langsung melakukan kesibukan masing-masing! Ada yang pergi ke kantor ada yang ke sekolah untuk mengantarkan anak-anak ada juga yang masih tidur karena baru pulang dari pekerjaan malam.


Pagi-pagi sekali, Sam Lawi mendesak Tama Aditya untuk segera berangkat! Karena sudah di desak oleh keluarga Aditya.


Akhirnya dengan enggan Tama mengiyakan! Kini Tama, Alda dan yang lainnya sudah berdiri di bandara.


"Alda, Dion dan Riko! Kalian kapan-kapan harus berkunjung ke kota propinsi Silor, jika kalian ke sana akan aku jamu dengan baik!" Ucap Tama sambil melihat semuanya.


Jika saja dia tidak di desak oleh keluarganya untuk segera pulang, mungkin masih ingin bersama mereka.


"Baiklah, kapan-kapan aku akan berkunjung ke sana! Jangan lupakan janjimu ini." Jawab Alda dengan senyum lebar.


"Aku juga akan kesana untuk berkunjung ke negara bagian Utara kembali!" Dion juga menimpali.


"Tama, aku pasti ke sana! Jika kamu membutuhkan bantuan ku." Riko dengan tegas berkata seperti itu.


Karena dia sangat yakin dengan kekuatan individu miliknya dan kekuatan keluarga di kota Emerald ini.


"Baiklah, terimakasih! Sampai bertemu kembali." Tama berucap dengan serius, padahal biasanya dia selalu berucap dengan candaan namun setelah saatnya berpisah dia seperti sedang tidak ingin bercanda.


Keempatnya saling berpelukan, Hana dan Hani di paling belakang rombongan hanya berdiam diri.


Sedangkan, Sinta ikut memberikan salam kepada Tama! Setelahnya dia juga kembali ke tempat berdiri.


Akhirnya Tama dan orang-orang dari pihak keluarganya langsung menuju ke pesawat jet pribadi milik keluarga Aditya.


"Alda apa yang akan kamu lakukan setelah ini?" Ucap Riko ingin tahu.


Alda hanya mengangkat bahunya sedikit, tanda dia tidak tahu apa yang akan dia lakukan setelah ini! Lalu dia menengok memberikan isyarat kepada Dion, karena dia berencana mengikuti kemana Dion pergi.


Dion yang di berikan kode oleh Alda hanya menengok ke Riko lalu tersenyum kecil.


"Akan ke Mako." Ucapnya singkat.


"Kamu sudah tahu, bahwa aku akan bersama Dion, berarti akan ikut ke sana!" Kini Alda menimpali untuk menjawab pertanyaan tadi yang di tanyakan oleh Riko.


"Sial, jika saja aku tidak di butuh untuk sekarang di keluarga Setiadi! Aku sudah pasti akan ikut ke sana." Keluh Riko.

__ADS_1


"Tidak, kakak di sini sangat di butuhkan! Mungkin jika hanya berkunjung nanti-nanti masih bisa, namun untuk sekarang tidak bisa." Ucap Sinta mengingatkan.


Karena dia di berikan tanggung jawab oleh kepala keluarga dan kakeknya untuk membimbing Riko di dunia sekuler, sehingga dia langsung berucap demikian.


"Baiklah, aku paham!" Ucap Riko.


Setelah itu mereka semua kembali ke hotel kota Emerald.


*


Selagi mereka sibuk.


Orang-orang kota Emerald mendapatkan berita mengejutkan! Terutama dari para pengusaha besar, pemimpin pemerintahan dan pelaku usaha di kota Emerald.


Karena perusahaan grup besar, langsung pindak kepemilikan dalam satu malam! Sehingga ini membuat kegempaan yang mengerikan.


Pergerakan aura pasar di kota Emerald langsung berubah total! Karena yang mengakuisisi perusahaan Sanggoro grup adalah grup besar juga yaitu Langit Perkasa.


Ini membuat beberapa orang yang tadinya tidak begitu tahu akan perusahaan Langit Perkasa! Sekarang mereka tahu.


Orang-orang di kota Emerald terkejut, ternyata Langit Perkasa sudah begitu besar di tambah mengakuisisi perusahaan Sanggoro maka perusahaan Langit Perkasa semakin besar.


Namun orang-orang itu heran, bagaimana perusahaan Langit Perkasa sudah sebesar itu namun mereka tidak begitu tahu dan tidak tahu siapa pemiliknya! Hanya ada manager umum saja yang sering terlihat.


Namun perusahaan Langit Perkasa tidak, justru berpusat di kota Emerald ini! Yang hanya memiliki beberapa ribu penduduk, itu juga rata-rata penghuninya pekerjaan imigran.


Perdebatan tentang perusahaan Langit Perkasa semakin besar, orang-orang saling bertanya namun hanya tahu sekilas saja.


*


Di hotel kota Emerald.


Kini tinggal tiga orang laki-laki dan tiga orang wanita yang sedang makan di restoran hotel kota Emerald.


"Alda sepertinya kita juga sudah harus pergi!" Ucap Dion setelah melihat ponselnya sebentar.


"Kenapa?" Tanya Alda.


"Orang yang aku kenal sudah menjawab pertanyaan yang selama ini aku ingin tahu jawabannya!" Ungkap Dion.


"Baiklah, sebaiknya bergegas!" Jawab Alda, dia sedikit tahu tentang masalah Dion.

__ADS_1


Sehingga dia tidak terlalu banyak tanya, setelah Dion berkata demikian juga dia langsung setuju! Ini juga alasan dia ikut bersama Dion karena dia ingin membantu sahabatnya itu.


"Apakah kalian juga akan pergi juga secepat ini?" Tanya Sinta.


Dia sedikit terkejut, karena Alda akan pergi dengan segera padahal dia belum juga bisa membuat Alda melihatnya. Namun Alda sudah pergi duluan.


Hana dan Hani melihat ini sangat senang, dia akan segera bebas dari kedua karakter kejam ini, sehingga sambil makan keduanya sedikit melebarkan senyum.


"Ya, karena Dion ada keperluan mendesak untuk sekarang!" Ucap Alda kepada Sinta.


"Aku..." Sinta ingin bertanya lebih banyak tapi tidak tahu apa dulu yang dia akan katakan, akhirnya hanya bisa tergagap.


"Tidak apa-apa, kapan kalian akan berangkat?" Ucap Riko, dia langsung tahu karena dia juga sudah pernah mendengar sedikit tentang masalah Dion di masa lalu.


"Hari ini!" Jawab Dion.


"Karena Mako cukup jauh di pesisir timur! Sehingga harus berangkat sekarang jika tidak maka takut terlambat." Lanjut Dion menjelaskan.


Dalam ucapannya ada sedikit kecemasan, karena baru pertama Ini dia mendapatkan jawaban yang sejak dulu ingin di tanyakan.


"Kalian berdua, ikut kami!" Ucap Alda kepada Hana dan Hani.


Kelenteng..!


Sumpit yang di pegang Hana jatuh ke mangkuk yang sekarang ada di hadapannya, dia tidak berharap mendengar kata-kata ini. Namun akhirnya sesuatu yang tidak ingin di dengar malah dia dengar sehingga tangan yang sedang memegang sumpit langsung lunglai dan menjatuhkan sumpit yang di pegang.


Hani yang sedang mengunyah makanan, langsung susah sekali untuk menelan! Sehingga dia hampir tersedak untung saja dia langsung menyambar gelas dan minum.


Begitu juga Sinta, dia bengong dan iri! Apa bagusnya Hana dan Hani kenapa dia di ajak sedangkan dia tidak.


Sinta ingin menanyakan itu, namun dia masih waras sehingga dia lebih memilih diam.


"Aku...!" Hanya ingin menjawab, namun di potong dengan cepat oleh Alda.


"Jangan protes, kamu belum menebus kesalahan sebelumnya!" Ucap Alda kepada Hana.


Seketika Hana diam, dia tidak tahu harus menanggapi seperti apa harus menjawab apa sehingga dia hanya bisa mengangguk setuju.


"Bagus, siapkan barang-barang kalian!" Lanjut Alda berucap, setelah itu dia langsung diam dan melanjutkan memakan makanan yang ada di hadapannya.


\=

__ADS_1


...


__ADS_2