
Chapter 168. KEPRIBADIAN GANDA.
\=
Setelah memastikan kebenaran tentang organisasi mana yang di maksud, Tama langsung serius! Dia mengeluarkan ponselnya.
Di dalam mobil yang di kendarai mereka kini suyni, hanya deru mesin dan kenalpot mobil itu! Tidak membutuhkan waktu lama panggilan telepon Alda terhubung.
"Segera periksa semua ponsel yang mencurigakan yang masuk dari ibu kota ke kota Mako dari dua yang lalu sampai hari ini! Aku mau hasil maksimal, ingat semua periksa dari jalur laut darat dan udara. Setelah beres kiriman datanya ke sini." Ucap Tama.
Entah dia sedang menghubungi siapa, namun nada pembicaraan dia penuh dengan perintah! Seperti tidak ingin orang di seberang sana membantah sedikitpun apa lagi bergerak dengan lambat.
Setelah beres memberikan arahan, Tama langsung memutuskan sambungan telponnya dengan cepat.
Hana maupun Hani melihat ini hanya bisa menganga lebar mulutnya! Sekarang Tama seperti orang yang berbeda dari beberapa hari yang lalu, kini dia sangat mengerikan seperti saat mereka berdua bertemu kala pertama, saat mereka masih menjadi musuh.
Sehingga sekarang, mereka bingung! Tama itu orang yang seperti apa? Apanya dia orang yang memiliki kepribadian ganda.
Itulah tanda tanya besar yang ada di benak kedua wanita cantik kakak beradik itu! Namun untuk menanyakan kebenarannya Hana maupun Hani segan terhadap Tama maupun Alda.
Menurutnya, meskipun kedua kakak beradik itu sudah memiliki mental pembunuh setelah menjadi profesi itu beberapa tahun, namun untuk menghadapi Alda maupun Tama keduanya masih cukup gerogi bahkan takut.
Alda yang sudah tahu karakter Tama yang seperti itu tidak terkejut! Dia tahu Tama orangnya sangat teliti dan benar-benar memiliki kemampuan dalam melacak maupun menyadap program milik orang maupun perusahaan.
Namun jika bertemu dengan Alda, apa lagi Riko pasti sifat jahilnya keluar! Apa lagi selalu seenaknya sendiri, sehingga melihat tingkah seperti tadi Alda hanya bisa mengeluh.
Melihat itu Alda juga tidak bertanya Tama menghubungi siapa dan untuk apa! Yang dia tahu nantinya akan ada hasil memuaskan.
Tidak lama kemudian, mobil Alda sudah sampai di rumah sakit! Mobil itu parkir depan cepat di tempat parkir.
Alda juga bingung, kenapa Dion ada di rumah sakit namun karena ada urusan penting sehingga dia tidak bertanya banyak.
Setelah keempatnya turun dari mobil! Dion sudah datang menghampiri.
"Alda ada keperluan mendesak apa?" Ucap Dion kepada Alda.
Alda menengok ke segala arah! Namun di sini lumayan ramai lalu dia berucap.
__ADS_1
"Kita cari tempat yang lebih tenang!" Ujar Alda.
"Baiklah, ikut aku..!" Jawab Dion, setelah itu semuanya langsung mengikuti Dion.
Mereka berlima mengarah ke ujung koridor! Dia sana ada tempat makan yang memiliki bilik sendiri-sendiri, sehingga sangat aman untuk membicarakan sesuatu.
Setelah sampai, Dion hanya memesan makanan seperlunya! Sehingga di sajikan cukup cepat oleh penyedia layanan makan itu.
"Dion, apa kamu menerima serangan dari organisasi gelap?" Ucap Alda setelah keadaan sepi.
"Tidak, aku sejak tadi sing berada di sini! Luna di serang oleh Bara dan Wida, dengan di bantu beberapa bandit kecil." Jawab Dion sedikit menjelaskan.
Akhirnya, semua orang tahu bahwa Dion di rumah sakit karena mengantar dan menunggu Luna yang sedang terluka, meskipun Tama tidak tahu Luna itu siapa namun dia tidak ingin menelisik terlalu dalam.
"Aku yakin, organisasi gelap sudah mengirim banyak anggota! Namun tadi yang muncul baru 3 orang, bahkan mereka berani secara terang-terangan menyerang di kasino." Ucap Alda kembali.
"Sial, jadi orang yang di serang di kasino itu kalian? Ini memang serangan mendadak." Ucap Dion sedikit terkejut.
"Sebentar...!" Ucap Dion akhirnya ingat, bahwa dia siang tadi menutup jalur keluar masuk wilayah distrik selatan.
Setelah itu, Dion mengeluarkan ponselnya dia menelepon orang-orang dari kelompok Beruang Hitam.
"Hei, apa kalian saat memeriksa orang-orang di jalan arteri dan jalan lainnya melihat beberapa mobil mencurigakan?" Ucap Dion setelah sambungan teleponnya terhubung.
Dion mengangguk mendengar jawaban orang yang di telpon di sebrang sana! Cukup lama Dion tidak bertanya hanya mendengarkan dengan serius.
Setelah 10 menit lebih menelpon, Dion langsung mematikan! Dia mendongak ke arah Alda dan yang lainnya.
"Mereka mencurigai ada beberapa orang yang datang dari ibu kota saat siang tadi! Namun tidak banyak yang lewat distrik selatan untuk memasuki kota Mako....!" Dion terus menjelaskan.
"Tuan Alda, jika sedang mencari orang biasa organisasi pembunuh bayaran menggunakan cctv kota! Namun jika tidak di temukan baru menggunakan informasi pribadi yang di unggah si pemberi jasa, baru kita melacak menggunakan satelit." Hana membuka suaranya.
Dengan pengalaman seperti itu, dia sedikit membantu! Namun orang yang Alda dan yang lainnya cari belum tahu wajah dan identitas pribadi, hanya bisa menerka keberadaan dan jumlah mereka.
"Menggunakan cctv aku setuju! Kita bisa memilih orang lokal atau orang luar kota!" Tama langsung setuju usul Hana.
"Baiklah, akan aku atur!" Jawab Dion, setelah itu dia langsung sibuk dengan ponselnya.
__ADS_1
Sebagai orang lokal dan sekarang menjadi pengusaha dari sebuah kelompok yang tinggi di kota Mako! Menggunakan wewenang memeriksa cctv kota bukan hal sulit bagi Dion.
Alda hanya diam memikirkan berbagai hal, karena pekerjaan lainnya sudah di tangani oleh yang lainnya.
Alda juga membuka ponselnya, namun kali ini yang di buka ponsel jadul miliknya yang selalu di bawa kemana dia bawa! Karena pesan dari kakeknya, ponsel itu harus selalu berada padanya agar bisa meminta bantuan saat mendesak.
Dia hanya mengaktifkan, lalu mengirim pesan singkat kepada paman Haris Hanaga, setelah itu dia langsung menyimpan kembali posen jadul itu.
Yang memperhatikan Alda hanya Hana dan Hani! Karena Dion dan Tama sedang sibuk dengan ponselnya masing-masing.
Setelah beres Alda menyesap kopi yang sudah di pesan tadi! Setelah semua usaha di lakukan dia tinggal menunggu hasilnya.
*
Di gedung perkantoran Grup Brighton.
Setelah menerima kabar dan instruksi Dion! Orang-orang kelompok Beruang Hitam langsung bergerak.
Ada yang menuju perusahaan pemerintah kota Mako untuk meminta memeriksa cctv kota Mako dua hari ke belakang hingga hari ini.
Jhonatan Brighton dan Rizal masih ada di kantor meskipun jam sudah cukup larut seperti ini! Apa lagi bagi Rizal kantor ini sudah seperti rumah sendiri, karena hampir seharian penuh dia berada di sini terus kecuali ada kunjungan kerja.
"Apa kamu menerima kabar dari Ketu Dion?" Tanya Jhonatan Brighton.
"Ya, sepertinya sekarang musuh kita tanggung! Karena ketua Dion sepertinya sedikit kerepotan." Ucap Rizal menjawab pertanyaan paman Jo.
Rizal masih sibuk dengan laporan harian dari berbagai sumber dan departemen! Sehingga sambil mengobrol sambil memegang laptopnya.
"Keluarga Jink dari ibu kota! Sepertinya memang sangat merepotkan." Ucap paman Jo, sambil memandang langit malam yang sekarang semakin larut.
Braakk..!
Suara perkelahian di luar sedikit terdengar oleh keduanya! Akhirnya dengan cepat Jhonatan Brighton dan Rizal langsung bergegas keluar.
\=
...
__ADS_1