
Chapter 160. JEBAKAN DARI BARA.
\=
Di kota Mako saat ini sudah menjelang siang! Para pekerja kerah putih sedang sibuk-sibuknya bekerja.
Semenjak perusahaan Di Me Kom di akuisisi oleh Grup Brighton! Perusahaan ini semakin besar apa lagi sekarang Grup Brighton sudah bergabung dengan dua Grup besar lainnya, salah satunya dari kota Mako dan satunya lagi dari kota Westa.
Ini membuat, perusahaan di bawah naungan Grup Brighton semakin besar! Termasuk perusahaan Di Me Kom ini.
Sehingga Luna Wuyen yang sekarang menjadi eksekutif tinggi di perusahaan ini semakin sibuk, beberapa pertemuan sering dia lakukan! Bahkan dia sering mengeluh karena tidak bisa memiliki waktu luang untuk keluar bersama Dion.
Sekarang setelah keluar untuk bertemu kelayan dari perusahaan kecil, dia merasa akan senggang setelah itu.
Akhirnya dia keluar dan menuju restoran di pinggiran kota Mako, karena perjanjian pertemuannya di restoran ini.
Setelah Luna menunggu beberapa lama! Pihak dari perusahaan kecil itu tidak kunjung datang, padahal Luna sudah menunggu 30 menit lamanya.
"Sebenarnya, mereka serius tidak untuk menggunakan jasa perusahaan Di Me Kom?" Keluh Luna.
Karena nilai dari proyek ini cukup lumayan jadi Luna berani mengambilnya! Padahal ini hanya sebuah jebakan, jebakan dari Bara yang sudah di susun beberapa waktu lalu.
Bahkan jebakan ini di atur oleh dua orang, Bara dan Wida! Keduanya sangat dendam dengan Luna karena wanita ini keduanya langsung hancur.
Sehingga setelah memiliki musuh yang sama Bara dan Wida langsung memilih bekerja sama! Setelah menyusun beberapa hari akhirnya mereka berdua berhasil membawa Luna keluar jauh dari kota Mako.
Itu agar, orang-orang kuat seperti dulu tidak muncul lagi apa lagi orang-orang dari Grup Brighton! Jika muncul akan gawat.
Setelah menunggu 30 menit lamanya, akhirnya Luna memilih memesan minuman terlebih dahulu! Namun setelah meminum capuccino cincau yang dia pesan, seketika kesadaran Luan langsung hilang.
Tidak butuh waktu lama, Bara dan Wida keluar dari belakang restoran itu dengan wajah bangga.
"Ha-ha-ha, Wida rencana mu sangat bagus! Si wanita murahan ini sekarang berada di tangan kita." Ucap Bara dengan senang.
"Apa yang tidak bisa aku lakukan! Jangankan hanya menangkap wanita naif seperti dia, cih itu tidak bisa di sebut." Ucap Wida dengan sangat sombong.
Dia sangat kesal setelah kejadian itu dirinya tiba-tiba di pecat! Sehingga membuat dia berspekulasi bahwa pelakunya adalah Luna si wanita murahan ini.
Di belakang Bara dan Wida ada beberapa preman yang tampangnya sangat seram! Mereka adalah anak buah dari orang yang waktu itu menemui Bara di rumah sakit.
__ADS_1
"Ha-ha-ha-ha-ha, kamu memang kejam Wida ! Aku saja semakin takut dengan mu." Jawab Bara dengan sedikit memundurkan kepalanya.
"Bawa wanita kecil itu!" Ucap Bara kepada beberapa orang di belakangnya.
"Baik tuan..!" Jawab salah satu dari mereka, yang sepertinya adalah ketu kelompok itu.
Setelah memberikan isyarat, akhirnya beberapa orang membawa pergi Luna.
Restoran itu seketika sepi kembali, hanya lewat beberapa menit setelah Luna di bawa pergi oleh Bara dan Wida, Dion datang ke restoran itu.
Dion melihat ke sekeliling ternyata tidak ada orang sama sekali! Sehingga dia sedikit heran.
"Kemana dia, apa dia sudah pergi?" Ucap Dion dengan lirih.
"Tuan apa ada yang bisa saya bantu?" Ucap pelayan restoran itu.
"Apa tadi ada wanita yang sedang menunggu orang di sini?" Tanya Dion ingin tahu, karena waktunya sudah pas.
Degg..!
Wanita itu langsung berubah mimik wajahnya, namun hanya sebentar akhirnya berubah kembali.
Karena menurut bos mereka, apa yang ada di restoran ini tidak boleh di bocorkan sembarangan! Sehingga dia mencoba mengalihkan ke hal lainnya.
"Wanita itu cantik, tingginya sekitar 165! Rambutnya sedikit bergelombang dan panjang di bawah bahunya....!" Dion masih menjelaskan, meskipun dia tahu ada sedikit perubahan ekspresi.
Karena Dion adalah master sehingga dia langsung paham ada yang tidak beres! Namun dia masih tenang, ini kota Mako dia tidak takut ada bahaya tersembunyi.
Karena beberapa hari ini, dia sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh dengan kelompok Beruang Hitam! Itulah kenapa Dion sering sibuk, bukan hanya melatih saja. Namun dia juga sekalian melakukan inspeksi di seluruh kota Mako.
Dan telah menghancurkan beberapa kelompok kecil yang semena-mena terhadap warga untuk mencari sedikit penghasilan dengan merampas milik mereka.
"Tidak tuan, aku tidak melihatnya!" Ucap wanita itu dengan langkah mengelak.
Mata Dion langsung menyipit! Dia sekarang menjadi tahu bahwa dia sedang berbohong, akhirnya dia berkata dengan sedikit tekanan.
"Di mana bos mu! Aku akan melihat rekaman cctv di restoran ini! Karena teman saya dan saya sudah ada janji bertemu di sini!" Ucap Dion dengan tegas.
Dia melirik cctv dan seketika melirik parkiran, dia melihat ada mobil Luna! Dion sangat tahu karena mobil itu beli bersama dia beberapa hari lalu sehingga dia begitu hafal.
__ADS_1
"Tuan, kamera cctv di restoran ini sedang rusak!" Ucap pelayan wanita itu, seketika tatapan kejam di wajahnya sedikit terlihat.
Woosss..!
Tap..!
Dion mengulurkan tangannya dengan cepat, lalu mencekik leher wanita itu dengan sekali gerakan.
"Katakan yang sebenarnya, apa yang sedang terjadi di sini beberapa waktu lalu?" Ucap Dion setelah mencekik wanita itu.
Merasakan cengkeraman tangan orang yang mencekiknya! Seketika wajahnya langsung memerah akhirnya sedikit berwarna biru.
"Nak, turunan dia dari tangan mu! Jika kamu ingin melihat cctv di sini maka lepaskanlah dia." Ucap seseorang yang keluar dari belakang restoran itu.
Dion mengalihkan pandanganya! Dia melihat ada seseorang paruh baya keluar dari ruang belakang restoran.
"Apa kamu pemilik restoran ini?" Ucap Dion.
"Ya benar'!" Jawab orang tua itu dengan tenang, namun hatinya sedikit gelisah.
Karena cucunya saat ini sedang di cekik oleh Dion! Apa lagi dia adalah cucu satu-satunya yang menurutnya sedikit mempunyai bakat yang bagus.
Baammm...!
Dion langsung melemparkan wanita pelayan di restoran itu dengan cepat, setelah itu dia memandang fokus pada orang tua yang baru saja keluar.
"Kalian membuat konspirasi dengan sangat ceroboh! Sepertinya ini pertama kali kalian melakukan itu." Ucap Dion.
Memang itu pertama kali di lakukan oleh kakek dan cucunya! Ini juga ide cucunya itu yang keras kepala.
Orang tua itu menghela nafas berat, karena dia memang tidak ikut campur! Jika dia ikut campur mana mungkin sesuatu yang sederhana seperti itu akan ada celah.
"Itu bukan rencana kita, terserah kamu mau percaya atau tidak itu kehendak mu anak muda!" Ucap laki-laki tua itu dengan tegas.
"Baiklah, bawa aku ke sana! Sepertinya waktunya terlalu lama terbuang sia-sia." Ucap Dion.
Wanita muda yang tadi di cekik oleh Dion, hanya bisa memandang takut ke arah Dion! Dia baru pertama kali merasakan di dalam hidupnya, pengalaman paling dekat dengan kematian adalah sekarang.
\=
__ADS_1
...