Suami Kedua

Suami Kedua
Gejala Leukemia


__ADS_3

Mendengar Sean harus dirawat inap, pria itu pun mau tidak mau harus ikut tinggal di rumah sakit. Karena kalau berjauhan dengan Sean, pastinya bom dalam tubuh Sean meledak. Dan David tidak ingin kehilangan Sean secepat itu sebelum misinya terwujud.


Sebenarnya David bisa saja mengatur jarak antara dirinya dan Sean agar dia bisa tinggal di rumah. Namun David tidak ingin melakukannya karena khawatir Sean melakukan sesuatu di belakangnya. Mengingat Sean adalah pria cerdik dengan segudang akal.


Sean sebenarnya sudah tidak lagi merasakan pusing dan mual. Hanya rasa itu akan kembali muncul secara tiba-tiba. Namun dia meminta dokter untuk memberikan catatan medis yang sedikit ekstrim, untuk membuat David percaya. Padahal Sean hanya ingin mengetes darahnya saja.


Selama lima hari Sean dirawat di rumah sakit menjadikannya sedikit santai dan tidak tertekan dengan pekerjaan yang diberikan David. Justru kesempatan itu ia gunakan untuk beristirahat dengan tenang.


David yang melihat hasil rekam medis Sean yang menunjukkan bahwa asisten pribadinya terindikasi gejala leukemia, membuatnya sedikit khawatir dan mengusahakan pengobatan terbaik.


“Dokter Smith, tolong usahakan pengobatan yang terbaik buat asisten pribadi saya.” ucap David pada dokter yang menangani Sean.


“Anda tidak perlu khawatir, Tuan. Ini hanya gejala, saya yakin penyakit ini bisa cepat disembuhkan.” Jawab Dokter Smith.


Sebenarnya Sean tidak memerlukan waktu lama di rumah sakit. Hanya saja dia menunggu hasil lab yang ia minta pada Dokter Smith.


Tepat tujuh hari menjalani rawat inap di rumah sakit akhirnya Sean sudah diperbolehkan pulang. dokter mengatakan pada David kalau keadaan Sean sudah membaik. Hanya memerlukan kontrol kesehatan secara rutin sesuai jadwal yang telah ditentukan.


Beberapa hari berlalu. Sean sudah kembali bekerja seperti baisa. Hanya saja David tidak terlalu mengekangnya. Karena dia takut kehilangan Sean.

__ADS_1


Sejak kepulangannya dari rumah sakit, Sean sudah mengantongi hasil tes darahnya. Mulai saat itu juga dia berusaha keras mencari solusi mengenai bom dalam tubuhnya. Setelah mendapat hasil tes darahnya dan mengetahui kandungan logam apa saja dalam darahnya, Sean membuat catatan kecil yang akan diberikan pada Marsha saat nanti berkunjung ke kantor pusat miliknya.


Cara untuk mengambil bom dalam diri Sean tidak serta merta melakukan operasi lalu mengambilnya begitu saja. Karena ternyata itu juga sangat membahayakan tubuhnya. Dan cara jitunya adalah membuat remote pengendali untuk menonaktifkan bomnya terlebih dulu sebelum dilakukan operasi. Dan remote yang dibuat itu harus sama dengan remote yang saat ini dibawa oleh David.


Waktu keberangkatan David dan Sean untuk melakukan kunjungan ke kantor pusat dan beberapa perusahaan yang akan jatuh ke tangan David terpaksa harus diundur karena Sean yang saat itu sedang sakit. Namun hal itu justru membuat Sean mempunyai banyak waktu untuk mempelajari tentang penonaktifan bom dalam tubuhnya itu.


Saat ini Sean, David dan dua orang anak buah David sedang berada dalam jet pribadi milik David yang akan membawanya terbang ke perusahaan milik Sean. Perjalanan yang menghabiskan waktu sekitar sepuluh jam itu Sean gunakan untuk tidur saja.


Selama ini antara David dan Sean hubungannya hanya seperti atasan dan bawahan saja. Karena mulanya mereka berdua adalah musuh, jadi Sean lebih memilih tidak terlalu banyak berinteraksi dengan David kecuali mengenai pekerjaan.


Setibanya di tempat tujuan, David mengajak Sean untuk beristirahat di rumahnya sebelum melakukan pertemuan dengan beberapa rekan bisnisnya. Sean berharap saat pertemuan yang dilakukan di perusahaannya nanti dia bisa mendapat kesempatan memberikan beberapa catatan penting pada Marsha, yang entah melalui siapa. Karena ia yakin dengan penjagaan anak buah David yang sangat ketat.


Saat ini Sean sudah tiba di perusahaannya. Dia bertemu dengan Erick, yang tak lain adalah sekretarisnya. Erick sedikit heran dengan kedatangan bosnya bersama seorang pria yang ia tahu adalah lawan bisnis Billal dulu.


“Selama aku berada di luar negeri, aku telah membangun perusahaan baru di sana, Rick. Dan semua itu melibatkan Tuan David.” Ucap Sean seolah mengerti dengan pikiran Erick saat ini.


“Oh bagitu. Saya senang mendengarnya, Tuan. Kalau begitu silakan masuk. Semua orang sudah menunggu anda.” Erick mempersilakan Sean dan juga David.


Dalam meeting itu Sean menyampaikan beberapa hal mengenai perkembangan perusahaan. Selain itu dia juga memperkenalkan David sebagai partner bisnisnya yang baru dan akan menjadikan perusahaan ini semakin sukses dan Berjaya. Semua peserta meeting sangat takjub dengan hasil pemaparan yang diberikan oleh Sean. Begitu juga dengan David.

__ADS_1


“Bodohh kalian semua! Kalian tidak tahu saja kalau perusahaan ini sudah menjadi milikku.” Batin David sambil tersenyum sinis.


“Baiklah, saya kira meeting kali ini cukup. Karena saya juga akan kembali ke luar negeri untuk menyelesaikan pekerjaan yang lainnya. Saya harap kalian semua selalu bekerja dengan baik. Dan untuk sekretaris Erick, saya minta laporan bulanannya setelah ini.” ucap Sean.


Tepat setelah peserta meeting keluar ruangan, David mendapat telepon dari seseorang. Dan sepertinya sangat privasi. Jadi dia memutuskan untuk keluar ruangan.


Hampir saja Sean akan bernafas lega. Namun ternyata anak buah David diminta masuk ke ruangan itu untuk memantau kegiatan Sean.


.


.


.


*TBC


Jangan lupa votenya guys🤗🤗


Happy Reading‼️

__ADS_1


__ADS_2