Suami Kedua

Suami Kedua
Di labrak


__ADS_3

"Mbok,tolong perhatikan makanan Nayla ya,tiap hari harus di kasih sayur sama susu hamil nya juga mbok" ujar Aslan


"Iya pak"


"Untuk masalah belanja saya serahkan sama mbok Dar aja ya, soalnya Nayla belum bisa belanja bulanan,nanti saya minta list nya sama Nayla mbok" ucap Aslan lagi dan di anggukki mbok Darmi patuh


Aslan membawa segelas susu hamil kedalam kamar.


"Mas kenapa di bawa ke sini sih,aku bisa keluar kok"


"Nggak papa sayang,di minum dulu"


"Makasih ya mas" Nayla mengambil gelas susu yang di pegang sang suami dan meminum nya hingga tandas.


"Oh ya sayang untuk belanja bulanan nya aku kasih mbok Darmi aja ya sayang kamu pasti belum kuat"


"Apa nggak keberatan mbok nya mas, takutnya kebanyakan kerja jadi nggak betah deh" ucap Nayla takut jika sang pembantu keberatan.


"Nggak papa,Mbok Dar bisa kok handle semua nya"


"Kamu nggak kerja mas?"


"Nggak!aku sudah ambil cuti seminggu ini buat temenin kamu dulu"


"Mas kebanyakan libur nggak baik loh"


"Nggak papa sayang,oh ya tadi mbok Dar bilang susu Vero habis aku mau beli di mini market depan dulu ya,kamu mau titip apa?"


"Mau roti aja mas buat cemilan, perasaan nya sedikit mual"


"Oke,kamu tunggu sebentar ya, nanti kita sarapan bareng"pamit Aslan dan di anggukki Nayla sambil tersenyum manis.


Nayla keluar dari kamar nya melihat mbok Dar yang sedang memasak sayur untuk dirinya.

__ADS_1


"Mbok garam nya nggak usah terlalu banyak ya, soalnya mas Hendra nggak suka Asin"


"Iya buk"


"Kenal mas Hendra di mana Mbok?"


"Dari yayasan buk, beliau sedang membutuhkan ART secepatnya jadi saya di minta datang kebetulan saya sedang butuh pekerjaan buk"


"Keluarga mbok di mana?" tanya Nayla penasaran


"Saya datang dari kampung buk"


"Hey.... perempuan binal keluar kamu" pekik seseorang di luar membuat Nayla kaget


"Siapa ya mbok ribut-ribut pagi-pagi begini?" tanya Nayla


"Nggak tau, mungkin tetangga sebelah"jawab mbok Darmi,Nayla yang memang orang nya cuek memilih tetap duduk di meja makan sambil menikmati goreng tempe yang di buat mbok Darmi tapi gedoran dan keras terdengar dari pintu rumah nya.


"Mbok,kaya' nya rumah kita deh" ucap Nayla kaget,mbok Darmi segera mematikan kompor nya dan berjalan keluar.


"Ada apa ya bu?" tanya mbok Darmi


"Mana majikan kamu yang nama nya Nayla itu, suruh keluar!"


"Siapa ya?" tanya Nayla pelan


"O.... jadi ini yang nama nya Nayla,, perempuan berhijab sok suci tapi ternyata pelakor"


"Hati-hati kalau bicara bu,ini majikan saya" bela mbok Darmi, melindungi Nayla di belakang nya tubuh nya.


"Majikan kamu sudah ambil suami saya,dasar pelakor murahan kamu pikir bisa mengambil uang suami saya,saya punya anak dengan mas Hendro!"


"Sabar bu,kita bisa selesai kan baik-baik malu dengan tetangga"

__ADS_1


"Kamu yang malu saya nggak! Pelakor seperti kamu harus di beri pelajaran" ujar nya ingin menarik Nayla tapi di lindungi Mbok Darmi


"Bu..masuk ke dalam bu" perintah Mbok Darmi


"Tapi mbok?"


"Sudah ibu masuk saja dulu,biar saya yang hadapi,saya nggak mau terjadi apa-apa sama kandungan ibu"


Nayla mengangguk segera masuk kedalam kamar kamar.


"Hey, perempuan ******! Kamu hamil dengan suami saya ya, perempuan nggak tau malu kamu" teriak Murni seperti orang kesurupan sementara semua tetangga sudah keluar,Yudha dan Cindy juga sudah melihat daei kejauhan.


Banyak bisik-bisik tetangga yang tidak menyangka bahwa kalau Nayla seorang simpanan karena selama ini Nayla terkenal pendiam ternyata seorang pelakor.


"Ibu-ibu di sini jangan tinggal diam ya, perempuan ini merebut suami saya jadi saya minta tolong di usir dari tempat ini" teriak Murni


"Siapa yang di usir?" tanya Aslan baru datang membuat Murni terdiam


"Bapak siapa?" tanya Murni balik, karena memang dia tidak tau siapa bos suaminya.


"Saya pemilik rumah ini" tegas Aslan karena melihat ada keributan di depan rumah nya.


Cindy dan Yudha yang melihat bos mereka ada di rumah itu menjadi kaget,apa hubungan Nayla dan pak Aslan bos besar mereka?


"Bapak jangan bercanda, rumah ini di beli sama suami saya untuk simpanan nya Nayla"


"Jangan sembarang bicara kamu,Nayla istri saya,bukan simpanan" marah Aslan menunjuk perempuan tersebut


Murni melirik kearah Yudha dan Cindy yang mengawasi nya dari kejauhan dan sekarang langsung tancap gas sedangkan Murni hanya terdiam kaku,dia salah orang.


"Cindy" pekik Murni hendak pergi tapi di tahan Aslan


"Selesai kan kekacauan yang sudah anda buat" tegas Aslan membuat Murni ketakutan....

__ADS_1


__ADS_2