
Semua orang yang sedang berada dalam ruangan itu heran, bingung, sekaligus terkejut saat melihat sikap Chandra yang tampak aneh. Khususnya Lidia. Anak sulungnya itu biasanya akan memeluknya erat jika lama tidak bertemu. Bahkan menurut Lidia, Chandra lah anaknya yang paling dekat dengannya. Namun kenapa sekarang seperti itu. Kenapa Chandra berubah. Apa Chandra sudah tidak sayang lagi dengannya?
“Mama!” panggil Feby pada Mama Pelangi setelah mengurai pelukannya pada Mama Lidia.
Sedangkan Lidia duduk di samping suaminya dengan menunjukkan wajah sedihnya. Sean yang heran dengan sikap Chandra baru saja, kini dibuat heran lagi dengan sikap istrinya.
“Maaf, Ma! Mungkin Chan benar-benar ngantuk. Karena tadi habis jenguk Reza, Chan makan terlalu banyak.” Ucap Feby menjawab rasa penasaran kedua orang tua dan mertuanya.
Setelah itu Feby juga menceritakan keheranannya terhadap sang suami yang menginginkan makanan khas Indonesia. Tidak hanya itu, bhakan Chandra tadi memesan makanan yang sangat banyak dan menghabiskannya sendiri.
Lidia dan Pelangi saling lirik. Kini kedua calon nenek itu mengerti apa yang sedang terjadi dengan Chandra. Yaitu Chandra sedang mengidam.
“Kenapa kamu senyum-senyum sendiri? Barusan murung, sekarang senyum-senyum?” tanya Sean pada Lidia.
“Chan sedang ngidam.” Jawab Lidia dan Pelangi bersamaan.
Akhirnya kedua pasangan suami istri itu paham kalau Chandra sedang mengalami sindrom kehamilan simpatik. Dimana istrinya yang hamil, namun suaminya yang ngidam. Lidia sedikit beersyukur ngidamnya Chandra tidak menyiksanya seperti mengalami morning sickness atau pusing mual jika mencium bau yang membuat indera penciumannya sensitif. Berbeda dengan Sean dulu yang sering mual-mual saat hamil Kavi.
Feby juga baru merasakan keanehan suaminya hari ini. sebelumnya juga Chandra makan dengan porsi normal.
“Ya sudah lebih baik kamu istirahat dulu, Feb! wanita hamil harus banyak beristirahat dan tidak boleh capek.” Ucap Lidia dan dingguki Feby.
Feby memasuki kamarnya. Terlihat Chandra sedang tidur sambil mendengkur. Bahkan bajunya masih sama seperti yang dipakai saat bepergian tadi. Feby melihatnya hanya bisa menggelengkan kepala.
__ADS_1
Tak lama kemudian Feby berganti baju dan ikut menyusul sang suami tidur. Feby tidur sambil memeluk tubuh suaminya dari belakang. Rasanya sangat nyaman dan menentramkan. Setelah akhir-akhir ini hidupnya dibuat seperti naik reller coaster, karena begitu banyak masalah yang menghampiri bahkan hampir mengancam nyawanya dan juga Chandra.
Setelah mendengar kabar kematian Tuan Ibra, kini Feby bisa tenang menjalani hidupnya. Terlebih masa kehamilan pertamanya.
Feby semakin erat memeluk suaminya hingga tanpa sadar membuat tidur Chandra terusik. Namun Feby mengabaikannya. Mungkin sebentar lagi Chandra akan kembali melanjutkan tidurnya.
Feby terkejut saat tiba-tiba Chandra meraih tangannya yang sejak tadi melingkar di perutnya. Chandra mengarahkan tangan istrinya menuju adik kecilnya yang mulai terbangun. Sontak saja Feby melepasnya dengan kasar.
“Sayang, kamu harus tanggung jawab!” ucap Chandra setelah berbalik badan menghadap istrinya.
“Bu..bukannya kamu sedang tidur?” tanya Feby mendadak gugup. Apalagi saat ini dia bisa melihat tatapan sayu yang suami yang sudah siap untuk menerkamnya.
“Tidurku terganggu karena ulah kamu hingga membangunkannya.” Jawab Chandra lalu kembali meraih tangan Feby dan mengarahkannya pada si junior.
Feby menggeleng samar. Padahal niatnya ingin menyusul Chandra tidur, tapi kenapa harus jadi seperti ini.
Kedua tubuh mereka saling membelit dengan memperdalam aktivitasnya bertukar saliva. Dengan gerakan cepat, Chandra mengubah posisi Feby berada tepat di atasnya. Dia tidak ingin meinindih tubuh Feby yang nantinya akan menyakiti calon buah hatinya.
Meskipun Feby sudah beerpindah posisi, namun keduanya masih menikmati lumatannya. Tangan Chanbdra juga bergera aktif dengan meremass pantat istrinya dengan memberikan rangsangann.
Feby melenguh di tengah-tengah ciumannya. Tangan Chandra mulai menelusup ke pinggang istrinya. Mengangkat bajunya sampai ke atas hingga ia bisa merasakan kulitnya yang halus. Setelah itu Chandra mulai membuka pengait yang menutup kedua aset milik istrinya.
Feby melepas ciumannya bersamaan dengan pengait itu terlepas. Chandra pun segera melepas baju Feby hingga wanita itu hanya bertelanjang da-da dan menunjukkan dua buah segar yang menggantung tepat di hadapannya.
__ADS_1
Chandra segera meraup keduanya secara bergantian. Feby menahan tubuhnya dengan bertumpu pada kedua tangannya. dia sangat menikmati aktivitas suaminya yang tampak rakus meminum air langsung dari sumbernya. Bahkan saking menikmatinya, Feby sampai menekankan kedua asetnya sampai membuat Chandra kualahan.
Ternyata hormon kehamilan membuat Feby lebih mudah on fire. Wanita itu memaksa turun sejenak, lalu melepas semua kain yang menutup tubuhnya. Chandra yang tahu dengan keinginan istrinya, dia pun melepas sendiri pakaiannya dan menunjukkan si juniornya yang sudah menantang dan ingin dimanjakan oleh sang istri.
Chandra kini melenguh panjang saat si junior itu mulai dimanjakan dengan mulut mungil sang istri. Sungguh Feby sangaat pandai sekali melakukannya.
Setelah beberapa saat Feby mulai merangkak lagi ke atas tubuh Chandra. Dengan gerakan perlahan ia mulai mencari kenikmatan yang sejak tadi sudah ia inginkan.
Chandra dan Feby sama-sama mendesahh saat junior Chandra sudah memenuhi liangnya sampai terasa begitu sesak.
“Bergeraklah dengan pelan, Sayang!” titah Chandra tak ingin membuat istrinya kelelahan.
Feby mengangguk dan mulai bergerak pelan.
Tok tok tok….
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Pakettt!!!🤣🤣🤣 Lama ga ada belanja online🤣🤣✌️✌️
Happy Reading‼️