Suami Kedua

Suami Kedua
Hanya Modus


__ADS_3

Dokter Smith menghela nafasnya pelan setelah mendengar kalimat Sean yang tidak menerima penolakan. Akhirnya dia menerima saham pemberian Sean yang Cuma-Cuma itu, walau menurutnya itu sangat berlebihan.


“Baiklah. Saya menerimanya. Saya sangat berterima kasih banyak, Tuan. Mulai sekarang, apapun yang anda dan keluarga anda butuhkan, saya tidak segan-segan untuk membantu anda.”


Sean hanya mengangguk tersenyum.


“Tapi sayangnya saya tidak tinggal di negara ini, dok! Jadi keluarga saya tidak bisa menikmati fasilitas berobat di rumah sakit anda dengan gratis.” Selorohnya dengan bercanda.


“Bukankah anda pemilik perusahaan itu? Kenapa tidak memilih pindah ke neegara ini saja?” tanya dokter Smith.


Sean terdiam. Ada benarnya juga yang dikatakan oleh dokter Smith. Perusahaannya ada di negara ini, sementara di negara kelahirannya Sean tidak memiliki asset perusahaan. Sedangkan untuk pulang ke tanah air, Sean masih belum memikirkannya.


“Ada benarnya juga dengan saran dokter. baiklah nanti akan saya pikirkan lagi. sekarang saya pamit undur diri dulu. Sampai jumpa lain waktu, dok!”


Mereka berdua berjabat tangan lalu Sean pergi meninggalkan ruangan dokter Smith dan segera menuju hotel.


Rencana Sean akan pulang besok. Namun sebelumnya, ia akan pergi ke kantor terlebih dulu, sekaligus meminta pendapat Fredy tentang usulan dokter Smith tadi.


Keesokan harinya Sean dan Fredy sudah berada di kantor. ia tampak sibuk dengan beberapa dokumen yang membutuhkan tanda tangannya. di perusahaan itu Sean juga memiliki orang kepercayaan yang akan menggantikannya di saat dia tidak berada di kantor.


“Tuan, ini saya sudah mengecek beberapa data. Sepertinya ada sedikit hal yang perlu ditambah dan dikurangi.” Ucap Fredy yang sejak tadi ia juga berada dalam satu ruangan dengan Sean.


Sean menerima dokumen itu dan meneliti isinya. Sean bangga dengan kerja Fredy. Dia juga setuju dengan beberapa hal yang disampaikan oleh Fredy baru saja.


“Fred, bagaimana pendapatmu jika aku dan keluargaku pindah ke negara ini saja?”


“Menurut saya memang lebih baik seperti itu, Tuan. Bisa saja anda melakukan pekerjaan anda dari rumah, namun anda tetap akan berkunjung kesini setidaknya dua kali dalam sebulan. Apalagi perusahaan ini sedang sibuk-sibuknya.”


Sean hanya manggut-manggut mendengar saran Fredy. “Baiklah, nanti akan aku bicarakan dengan istriku saja.” Lanjutnya.

__ADS_1


Setelah semua pekerjaan Seaan dan Fredy selesai, hari itu juga Sean memutuskan untuk pulang.


***


Di waktu yang sama di negara yang berbeda, tampak seorang gadis kecil sedang terlelap tidur di atas pangkuan seorang pria dewasa.


Xander mengusap lembut rambut Angel sambil sesekali mengganti kain basah untuk mengompres kening Angel.


Beberapa waktu sering menghabiskan waktu bersama dengan adik-adik Silvia, perlahan Xander sudah bisa meluluhkan hati Deva dan Angel. Bahkan Angel kini semakin bersikap manja pada Xander. Seperti sekarang saja, sejak sore tadi badan Angel demam dan justru mencari Xander. Alhasil, malam ini Xander sudah berada di rumah Silvia karena tidak tega meninggalkan Angel yang sedang sakit. Anak itu juga tidak mau jauh dari Xander, calon kakak iparnya.


Cklek


Silvia masuk ke dalam kamar Angel untuk mengajak Xander makan malam. namun pria itu sama sekali tidak bisa beranjak dari duduknya, karena Angel akan bangun dan menangis.


“Angel memang begitu kalau sedang sakit. Tapi kini dia sedang dekat dengan kamu, jadi ya kamu yang menjadi sasaran manjanya.” Ucap Silvia.


“Tapi kamu belum makan malam, Xander! Biar aku gantiin saja yang memangku Angel, aku akan membangunkannya karena sudah waktunya dia minum obat.”


“Jangan! Kasihan dia sedang nyenyak. Nanti saja banguninnya, lagipula demamnya sudah perlahan turun.”


“Ya sudah, aku ambilkan buat kamu saja.”


Silvia keluar kamar Angel dan mengambilkan makan malam untuk Xander.


“Bagaimana aku bisa makan kalau posisiku seperti ini?” tanya Xander saat Silvia sudah memberikannya piring berisi nasi beserta lauknya.


Akhirnya Silvia menyuapi Xander. Dan pria itu sama sekali tidak menolak. Justru sangat kegirangan.


“Terima kasih!” ucap Xander setelah perutnya kenyang.

__ADS_1


“Sepertinya Angel sudah bisa ditinggal. Badannya juga sudah tidak demam. Lebih baik kamu tidurkan saja dia.”


Xander pun meletakkan kepala Angel di atas bantal. Ternyata benar. Anak itu sangat lelap tidurnya, dan Xander bisa bernafas lega. Setelah itu Xander keluar dari kamar Angel.


“Sudah malam. lebih baik kamu pulang dan istirahat. Besok kamu juga kerja kan?”


“Kamu mengusirku?” tanyanya datar.


Silvia menghadap Xander setelah mendengar pertanyaan pria itu yang bernada datar.


“Bukan seperti itu. Tapi aku lebih memikirkan kesehatan kamu.”


“Aku akan menginap di sini. bagaimana jika nanti tengah malam Angel menangis mencariku?”


Silvia juga bingung jika yang dikatakan oleh Xander benar. Walau sebenarnya Xander hanya modus agar bisa terus berada di dekat kekasihnya.


“Baiklah, aku akan bereskan kamarku dulu sebelum kamu tidur. Nanti aku akan tidur bersama Angel atau Deva saja.” Ucap Silvia lalu bergegas masuk kamar.


.


.


.


*TBC


Othor tambahin 1eps lagi ya, buat gantinya kemarin🤗


Happy Reading‼️

__ADS_1


__ADS_2