Suami Kedua

Suami Kedua
salah sasaran


__ADS_3

"Maaf kan saya pak,Bun saya pikir ibu Nayla simpanan suami saya"isak Murni


"Bagaimana bisa anda mengira istri saya simpanan suami Anda sedangkan istri saya saja tidak mengenal suami anda"marah Aslan


"Pinta suami anda datang sekarang juga" bentak Aslan lagi, dengan gemetar Murni menghubungi suaminya.


Ini semua karena Cindy yang sudah menghasut nya jadi dia gelap mata mendatangi tanpa mencari tau terlebih dahulu bukti nya.


"Mas" panggil Nayla dia tidak ingin memperbesar masalah tapi sepertinya sang suami tengah marah besar.


Aslan melirik sejenak ke arah Nayla untung saja Vero tidak menangis karena kekacauan ini jika sampai Vero ketakutan Aslan tidak segan-segan membawa permasalahan ini ke jalur hukum.


"Saya benar-benar minta maaf pak,buk" ujar Murni lagi


"Mama" panggil pak Hendro yang baru datang melihat sang istri sudah terduduk sambil menangis


"Papa, tolong mama pa" ujar nya memeluk sang suami


"Jadi ini suami anda"

__ADS_1


"Pak Aslan! Loh kenapa ada bapak di sini? Ada apa?" tanya pak Hendro


"Begini pak Hendro istri anda sudah datang melabrak istri saya dan menuduh kalau istri saya simpanan istri anda" jelas Aslan tanpa basa-basi membuat pak Hendro terkejut pasalnya sang istri berani melabrak istri atasan nya.


"Mama! Apa benar yang di katakan pak Aslan?" tanya pak Hendro pada istrinya dan di anggukki Murni.


"Astaghfirullah ma,kamu tau pak Aslan ini siapa?" bentak pak Hendro


"Beliau atasan papa di kantor ma,pak Aslan ini pemilik perusahaan" jelas pak Hendro membuat Murni terkejut begitu juga Nayla,apa yang di sembunyikan sang Suami padanya.


Nayla menatap Aslan lekat membuat Aslan salah tingkah.


"Cepat minta maaf ma"


"Ma! Kebiasaan deh kamu main labrak orang dan sekarang kena batu nya bukan!"


"Pak Aslan saya minta maaf sekali pak, tolong jangan pecat saya pak"


"Saya mau besok di selesaikan di kantor saja pak Hendro dan siapa saja yang terlibat besok datang ke ruangan saya sekaligus saya ingin mengenalkan istri saya" tegas Aslan membuat Pak Hendro mengangguk patuh,dia pamit dan menarik istri nya keluar rumah tersebut sedang kan Nayla masih menatap sang suami ingin penjelasan lebih lanjut

__ADS_1


"Sayang mas melakukan semua nya ada alasan" jelas Aslan mengekori Nayla masuk ke dalam kamar.


"Jelas kan mas?" pinta Nayla


"Kamu meminta kita menikah saat baru beberapa hari kita bertemu,jujur saat itu mas belum terlalu yakin jadi mas takut jika terjadi perdebatan dan berakhir perpisahan karena mas seorang pengusaha akan berdampak pada usaha mas" jelas Aslan


"Lalu mas menyembunyikan semua ini?"


"Mas mengaku salah sayang! Mas melakukan nya hanya karena takut itu saja tapi jujur saat ini mas sudah mencintai kamu dan Vero mas tidak ingin kita berpisah, apalagi sekarang sudah ada nyawa lain di rahim kamu" Ujar Aslan membuat Nayla terdiam,awal dia menikah juga hanya untuk menghapus talak nya tapi siapa sangka dia justru jatuh cinta dengan perlakuan sang suami.


"Awalnya mas ingin langsung jujur pada kamu setelah menikah tapi mas lihat pribadi kamu yang sederhana membuat mas takut kamu menjauh jadi ya mas jalani saja dulu,tapi siapa sangka sekarang malah mantan suami kamu si Yudha itu yang datang sendiri membongkar nya"


"Mas Yudha!"


"Ya,mas tau kalau Yudha bekerja di perusahaan mas dari Bayu tapi mas tidak mau tau tentang itu,mas takut kamu malah kembali pada nya dan sekarang setelah kamu di nyatakan hamil anak mas akan memperkuat hubungan kita jadi mas ingin mereka semua tau kalau kamu istri mas"


"Tapi mas-"


"Sayang,kita tidak akan pernah berpisah mas akan ambil hak asuh Vero untuk kamu jadi jangan takut kan apapun ya" ujar Aslan mencoba menenangkan hati sang istri.

__ADS_1


***


"Maaf saya beberapa hari ini tidak up,saya keluar kota jadi di perjalanan susah mau nulis, insyaallah besok sudah up seperti biasanya 🙏🙏


__ADS_2