Suami Kedua

Suami Kedua
Bulan Madu


__ADS_3

Semenjak saat itu hubungan Sean dan Lidia sudah membaik seperti semula. Sean pun juga sudah menyelidiki siapa pria asing yang sudah berani memberikan berita bohong tentangnya pada Lidia. Berdasarkan informasi yang dia dapat dari Tuan Ben, pria asing itu ternyata bukan tamu undangan. Tuan Ben juga sudah meminta maaf secara langsung terhadap Sean dan juga Lidia mengenai pertanyaan MC yang dilontarkan saat acara pesta saat itu.


Sean pun tak menyerah begitu saja. Dia terus menyelidiki siapa pria asing itu. Karena selama belum ditemukan, keberadaan pria itu akan semakin membahayakan.


Dan tidak membutuhkan waktu lama, Sean bisa menemukan siapa pria asing itu. Ternyata pria itu adalah salah satu pengusaha yang sangat iri dengan prestasi yang Sean dapat. Lalu dia mencari cara bagaimana cara menghancurkan karir Sean.


Namun semua rencana yang disusun oleh pria itu tidak membuahkan hasil. Sean sampai mendatangi kantor pria itu agar meminta maaf dan berhenti mengganggunya. Sean juga mengancam akan menghancurkan perusahaannya dalam waktu sekejap jika dia masih terus mengganggu hidupnya. Pria itu sangat ketakutan, dan lebih memilih meminta maaf.


***


Waktu berlalu begitu cepat. Perusahaan Sean juga semakin berkembang dengan pesat. Bahkan dalam waktu singkat dia bisa membangun perusahaan cabang yang masih berada di lingkup kota J. dan Sean menyerahkan perusahaan cabang agar dikelola oleh Xander.


Sean sangat bersyukur, dengan dukungan dan rasa cinta yang besar dari sang istri, dia bisa berada pada titik ini. berpengalaman dari kasus yang menimpanya dulu, Sean bekerja dengan sangat hati-hati agar tidak dengan mudah hasil jerih payahnya dihancurkan oleh tangan-tangan rakus tak bertanggung jawab.


Mengenai David, sampai saat ini Sean sudah tidak pernah lagi mendengar kabarnya. Berdasarkan informasi terakhir yang dia dapat, saat ini pria itu sedang disibukkan dengan perusahaannya yang ada di luar negeri. sedangkan perusahaan hasil mencuri miliknya dulu diserahkan oleh salah satu anak buahnya. Namun Sean tidak bisa meremehkan pria itu begitu saja meski saat ini keadaan keluarganya sudah aman. Siapa tahu ada rencana yang telah disusun oleh pria tua itu.


Cklek


Sean melirik sekilas siapa yang tiba-tiba saja masuk ke ruangannya tanpa mengetuk pintu. Siapa lagi kalau bukan Xander. Dengan muka datar tanpa rasa bersalah, pria itu duduk lalu memberikan sebuah undangan pada Sean.


“Minggu depan ada acara pesta ulang tahun perusahaan Tuan Kenzo. beliau menitipkan undangan ini padaku saat aku sedang meeting tadi.” ucap Xander.

__ADS_1


“Aku nggak tahu bisa datang atau tidak. Aku takut Lidia akan kembali teringat dengan kejadian dulu.” Jawab Sean.


“Ajaklah dia bicara baik-baik. Aku yakin pasti tidak ada kejadian seperti dulu. Lagipula tidak enak dengan Tuan Kenzo jika kamu tidak hadir.” Ucap Xander dan Sean hanya mengangguk pelan.


Setelah menyampaikan undangan itu, Xander berpamitan undur diri. Jujur dia sangat senang dengan acara yang akan diadakan oleh Tuan Kenzo. karena di acara nanti, semua karyawan perusahaan cabang Tuan Kenzo yang ada di kota B diwajibkan hadir. Otomatis Silvia akan datang. Dan dia bisa melepas rindu dengan kekasihnya yang sudah lama tidak pernah bertemu.


Sesuai yang disarankan oleh Xander, Sean memberitahukan perihal undangan dari Tuan Kenzo pada Lidia. Awalnya Lidia memang menolak, namun dengan berbagai bujukan sang suami akhirnya Lidia mau untuk datang.


“Kamu tenang saja, aku jamin tidak akan  ada kejadian seperti dulu. Lagipula kamu juga sudah kenal akran dengan istri Tuan Kenzo, bukan?”


“Iya. Baiklah. Kalau begitu tolong besok temani aku ke butik untuk membeli gaun.” Pinta Lidia.


Tak lama kemudian, saat Sean tengah asyik menikmati weekendnya dengan Lidia tiba-tiba saja Bu Dewi datang menghampiri keduanya. Bu Dewi ingin meminta ijin satu hari untuk pulang, karena anaknya sedang sakit.


“Iya, Bu Dewi saya ijinkan. Meskipun tidak satu hari atau menunggu sampai anak Bu Dewi sembuh, aku tidak keberatan, Bu.” Ucap Lidia.


“Terima kasih, Nyonya. Tapi saya janji hanya satu hari saja.” Sahut Bu Dewi.


“Terserah Bu Dewi saja kalau begitu.” Ucap Lidia akhirnya.


Setelah Bu Dewi pergi, Sean kembali melanjutkan obrolannya dengan Lidia.

__ADS_1


“Sayang, dua bulan lagi ulang tahun Viana yang kedua. Bagaimana kalau setelah ulang tahun Viana nanti, kita berbulan madu?”


“Kamu ini ada-ada saja pakai acara bulan madu, seperti pengantin baru.” Ucap Lidia dengan diiringi candaan.


“Tapi kita kan memang belum pernah bulan madu. Kamu ingat, harusnya saat ini rahim kamu sudah siap menampung benihku, bukan? Tapi aku ingin melakukannya nanti, kita program dulu ke dokter dan melakukannya tanpa pengaman saat bulan madu. Biar kesannya seperti pengantin baru. Bagaimana?” tanyanya dengan tersenyum smirk.


Muka Lidia memanas. Siap nggak siap dia harus siap untuk kembali hamil. Bagaimanapun juga Sean menginginkan keturunan yang lahir dari rahimnya.


“Baiklah, aku setuju.”


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️


 

__ADS_1


__ADS_2