Suami Kedua

Suami Kedua
Kabar Bahagia


__ADS_3

Xander sama sekali tidak keberatan jika harus direpotkan oleh Sean mengenai perusahaan. Terlebih sekarang ada perusahaan Sean yang ada di kota B. jadi sedikit banyak nantinya Xander akan tetap ikut membantu.


Beberapa saat kemudian, Sean, Lidia, dan anak-anaknya tengah bersiap menuju bandara. Xander pun menjemput sang istri untuk ikut mengantar kepergian keluarga Sean.


Silvia sangat terkejut saat mengetahui kenyataan bahwa Lidia akan tinggal menetap di luar negeri. wanita itu sangat sedih karena belum sempat menghabiskan waktunya bersama anak-anak Lidia.


Di Bandara.


Sejak tadi Silvia enggan melepas gendongannya pada Viana. Meski anak itu sudah bisa jalan sendiri, bahkan berlari-lari, namun Silvia rasanya tidak ingin melepasnya.


“Kamu kenapa sih buru-buru balik? Sekarang tinggalnya jauh lagi. kalau di kota j, mungkin aku bisa sering kesana kalau kangen sama anak-anak kamu.” Tanya Silvia pada Lidia yang sedang menggendong Kavi.


“Ya beginilah peran istri yang sebenarnya. Harus selalu ikut kemanapun suaminya pergi dan dimanapun suaminya akan mengajaknya tinggal.” Jawab Lidia.


Silvia hanya menghembuskan nafas pelan. Memang benar yang dikatakan oleh Lidia. Namun rasanya Silvia tetap tidak rela berpisah dengan para bocah lucu itu.


Karena pesawat yang ditumpangi Sean dan Lidia beberapa saat lagi akan take off, mau tidak mau Silvia harus merelakan kepergian mereka, khususnya anak-anak Lidia. Xander hanya memeluk istrinya yang sedang sedih.


“Kalian hati-hatilah. Jangan lupa selalu kasih kabar buat kita!” pesan Xander.


“Tentu saja. Kalian juga, kita tunggu kabar baiknya. Semoga segera mendapat momongan.” Sahut Sean.

__ADS_1


Setelah pesawat itu take off, Xander segera mengajak sang istri pulang.


***


Waktu berlalu begitu cepat. Beberapa bulan setelah Xander dan Silvia menikah, mereka sudah diberi kepercayaan untuk mendapatkan momongan. Ya, Silvia dinyatakan hamil.


Kabar tersebut juga sudah sampai di telinga Sean dan Lidia. Mereka berdua juga tak kalah bahagianya mendengar Silvia hamil. Lidia hanya bisa berpesan pada Silvia agar bisa menjaga kandungannya dengan baik.


Dan semenjak saat itu Xander juga memutuskan untuk membeli rumah baru yang lebih besar dan bisa ditinggali bersama adik-adik Lidia. Mereka hidup bahagia, meskipun Silvia sering mendrama di kehamilannya yang masih muda itu. Dan di saat itu lah kesabaran Xander benar-benar diuji. Karena dulu saat menjaga Lidia hamil, menurut Xander sangat berbeda dengan saat Silvia yang hamil. Yang menurutnya sangat merepotkan bahkan menyusahkan. Terutama masalah ngidamnya yang aneh-aneh. Namun Xander tidak berani mengatakannya secara langsung pada sang istri. Yang ada Silvia akan marah-marah padanya dan berujung tidak mendapatkan jatah harian. Jadi yang dilakukan Xander hanya sabar, sabar, dan sabar.


Kabar bahagia pun datang lagi. setelah mendengar kehamilan Silvia, kini Sean dan Lidia mendapat kabar tentang pernikahan Leon dan Marsha. Dan rencana pesta pernikahan mereka berdua akan digelar satu bulan lagi. jadi Sean dan Lidia harus menghadiri acara tersebut. Hanya saja Sean tidak bisa mengajak semua anak-anaknya.


Sean berencana akan mengajak Kavi saja. Karena anak itu masih kecil dan tidak bisa ditinggal lama oleh mamanya. Dan Sean juga tidak bisa menghabiskan waktunya lama-lama saat pulang nanti.


“Sayang, apa kamu yakin tidak mengajak Viana?” tanya Sean sebelum berangkat menuju bandara.


“Iya. Lagipula ada Bibi Anne. Aku justru kasihan jika mengajaknya. Kita juga pulangnya hanya sebentar.” Jawab Lidia.


Ya, semenjak kepindahan Sean dan Lidia. Mereka juga mengajak serta Bibi Anne dan suaminya. Bibi Anne juga sangat menyayangi anak-anak Sean. Jadi dia tidak khawatir lagi jika harus meninggalkan anak-anaknya seperti saat ini.


“Baiklah kalau begitu.” Jawab Sean akhirnya.

__ADS_1


Setelah itu mereka berdua pergi ke bandara diantar oleh Jonathan, suami Bibi Anne.


Lidia senang bisa kembali pulang walau hanya sebentar. Setidaknya dia bisa bertemu dengan Silvia. Terlebih Marsha yang menjadi tujuan utamanya.


Beberapa jam menghabiskan waktu di udara, akhirnya Sean dan Lidia sudah tiba di kota B. ia segera mengajak sang istri menuju hotel dimana dia akan menginap sekaligus acara pernikahan Leon dan Marsha akan digelar.


“Sayang, ini sudah malam. lebih baik kamu istirahatlah dulu. Kavi juga sangat nyenyak tidurnya.” Ucap Sean saat baru saja memasuki kamar hotel.


“Tapi aku mau mandi dulu.” Jawab Lidia.


“Baiklah. Biar aku yang jaga Kavi.”


“Tidak mau. Aku ingin kita mandi bersama.”


Sean menelan ludahnya kasar. Dia terkejut mendapat ajakan mandi bersama dari sang istri. Walau hal itu sudah biasa baginya. Hanya saja Sean tidak menyangka, di saat lelah seperti ini setelah melakukan penerbangan jauh, justru sang istri menginginkan hal itu.


“Dengan senang hati, Sayang!” jawabnya seraya meraup bibir Lidia lalu mendorongnya pelan masuk ke kamar mandi.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading‼️


__ADS_2