Suami Kedua

Suami Kedua
Nomor Asing


__ADS_3

Silvia duduk di sebalah Xander. Mobil itu membawa mereka ke salah satu restaurant mewah. Beberapa saat kemudian mereka sudah tiba. Xander menggandeng tangan Silvia menuju ruangan VVIP. Awalnya Silvia sangat tidak nyaman dengan sikap Xander. Namun saat akan melepas gandengan tangannya, Pria itu semakin mencengkeram kuat tangannya. hingga Silvia hanya bisa pasrah.


Seorang pelayan masuk mencatat menu makanan pesanan Xander. Pria itu memesan beberapa menu makanan tanpa menanyakan pada Silvia. Xander cukup yakin dengan apa yang dipesan, pasti Silvia mau.


Sambil menunggu pesanan datang, Xander duduk mendekati Silvia. Sedangkan yang didekati merasa sangat tidak nyaman. Terlebih tempat itu dalam keadaan tertutup dan tidak ada satu orang pun yang melihatnya.


“Tuan, jangan seperti ini!” protes Silvia karena merasa tak nyaman.


“Aku hanya ingin dekat dengan wanita aku cintai.” Jawabnya dengan tubuh sudah merapat.


Silvia menghembuskan nafasnya pelan. Meski ia tak menemukan kebohongan dari sorot mata Xander, namun entah kenapa hatinya masih meragu. Rasanya belum siap jika harus menjalani sebuah hubungan secepat ini dengan pria yang sempat menorehkan luka di hatinya.


“Aku benar-benar mencintaimu, Silvia. Aku tidak memaksa kamu untuk membalas perasaanku secepatnya.” Ucap Xander.


“Maaf, Tuan. Saya masih butuh waktu.” Jawab Silvia.


“Baiklah, aku akan sabar menunggumu.” Ucap Xander pasrah walau sedikit kecewa dengan jawaban Silvia, tapi dia harus memakluminya karena mungkin Silvia masih terbayang dengan perbuatan tak senonohnya saat itu.


***


Sesuai yang dijanjikan oleh Sean pada Chandra, hari ini dia mengajak Chandra beserta Lidia dan juga Viana jalan-jalan. Mereka hanya pergi ke mall saja. Karena selain disana menyediakan wahana permainan untuk anak-anak, di mall juga terdapat outlet penjual macam-macam buku seperti yang diinginkan oleh Chandra.


Sikap Lidia terhadap Sean juga sudah membaik seperti biasa setelah terjadi kesalah pahaman dengan Fredy kemarin.


Hari ini Chandra tampak senang karena akan diajak keluar untuk jalan-jalan. Sebenarnya Lidia dan Sean sangat kasihan melihat anaknya yang selalu terkurung di rumah. selama menjalani homeschooling-nya memang sangat jarang Sean mengajak anaknya keluar jalan-jalan. Selain pekerjaan kantor yang sangat padat, Sean juga was-was akan keselamatan keluarganya.


“Chan suka?” tanya Sean saat mereka sudah berda dalam mall.


“Suka sekali, Yah. Sekarang Chan ingin beli buku dulu setelah itu bermain.” Ucapnya antusias.


“Apapun yang Chan inginkan, Ayah pasti kabulkan.” Jawab Sean.


Lidia tersenyum melihat interaksi suami dan anaknya. dia hanya mengikuti keduanya dari belakang sambil menggendong Viana yang sudah mulai aktif dan minta turun.


Mata Chandra berbinar saat melihat beraneka macam buku bacaan. Dia memilih beberapa buku yang menurutnya menarik. Kemudian Sean membawanya ke kasir untuk melakukan pembayaran.

__ADS_1


Puas membeli buku, kini saatnya Sean membawa Chandra ke wahana permainan anak. Namun sebelumnya, Sean mengajak anak istrinya makan malam terlebih dulu.


Sean membiarkan Chandra bermain sepuasnya. Sementara dirinya dan Lidia menunggu di tempat yang tak jauh dari Chandra bermain.


“Tuan Sean!” panggil seseorang yang baru saja memasuki wahana permainan anak.


Sean menoleh pada pria yang memanggilnya. Pria itu datang bersama istri dan kedua anaknya. Sean sempat heran, bukankah pria yang juga pengusaha itu tinggal di kota B, kenapa sekarang bisa ada disini.


“Maaf. Tuan Kenzo? bagaimana bisa anda juga berada di kota ini?” tanya Sean setelah Lidia menyenggol lengannya karena melihat suaminya hanya diam saja.


“Iya. Sebenarnya memang di kota ini saya tinggal. Hanya saja beberapa tahun saya harus mengurus perusahaan saya yang ada di kota B. jadi saya tinggal disana. Kini saya harus kembali lagi ke kota ini, karena Papa saya sering sakit-sakitan.” Jawabnya.


Sean hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Tuan Kenzo. hubungan keduanya juga sangat baik karena perusahaan mereka juga tengah menjalin kerjasama. Hanya saja bukan Sean dan Kenzo yang menjalankan melainkan asisten mereka masing-masing.


Lidia juga menyapa hangat istri Tuan Kenzo. setelah itu mereka duduk bersama semabari menunggu anak-anak meereka bermain. Kebetulan anak kedua Tuan Kenzo juga seumuran dengan Chandra.


Para orang tua itu sangat senang melihat anak-anak mereka sudah akrab. Terlebih antara Chandra dan Feby, anak pertama Tuan Kenzo yang dulu hampir saja menjadi korban penculikan bersama Chandra.


Tanpa mereka sadari, sejak tadi ada orang yang terus mengawasinya. Orang itu berdiri tak jauh dari tempat Sean dan Lidia duduk. Kemudian pria itu mengambil ponsel dalam sakunya dan mengetik sesuatu. Lalu kembali memasukkan ponselnya dan bergegas pergi meninggalkan mall.


Sean mengambil ponselnya saat terdengar notif pesan masuk. Pria itu mengerutkan kening saat membaca pesan dari nomor asing. Matanya memindai mencari keberadaan orang yang mengirim pesan berisi peringatan itu. Namun dia tak menemukan seseorang yang mencurigakan.


“Ada apa?” bisik Lidia.


“Ah, nggak ada apa-apa.” Jawab Sean dengan santai lalu memasukkan ponselnya ke dalam saku.


Sean tidak ingin mengatakan pada Lidia tentang isi pesan itu. Lebih baik dia cari tahu sendiri saja siapa pengirim pesan itu.


“Nikmatilah kebersamaanmu dengan wanitamu sebelum dia jatuh ke tanganku.”


Bunyi pesan itu benar-benar mengganggu Sean. Dia sangat yakin kalau pesan itu dikirim oleh David melalui anak buahnya.


Jadi saat ini orang suruhan David juga berada di kota yang sama dengannya. Karena tidak mungkin David sendiri yang mengirim karena pria itu masih tertahan di luar negeri untuk mengatasi kekacauan perusahaannya. Meskipun demikian, Sean tetap harus waspada.


Cukup lama Sean dan Lidia menunggu Chandra bermain. Akhirnya Sean memanggil Chandra untuk diajak pulang karena waktu juga sudah malam. begitu juga dengan Tuan Kenzo yang mengajak kedua anaknya pulang.

__ADS_1


Sesampainya di basement, Sean mempersilakan istri dan anaknya masuk mobil. Kemudian Sean mulai melajukan mobilnya. Sean terkejut saat merasakan ada yang aneh dengan mobilnya. Dia pun segera mematikan mesinnya sebelum menginjak pedal gas.


“Ada apa, Sean?” tanya Lidia khawatir.


“Tunggulah sebentar. Aku akan memeriksa mobilnya dulu, sepertinya ada masalah sedikit.”


Sean mengumpat dalam hati. Dia yakin semua ini pasti ulah si pengirim pesan tadi yang berniat mencelakainya. Sean melirik tempat sekitarnya mencari keberadaan kamera cctv yang terpampang jelas. Dia yakin kalau orang yang berniat merusak mobilnya nitu sudah meretas kamera cctb sebelum melakukan aksinya. Namun Sean masih bisa melihat rekaman itu dengan caranya sendiri. Dai mengotak-atik ponselnya sebentar, setelah mendapatkan apa yang diinginkan, Sean memasukkan kembali ponselnya.


“Permisi Tuan Sean, apa terjadi sesuatu dengan mobil anda?” tanya Tuan Kenzo yang tiba-tiba menghampirinya.


“Sepertinya ada kendala sedikit dengan mobil saya. ini baru mau saya lihat.” Jawab Sean sambil membuka kap mobilnya.


“Sayang, bisakah kamu membantu Tuan Sean?” tanya Kenzo sambil menoleh ke arah wanita yang ada di belakangnya.


Sean melongo tak percaya saat Tuan Kenzo meminta istrinya memperbaiki mobilnya. Sangat sulit dipercaya oleh Sean. Harusnya Tuan Kenzo yang membantu memperbaiki mobil Sean, bukan malah meminta bantuan istrinya.


Wanita cantik bernama Pelangi itu pun mengangguk tersenyum dan mendekati mobil Sean.


“Tidak perlu, Nyonya. Saya bisa melakukannya sendiri.” Tolak Sean merasa tak enak.


“Nggak apa-apa Tuan Sean. Istri saya ini sangat ahli di bidang seperti ini.” ucap Tuan Kenzo.


Sean pun pasrah. Lidia yang sejak tadi berada di dalam mobil akhirnya turun. Dia juga terkejut saat melihat wanita cantik yang sejak tadi ngobrol bersamanya tampak memperbaiki mobil suaminya.


“Sepertinya mobil anda sengaja ada yang merusak, Tuan. Dan salah satu kabel yang tersambung pada mesin ini sengaja dicabut dan dihilangkan. Ini sangat berbahaya.” Ucap Pelangi, istri Tuan Kenzo.”


.


.


.


*TBC


Cerita Pelangi dan Kenzo ada di novel othor yang berjudul Pelangi’s Love Story. Sekalian promo😂😂 babnya cuma dikit kok tapi ceritanya bagus bgttt😁😁🤗🤗

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2