
Hati Feby semakin sakit saat Chandra melewatinya begitu saja. sungguh tega sekali laki-laki itu mengabaikannya.
Tak ingin berlarut-larut dalam kesalah pahaman ini, Feby pun mengikuti langkah suaminya. biarkan saja meetingnya batal. Yang penting masalahnya terselesaikan.
Feby menggunakan lift yang berbeda. Namun dia sudah memperkirakan kalau akan sampai lebih dulu dari pada Chandra. Kemudian dia segera menuju basement dimana mobil suaminya terparikr disana.
Chandra tampak terkejut saat melihat istrinya sudah berdiri di samping mobilnya. Dia segera memasuki mobilnya begitu saja karena tahu pasti Feby juga akan ikut masuk.
Kini keduanya sudah berada dalam mobil. Chandra melajukan mobilnya dnegan kecepatan sedikit kencang. Entah dia ada meeting sungguhan atau memang ingin menghindari istrinya lagi.
“Chan, tolong dengarkan dulu penjelasanku! Aku sudah tahu apa yang membuatmu menghindariku.” Ucap Feby.
“Baguslah kalau sudah tahu.” Jawabnya datar dengan mata fokus menatap jalanan.
“Itu semua hanya salah paham, Chan. Tolong percaya padaku! aku sudah mengatakan pada Reza kalau aku sudah menikah. Aku juga tidak mungkin menerimanya kembali meskipun dia sudah sembuh.”
“Dengan cara memberikan pelukan terakhir dan pegangan tangan?” tanya Chandra dengan nada sinis.
“Ok aku salah soal itu. Maafkan aku. aku juga terkejut kemarin saat tiba-tiba dia memelukku. Tolong percayalah!”
“Lebih baik kamu aku antar pulang saja. hari ini aku sangat sibuk.” Jawab Chandra mengabaikan permintaan maaf istrinya.
“Baiklah jika kamu tidak mau memaafkanku, tak perlu kamu mengantarku pulang. aku bisa turun sendiri. Biarkan aku mati atau kalau tidak Om Ibra yang akan membawaku karena dia sudah mengetahui posisiku saat ini.” teriak Feby sambil terisak dan tangannya berusaha membuka pintu mobil yang sedang melaju.
Deg
Chandra terkejut dengan kalimat istrinya yang terakhir. Dia juga tidak menyangka jika mantan mertua Feby sudah mengetahui keberadaannya. Dan pastinya saat ini istrinya sedang dalam bahaya.
“Cepat buka pintunya! Biarkan aku lompat dari sini tanpa kamu menghindariku lagi.” teriak Feby.
“Kamu jangan gila, Feb!” teriak Chandra tak kalah keras sambil menatap wajah istrinya yang sangat pucat. Tidak mungkin juga Chandra membukakan pintu mobil dan membiarkan istrinya melompat keluar.
__ADS_1
“Aku benci kamu!! Cepat buka! Lebih baik kita akhiri saja semua ini!” teriaknya dengan bibir bergetar.
Buumm buummm
Tiba-tiba Chandra merasa mobilnya ada yang berusaha menabrak dari belakang. Dia mengabaikan teriakan istrinya dan melihat ke belakang melalui kaca spion kalau saat ini sedang ada dua mobil yang berusaha mengejarnya. Chandra begitu panik. Apakah kedua mobil itu adalah suruhan Tuan Ibra.
“Cepat buka pintunya!!” Feby kembali berteriak.
“Feb, kita sedang dalam bahaya. Maafkan aku, Sayang!” ucap Chandra sambi mengusap lembut tangan istrinya yang terasa hangat.
“Aku nggak peduli. Aku akan keluar dan menyerahkan diri pada mereka kalau memang aku yang diinginkan.”
“Kamu jangan gila, Feb!!” fokus Chandra terpecah antara Feby dan dua mobil di belakannya yang terus berusaha mencelakainya.
Dengan cepat Chandra mengirim pesan pada seseorang untuk berjaga-jaga jika trjadi hal buruk dengan dirinya saat ini.
Bruk
Mobil Chandra berhasil ditabrak oleh salah satu mobil di belakangnya. Lalu di depannya sudah ada mobil lagi yang sudah menghadang. Alhasil Chandra menginjak reemnya sangat dalam hingga suara deritan roda mobilnya terdengar begitu jelas. Chandra berusaha kuat agar mobilnya tidak sampai oleng dan menabrak pembatas jalan.
Andai saja jalanan yang ia lalui sedang ramai, mungkin pengendara lain ada yang sigap membantunya.
“Sayang, maafkan aku! apapun yang terjadi, tetaplah bersamaku!” ucap Chandra sambil memegang lembut tangan istrinya.
Feby hanya mengangguk sambil ketakutan. Wajahnya pun semakin memucat. Chandra kembali panik saat dia kesusahan menyalakan mesin mobilnya. Dan beberapa saat kemudian datang dua orang pria bertubuh kekar dengan mudahnya membuka pintu mobil Chandra.
Salah satu pria itu menarik Chandra keluar. Dan satu pria lainnya membawa Feby pergi dengan menggunakan mobil.
“Tolong!!! Chan! Tolong aku!” teriak Feby sambil meronta saat pria berbadan kekar itu terus menyeretnya.
Hati Chandra yang terlalu sakit ditambah dengan masalah yang sedang ia alami dengan istrinya, membuat dia dengan begitu mudahnya dikalahkan oleh pria berbadan kekar itu.
__ADS_1
Bugh
Bugh
Bugh
Bertubi-tubi Chandra mendapat serangan dan tak sekalipun dia bisa membalasnya. Karena yang ada dalam pikirannya saat ini hanya nama istrinya. Bagaimana jika dirinya dihabisi oleh orang suruhan Tuan Ibra dan Feby berhasil dinikahkan kembali dengan Reza.
Chandra berusaha sekuat tenaga bangkit untuk menyerang pria itu. Dia harus segera mengejar istrinya dan menyelamatkannya. Chandra tidak mau kehilangan wanita yang sangat dicintainya. Ditambah lagi rasa bersalah yang bersarang dalam hatinya setelah mengabaikan istrinya karena salah paham.
Bugh
Pukulan Chandra melayang tidak tepat sasaran. Namun justru ada orang lain yang memukul tengkuknya hingga menyebabkan ia pingsan seketika.
Bruk
Tubuh Chandra ambruk dengan wajah penuh lebam.
“Cepat bawa dia ke markas sesuai perintah boss!” ujar salah satu pria pada temannya.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️
Guys jangan lupa mampir ke karya baru othor ya... langsung klik profil othor aja kalau tidak menemukan di kolom pencarian. terima kasih yg sdh mampir🤗🤗
__ADS_1