
Setelah beberapa detik tersadar, Feby segera mengurai pelukannya. Karena selain dia terkejut, dia juga merasa ada yang berbeda dengan mantan suaminya.
“Maafkan, aku!” ucap Reza.
“Aku senang bisa bertemu denganmu lagi, Feb. beberapa waktu yang lalu aku mengirim pesan ke nomor kamu tapi pesan itu tidak terkirim.”
Feby terdiam sejenak. Dia lupa kalau dia kembali mengaktifkan nomornya yang lama.
“Papa mengatakan padaku kalau beliau sudah menemukan keberadaan kamu, Feb. Papa juga memintaku segera pulang saat berhasil membawamu dan akan menikahkan kita lagi.” ucap Reza memberitahu.
Feby membelalakkan matanya. bagaimana mungkin mantan mertuanya mengetahui keberadaannya. Dan jika sudah seperti ini, pasti bahaya sedang mengancamnya.
Reza meraih kedua tangan Feby lalu menatap lekat matanya.
“Feb, aku sudah sembuh dari perilaku menyimpangku dulu. Aku sembuh dengan dibantu oleh dokter psikolog yaitu dokter Lauren. Dia sepupu dari Mike, yang sedang menyelenggarakan pesta ini.” ucap Reza lalu menjeda sebentar ucapannya.
“Feb, maukah kamu kembali padaku? Aku berjanji akan selalu setia dan menyayangimu. Maukah kamu menikah lagi denganku? Kita akan menjalani rumah tangga tanpa ada bayang-bayang ambisi Papaku. Aku akan membawa kamu pergi jauh dari negara ini.”
Tanpa mereka berdua saadari, sejak tadi, sejak Reza memeluk Feby. Ternyata Chandra menyaksikan itu semua. Chandra mendengar dengan jelas semua ucapan Reza. Namun dia mengabaikan kalimat Reza dimana Tuan Ibra sudah mengetahui keberadaan istrinya, karena fokus Chandra tertuju pada kesembuhan Reza dan kembali mengajak istrinya kembali menikah.
Hati Chandra seketika hancur. Melihat istrinya dipeluk pria lain dan tangannya digenggam dalam waktu yang cukup lama, namun Feby membiarkannya. Tanpa mendengarkan ucapan mereka berdua lagi, Chandra memutuskan untuk segera pergi dari tempat itu.
Sementara Feby yang baru saja tersadar saat tangannya digenggam oleh Reza, dengan cepat ia melepasnya.
__ADS_1
“Maaf, Reza. Aku sangat senang jika kamu sudah sembuh. tapi maaf, kita tidak bisa kembali seperti dulu lagi. aku sudah menikah. Aku harap setelah ini kamu akan menemukan wanita yang baik. Maafkan aku!” pungkasnya lalu pergi meninggalkan Reza.
Feby berjalan gontai kembali ke ballroom untuk mencari keberadaan suaminya. namun ternyata Chandra tidak ada di sana. Kemudian Feby menghubungi ponsel suaminya. dia segera keluar dari ballroom saat suaminya sedang menunggu di basement.
Feby berusaha bersikap biasa saja karena ia tidak tahu kalau suaminya sudah melihat semuanya.
“Kenapa di sini? aku sejak tadi mencarimu.” Tanyanya dengan suara pura-pura kesal.
“Aku hanya ingin cari angin segar.” Jawabnya singkat lalu mulai menyalakan mesin mobilnya.
Feby tampak aneh dengan sikap suaminya yang tiba-tiba dingin. Dia juga tidak sampai berpikiran kalau suaminya mengetahui keberadaan Reza. Karena setahu Feby tadi tempat dimana ia bertemu dengan Reza sangat sepi.
Selama perjalanan pulang, Chandra masih terus fokus menyetir dengan mata menatap lurus ke jalanan. Feby juga sedikit takut dengan perubahan sikap suaminya.
Sesampainya di rumah, Chandra langsung memasuki ruang kerjanya. Sedangkan Feby memasuki kamar untuk berganti pakaian dan segera beristirahat. Entah kenapa akhir-akhir ini badannya mudah sekali lelah.
Arghhhh
Teriak Chandra frustasi sambil menjambak rambutnya dengan kasar. Bagaimana jika benar isrinya memilih kembali dengan Reza. Sebelumnya Feby juga pernah mengatakan kalau Reza adalah sosok pria yang baik.
Pukul dua belas malam Feby terjaga dari tidurnya. Dia melihat di sampingnya tampak kosong. Dan itu membuktikan kalau sejak tadi suaminya masih ada di ruang kerja.
Feby pun akhirnya keluar kamar untuk mengecek suaminya di dalam ruang kerja. Setelah sampai di depan pintu, perlahan Feby membukanya. Ternyata Chandra sedang tertidur di atas kursi kerjanya dengan kepala menelungkup.
__ADS_1
“Chan, kenapa tidur di sini?” tanya Feby pelan sambil menyentuh tangan Chandra.
Feby tersentak saat tiba-tiba saja Chandra menghempaskan tangan istrinya dengan kasar.
“Kenapa kamu kesini?” tanya Chandra dengan mata memerah.
Feby takut saat baru pertama kalinya sang suami membentaknya.
“Aku.. aku tadi terjaga dan tidak melihat kamu di sisiku. Jadi aku susul kamu kesini.”
Tanpa menjawab, Chandra berdiri dan keluar dari ruang kerjanya menuju kamar. Feby pun mengikutinya. Dan sesampainya di dalam kamar, ia melihat Chandra sudah tidur begitu saja tanpa mengganti pakaiannya.
“Lebih baik kamu ganti baju dulu!” bisik Feby pelan tepat di telinga suaminya.
“Kamu ini berisik sekali, Feb! sudah, jangan ganggu tidurku lagi!”
Feby memegang dadanya yang kemabli terkejut setelah dibentak oleh Chandra. Akhirnya ia memilih tidur kembali di sisi suaminya yang dalam posisi membelakangi. Ingin sekali Feby memeluk tubuh yang selalu menghangatkan itu, tapi dia tidak berani.
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading‼️