
Reza mendapat kabar dari Papanya kalau sudah menemukan keberadaan Feby. Dan Tuan Ibra mengatakan agar anaknya bersiap-siap untuk pulang dan kembali melangsungkan pernikahannya dengan Feby. Reza sangat khawatir. Dia ingin memberitahu Feby agar perempuan itu pergi sebelum Papanya memaksa menikah kembali. Namun sayangnya sampai saat ini ponsel Feby tak kunjung aktif.
Reza tidak tahu kalau saat ini dirinya berada di negara yang sama dengan Feby. Dimana dia sedang berlibur sekaligus melakukan beberapa pengobatan untuk psikisnya. Ya, Reza perlahan sembuh dari perilaku menyimpangnya yang dulu pernah menyukai sesama jenis. Dan saat ini juga masih sering berkonsultasi dengan seorang psikolog yang tinggal di negara ini.
***
Setelah pergulatan panasnya sore tadi, Feby dan Chandra segera berendam menggunakan air hangat. Keduanya sama-sama menikmati harum aroma terapi yang tertuang dalam air tersebut. Feby bersandar manja pada dada bidang suaminya.
“Apakah setelah ini kamu mau makan malam di luar?” tannya Chandra.
“Nggak. Malam ini kita memasak bersama saja untuk makan malam kita. Bagaimana kalau besok saja makan malam sekaligus aku ingin pergi ke tempat yang sangat bagus yang menjadi salah satu icon dari kota ini?”
“Baiklah. Aku akan menuruti semua keinginan kamu.”
Selesai mandi, mereka berdua bergegas menuju dapur untuk segera mengeksekusi bahan-bahan makanan yang tersedia dalam lemari es. Entahlah mereka berdua mau memasak apa, namun mereka terlihat sangat antusias dan bersemangat sekali saat sedang memasak. Bawaan pengantin baru ya memang selalu seperti itu. Selalu romantis. Namun keduanya tidak menunjukkan keromantisan itu di awala saja, tapi mereka beharap hubungan rumah tangganya akan selalu harmonis sampai akhir hayat nanti seperti kedua orang tua masing-masing.
Beberapa menit memasak, akhirnya selesai. Feby juga sudah menyajikan hasil masakannya bersama sang suami di atas meja. Meskipun rasa masakan itu masih lebih enak masakan seorang chef, namun mereka terlihat sangat lahap. Mungkin efek habis bertempur tadi sore yang menyebabkan mereka kelaparan.
***
Waktu bergulir begitu cepat. Tanpa terasa pernikahan Chandra dan Feby sudah dua bulan berlangsung. Keduanya selalu menunjukkan rasa kasih sayangnya. Feby juga masih setia mengikuti suaminya pergi ke kantor. bahkan tak jarang mereka juga sering melakukan kegiatan intimnya di sana. Di ruangan kerja Chandra yang hampir menyerupai kamar hotel president suit.
Weekend ini Chandra ada undangan pesta ulang tahun perusahaan salah satu rekan bisnisnya. Dan ini adalah pertama kalinya Chandra datang secara langsung dengan ditemani oleh istri tercinta. Dan acara tersebut diselenggarakan di sebuah hotel yang ada di pusat kota.
__ADS_1
Chandra sangat terpesona dengan pnampilan istrinya yang sangat anggun malam ini. gaunnya tidak terlalu mewah, namun justru sangat elegan jika dikenakan oleh Feby.
“Kamu sudah siap, Sayang?” tanya Chandra sambil mengulurkan tangannya menyambut istrinya.
“Sudah. Apakah penampilanku malam tidak mengecewakanmu?”
“Tidak. Kamu tidak pernah mengecewakanku.” Jawabnya lalu segera berangkat menuju hotel.
Suasana hotel sudah cukup ramai saat Chandra dan Feby baru saja memasuki ballroom hotel. Rekan bisnis Chandra yang kebetulan sama-sama seorang pengusaha muda, menyambut kedatangan Chandra dan istrinya dengan senang hati. Lalu memeprsilakan untuk menikmati hidangan yang sudah disediakan.
Saat sedang asyik meneguk minumannya, Feby dibuat terkejut saat baru saja melihat sosok pria yang pernah ia temui beberapa waktu yang lalu. Dia adalah Reza. Mantan suaminya. di samping Reza juga tampak ada seorang wanita cantik. Wanita yang sama yang pernah bersama Reza dulu.
Uhukkk
Akibat terkejut melihat mantan suaminya, Feby sampai tersedak minumannya. Dan hal itu sukses membuat Chandra khawatir dan segera mengambil tisu untuk membersihkan tumpahan minuman itu.
“Maaf.” Jawab Feby cukup singkat dengan mata terus memandang Reza yang sedang berjalan bersama seorang wanita cantik.
“Kamu lihat apa? Apa kamu mengenal salah satu dari tamu undangan di sini?’
“Oh tidak. Aku nggak lihat siapa-siapa.” Jawab Feby berbohong kaarena tidak ingin membuat suaminya berpikiran macam-macam.
Suasana pesta semakin meriah setelah acara inti diakhiri dan berganti dengan acara santai dengan beberapa hiburan musik.
__ADS_1
Chandra tampak sibuk berbincang dengan rekan bisnisnya. Awalnya Feby juga ikut bergabung di sana, namun lama-lama ia bosan dan memilih untuk mencicipi beberapa makanan yang menggugah seleranya.
Setelah menikmati kuenya, Feby berjalan ke tempat yang terlihat sangat nyaman dan sedikit jauh dari keramaian. Melalui jendela dengan kaca yang berukuran besar, Feby bisa menikmati suasana malam kota yang sangat bagus dengan gemerlap lampu yang menerangi jalanan.
“Feby? Benarkah kamu Feby?” tanya seorang pria yang sudah berdiri tepat di belakang Feby.
Seketika Feby menoleh karena merasa familiar dengan suara itu. Dan betapa terkejutnya saat Reza sudah berdiri di belakangnya.
“Reza?” ucapnya lirih.
“Jadi benar, kamu Feby? Apa kabar kamu, Feb? bagaimana kamu bisa berada di kota ini?” tanya Reza dengan binary mata yang tampak berbeda.
“Iya. Aku Feby. Dan kabarku baik. Bagaimana dengan kamu?”
Grep
Tanpa aba-aba Reza langsung memeluk Feby dan Feby tidak bisa lagi untuk menghindar.
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading‼️