Suami Kedua

Suami Kedua
mendatangi kantor


__ADS_3

Pagi ini Nayla berpenampilan rapi meskipun dia tidak bisa menyembunyikan mata panda nya karena beberapa hari ini tidur tidak nyenyak.


"Yuk kita berangkat" ajak Nayla pada Vero sang anak,Ya Nayla ingin mendatangi Aslan di tempat kerjanya.


Semalam Nayla mengobrak-abrik meja kerja Aslan dan menemukan kartu nama perusahaan mungkin itu tempat di mana sang suami bekerja, meskipun tidak yakin Nayla harus datang dia ingin menyelesaikan permasalah nya ini,tak ingin semakin berlarut-larut.


Nayla sudah siap dengan konsekuensi nya meskipun nanti Aslan ingin menceraikan dirinya dia akan terima, mungkin dia akan menata hati nya kembali dan hidup lagi menjadi janda untuk saat ini dia tidak berpikir kembali pada Yudha tapi Nayla ingin memperjuangkan hak asuh Vero agar jatuh pada nya.


"Kita mau ke mana bun"? Tanya bocah itu saat mereka naik taksi.


"Vero kangen papa kan,kita ke sana ya! Kita cari papa tapi kalau Vero sudah bertemu sama papa Vero nggak boleh lepaskan papa,ajak papa pulang ya nak" ujar Nayla dan di anggukki bocah tiga tahun itu,Nayla berpikir dia sudah bermain curang memanfaatkan Vero demi hidup nya,tapi tidak ada jalan lain lagi,Aslan sayang pada Vero jadi Nayla harus memanfaatkan momen ini semoga saja sang suami mau pulang setelah melihat Vero.


Nayla turun dari taksi melihat megah nya kantor yang dia datangi ini,apa benar suaminya bekerja di sini?"


"Permisi"


"Permisi" panggil Nayla saat sampai di depan pos satpam tapi tidak ada jawaban.


Nayla menyelonong masuk dan melihat hal yang tidak ingin dia lihat.


"Astaghfirullah" pekik Nayla menarik tangan anak nya keluar,Nayla melihat Yudha dan perempuan lain tengah berciuman.


"Nayla" gumam Yudha kaget kenapa mantan istri nya ini datang ke kantor nya.


"Ma-s Yudha, kam-u!"


"Kenalkan saya pacar mas Yudha" ujar Cindy mengulurkan tangannya tapi tidak di balas oleh Nayla

__ADS_1


"Ck... sombong kamu"ketus Cindy


"Kenapa kamu kemari Nay,apa kamu mencari ku untuk kembali" tebak Yudha sambil tersenyum tipis


"Ti-dak saya kemari mau mencari mas Hendra,suami saya"


"Suami kamu? Suami kamu kerja di perusahaan ini juga? Hahaha mimpi kamu Nay,kalau mimpi jangan ketinggian ntar jatuh malah sakit, bilang saja kalau kamu mencari ku kan, nggak usah malu,iya kan Vero bunda kamu kemari mau cari ayah" ucap Yudha menatap sang anak


"Cari papa" jawab Vero cepat membuat Yudha marah.


"Teman OB kamu ada yang nama Hendra?" tanya Yudha pada Cindy


"Hendra? Kaya nya nggak ada deh mas, mungkin ngaku-ngaku kali kerja di sini, perusahaan ini kan besar bisa saja dia nipu mantan istri kamu yang bodoh ini"


"Ya Nay mungkin kamu tertipu, tidak ada nama Hendra OB di sini"


"Bukan OB Mas tapi sopir" jawab Nayla


"Tapi setau ku pak Hendro punya istri mas dan dua anak,apa mungkin dia istri kedua pak Hendro,kalau iya bakalan seru nih kalau mbak Murni tau, istri pak Hendro kan galak abis mas,dulu pernah ngelabrak Ana teman OB ku karena mereka ketahuan chattingan"ucap Cindy terkekeh kecil


"Nggak mungkin,aku istri satu-satunya" jawab Nayla tidak terima


"Dari mana kamu tau kalau kamu istri satu-satunya sedangkan kalian kenal hanya beberapa hari"sahut Yudha membuat Nayla terdiam,benar dia dan Hendra hanya beberapa hari berkenalan memutuskan untuk menikah, bagaimana jika yang di katakan Yudha benar kalau dia istri kedua dan buktinya sekarang Hendra sudah tidak pulang ke rumah nya,apa mungkin sekarang dia di rumah istri pertama nya.


Nayla menggeleng kecil, masalah apa lagi yang harus di hadapi saat ini.


Nayla menarik tangan Vero,niat hati ingin menemui Aslan pupus sudah, karena ada fakta baru yang dia ketahui tapi saat hendak pergi Nayla mendengar nama nya di panggil seseorang tapi Nayla terus melangkah kan kaki nya.

__ADS_1


"Nayla"


"Nay" pekik Bayu berlari mendekat ke arah Nayla membuat Nayla menghentikan langkahnya,Nayla mengerutkan kening dia lupa siapa lelaki tampan ini.


"Bayu" ujar Bayu mengingat kan Nayla sedangkan Yudha dan Cindy saling tatap, bagaimana bisa Nayla kenal dengan pak Bayu, Asisten bos besar mereka.


"Mas Bayu"gumam Nayla,dia baru ingat kalau lelaki ini adalah saksi pernikahan nya.


"Kamu cari As he Pak Hendra?" tanya Bayu dan di anggukki Nayla pelan


"Pak Hendra berangkat ke Lombok semalam"


"Ke Lombok"


"Ya ada permasalahan di sana jadi dia di minta ke sana segera" jelas Bayu membuat Nayla lemas.


"Maaf kalian sedang dalam masalah?"Tanya Bayu lagi


"Hanya salah paham mas,aku ingin jelaskan pada mas Hendra tapi beliau tidak pulang"


"Mana papa ma?" rengek Vero membuat Bayu menatap wajah sang bocah yang terlihat sendu.


"Papa sedang kerja sayang,sabar ya"


Vero menangis merengek pada Nayla dengan memanggil papa nya,Bayu sengaja merekam bocah itu dan akan mengirimkan pada Aslan nanti.


"Maaf ya mas anak saya jadi rewel begini dia rindu pada mas Hendra,kalau begitu saya pamit pulang dulu ya mas seperti nya Vero juga lelah" ucap Nayla mencoba menggendong Vero dan menenangkan nya.

__ADS_1


Aslan masih merekam Nayla yang berusaha membawa Vero pergi sambil bocah kecil itu menangis.


"Cup....cup...cup.... sayang mama diam ya, nanti papa malah nggak pulang sayang kalau Vero terus menangis" bujuk Nayla


__ADS_2