Suami Kedua

Suami Kedua
Ladies First


__ADS_3

Mungkin hanya sekitar sepuluh detik mata mereka saling bertemu dan mengunci. Dan hal itu membuat Feby semakin salah tingkah. Lalu ia segera membuang pandangannya ke  arah samping.


“Maaf! Ladies first!” ucap Chandra lalu mempersilakan Feby keluar terlebih dulu.


Feby dan Chandra turun ke lantai tiga dimana control room berada. Mereka berdua masuk ke dalam lift yang kebetulan hanya ada mereka saja. Suasana canggung kembali terjadi. Khususnya Feby yang merasakan. Kalau Chandra tampak biasa saja.


“Apa yang ingin kamu lihat di control room?” tanya Feby mengawali pembicaraan.


“Hanya mengecek sesuatu saja.” Jawab Chandra singkat.


Setelah itu tidak ada lagi yang mereka bicarakan. Karena beberapa saat kemudian mereka sudah sampai lantai tiga. Selama berjalan menuju ruangan itu, ada beberapa pasang mata yang melihat Feby dan Chandra dengan tatapan berbeda. Entahlah, mungkin kaum hawa yang melihat Chandra, mereka sangat tertarik dengan pemuda tampan itu. Sedangkan kaum adam yang melihat Feby juga sangat tertarik. Namun keduanya tetap melangkah dengan tatapan lurus ke depan.


Berdasarkan pemaparan Kenzo tadi kalau akhir-akhir ini perusahaannya sedang mengalami masalah besar. Namun jika ditinjau ulang dan dicari akal permasalahannya, selalu saja tidak menunjukkan hasil yang memuaskan. Data-data penting perusahaan seperti ada yang menyabotase, namun lagi-lagi tidak bisa menemukan siapa orang yang tega melakukan itu semua. Dan semua karyawan juga tidak ada yang tahu. Maka dari itu hal pertama yang dilakukan Chandra adalah melihat semua rekaman cctv tiap sudut kantor. jika masih tidak menemukan, dia akan meretas semua data pribadi karyawan Kenzo.


Setelah Feby dan Chandra diijinkan masuk oleh salah satu karyawan yang menjaga keamanan ruangan itu, Chandra segera melakukan tugasnya. Feby hanya diam dan memperhatikan Chandra bekerja.


“Bisa kamu kunci pintunya?” ucap Chandra.


Feby pun dengan patuh mengunci pintu itu. Lalu ia kembali mendekati Chandra. Tepatnya ia berdiri di belakang Chandra sambil melihat apa yang dilakukan laki-laki itu.


“Pekerjaan ini membutuhkan waktu lama. Lebih baik kamu duduk saja di sana.” Perintah Chandra.


“Kenapa memangnya kalau aku di sini? apa kamu akan melakukan sesuatu yang tidak ingin aku ketahui?” tanya Feby penuh selidik.

__ADS_1


Chandra mengulas senyum tipisnya lalu menatap Feby. “Bukan seperti itu. Aku tidak mau kalau kamu terus berdiri seperti ini. ya sudah, aku ambilkan kursi dan kamu bisa memantauku. Aku juga tidak keberatan jika bekerja dengan ditemani oleh perempuan cantik seperti kamu.”


Chandra segera berdiri dan menarik salah satu kursi dan ia letakkan di sebalah kursinya agar Feby bisa duduk disana. Sedangkan Feby merasa tak enak bercampur salah tingkah. Namun dia juga tidak bisa berbuat apa-apa.


“Silakan duduk Nona Cantik!” ucap Chandra mempersilakan.


“Kamu ternyata raja gombal ya, Chan.” Gerutunya lalu duduk di sebelah laki-laki itu.


“Aku nggak suka nge’gombal. Aku hanya bicara sesuai fakta.” Jawab Chandra dengan tangan sudah mulai aktif menari di atas keyboard komputer. Feby diam tak menanggapinya lagi.


Chandra bekerja sangat serius. Dia terus mengumpulkan beberapa rekaman cctv tiap sudut kantor lalu menelitinya satu per satu. Mata Chandra begitu jeli. Namun dia sama sekali tidak menemukan tanda-tanda yang mencurigakan dalam rekaman tersebut.


Chandra mengusap keringat yang membasahi keningnya. Walau ruangan itu ber-ac, nyatanya tetap tak bisa membuat isi kepalanya dingin. Justru dibuat pusing.


“Aku tidak menemukan hasilnya setelah kurang lebih dua jam kita di sini.” jawabnya dengan nada kecewa.


“Aku tidak ingin mengecewakan Om Kenzo. karena kekacauan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Aku yakin jika tidak segera diatasi, perlahan nilai saham di perusahaan ini anjlok.” Lanjutnya dengan mata masih menatap layar monitor.


“Jujur, aku juga tidak tahu dan tidak bisa memberi solusi, Chan. Apa yang kamu inginkan? Biar aku bisa membantumu.” Tanya Feby.


Chandra terdiam sesaat. Apakah ia yakin akan menggunakan opsi keduanya jika tidak menemukan hasil seperti ini. tapi memang tidak ada acara lain.


“Bolehkah aku minta data semua karyawan perusahaan. Baik yang ada di kantor pusat ini maupun kantor cabang.” Jawab Chandra setelah beberapa saat berpikir.

__ADS_1


“Aku akan tanya Papa dulu kalau masalah itu. Karena jika diijinkan, prosesnya juga akan sedikit rumit untuk meminta data karyawan di bagian HRD. Yang pasti banyak pertanyaan dan alasan. Karena data karyawan yang sudah masuk sifatnya sangat rahasia dan tidak sembarangan orang bisa memintanya. Termasuk boss mereka sendiri."


“Baiklah. Aku akan minta Papa sekarang juga. kamu tunggu disini atau sekalian nanti kita lanjutkan setelah jam makan siang?”


“Sepertinya ide yang bagus. Aku juga butuh banyak energy. Apalagi sejak tadi ditemani perempuan cantik. Membuat tenagaku semakin terkuras habis.” Guraunya lalu segera beranjak.


Feby hanya mencebikkan bibirnya. raasanya ia menganggap omongan Chandra itu hanya gombalan semata. Lalu dia juga ikut beranjak dari duduknya dan tanpa sengaja kaki Feby terkilir akibat heels-nya.


Grep


Chandra yang masih berdiri tak jauh dari Feby segera menangkap tubuh perempuan itu yang hampir terjatuh. Namun kali ini posisi mereka sangat intim seperti adegan di film romantis.


.


.


.


*TBC


Alur slow ya gaess... konflik juga ringan. tapi-😂😂


Happy Reading wae lah😂‼️

__ADS_1


__ADS_2