Suami Kedua

Suami Kedua
Pecinta Tante-tante


__ADS_3

Seperti yang diminta oleh mamanya, siang ini Chandra mengantar Lidia berbelanja ke supermarket. Chandra berjalan menggandeng tangan mamanya saat baru saja memasuki stand sayur dan buah. Meskipun Lidia saat ini sedang mendorong troli, nyatanya tangan Chandra masih tampak asyik bertengger di lengan mamanya.


Wajah Lidia yang masih terlihat cantik dengan bentuk tubuh yang langsing, lalu wajah Chandra yang tampan dan menampakkan aura kedewasaannya membuat mereka dipandang orang seperti sepasang suami istri berbeda umur. Chandra terkesan seperti pecinta tante-tante.


“Sayang, tangannya jangan seperti ini dong! Mama mau pili sayur jadi nggak bisa loh.” Keluh Lidia.


Dan hal itu membuat seorang wanita yang juga sedang berbelanja menatap ke arah Chandra dan Lidia.


“Suaminya manja banget ya Jeng?” tanya wanita yang usianya sama dengan Lidia tapi wajahnya terlihat tua.


Sontak saja Chandra melepas gandengan tangannya setelah mendengar pertanyaan wanita di sampingnya. Setelah itu Chandra tergelak hingga membuat wanita itu kebingungan.


“Ma, wajah Mama yang terlalu muda atau Chandra yang tua sih. Masa kita dikira pasangan suami istri?” gerutu Chandra pura-pura marah.


“Coba saja Ayah kamu tahu, pasti dia juga tidak terima.” Bisik Lidia ikut tergelak juga.


“Hei Jeng, disini tempat belanja. Bukan tempat buat mesra-mesraan.” Protes wanita itu karena merasa ditertawakan.


Lidia dan Chandra menghentikan tawanya lalu keduanya menatap wanita itu. Lidia berbicara dengan tenang dan memberitahu kalau dirinya adalah orang tua Chandra. Bukan pasangan suami istri. Wanita itu terkejut dan juga merasa sangat malu.


“Oh, maafkan saya Jeng. Soalnya wajah Jeng masih sangat cantik meskipun memiliki anak yang sudah dewasa dan juga ganteng.” Ucapnya sambil menangkupkan kedua tangan di depan da-da.


Lidia mengangguk dan memaafkan. Kemudian dia melanjutkan belanjanya bersama Chandra.


Usai belanja, Chandra dan Lidia langsung pulang.


**


Sore harinya, Chandra sudah bersiap menjemput adiknya yang paling cantik pulang sekolah. Kali ini Chandra tidak lagi memggunakan motornya, melainkan mobil.


Chandra sudah tampak rapi dengan pakaian santainya. Lalu dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju sekolahan Viana.

__ADS_1


Tak lama kemudian mobil Chandra sudah berhenti tepat di depan sekolahan Viana. Laki-laki itu tidak keluar dari mobil, karena pasti Viana sudah melihat keberadaannya.


Tuk tuk tuk


Benar saja, gadis itu mengetuk pintu mobil kakaknya. Setelah itu Chandra membukakannya. Wajah Viana terlihat begitu lelah setelah seharian berkutat dengan mata pelajaran yang sedikit membuatnya pusing.


“Langsung pulang, Vi?” tanya Chandra.


“Ngadem bentar kayaknya enak deh, Kak. Pusing nih kepala habis ulangan harian.” Jawab Viana.


Tanpa menjawab, Chandra segera melajukan mobilnya menuju suatu tempat. Bukan tempat yang diinginkan adiknya, melainkan tempat untuk mengerjai Viana.


Viana terlihat biasa saja walau saat ini mobil Chandra melintas di jalanan yang cukup sepi. Namun tiba-tiba saja mobil Chandra berhenti.


“Kenapa, Kak?”


“Nggak tahu nih. Sepertinya bannya kempes. Coba kamu keluar bentar Vi, kamu cek.” Perintah Chandra.


Brummm


Tiba-tiba saja mesin mobil Chandra menyala dan langsung melaju dengan kecepatan penuh. Viana terkejut lalu berteriak. Namun Chandra sama sekali tidak mempedulikannya.


“Kak Chandra jahattt!!!” teriaknya penuh emosi.


Nafas Viana tersengal penuh amarah. Kenapa kakaknya bisa berbuat seperti itu padanya. Kemudian Viaba diam sambil memikirkan sesuatu. Karena tidak biasanya kakaknya itu tega berbuat jahat seperti ini kalau dirinya tak melakukan kesalahan.


“Apakah Kak Chan tahu kalau kemarin aku masuk ke kamarnya?” batinnya.


Argghhhh


Viana sangat kesal setelah menyadari kesalahannya. Kemudian gadis itu berjalan gontai untuk mencari bantuan agar bisa pulang. apalagi keadaan jalanan cukup sepi dan membuatnya cukup was-was.

__ADS_1


Lama berjalan hingga sampai di depan sebuah restaurant, Viana berhenti sejenak karena sangat lelah dan haus. Mau beli minum juga tidak bisa, karena tasnya ikut kebawa kakaknya di dalam mobil.


Viana duduk termenung sambil memikirkan cara untuk meminta bantuan. Apa mungkin di tempat seperti ini ada orang yang tulus membantunya. Dengan pakaian seragam sekolah seperti itu Viana bergidik ngeri jika dimanfaatkan oleh orang yang akan menolongnya.


Lama Viana berpikir, tiba-tiba saja dia melihat seorang pria yang sedang berjalan hendak menyeberang jalan. Pria itu tampak sibuk dengan gadget di tangannya. tanpa pria itu sadari, dari jauh ada sebuah mobil box yang melaju dengan kecepatan penuh.


“Awas, Pak!!” teriak Viana berusaha memperingatkan. Namun sayang, pria itu sama sekali tidak mendengarnya.


Viana akhirnya berlari mendekati pria itu seiring dengan kecepatan mobil box yang semakin mendekat hendak menabrak. Padahal klakson sudah dibunyikan cukup nyaring.


Bruk


Pyar


Viana berhasil mendorong pria itu hingga ia terjatuh di atas tubuhnya. Lalu ponsel yang sejak tadi ada dalam genggaman pria itu terlempar dan pecah.


“Hei, apa-apaan kamu bocah!!!”


.


.


.


*TBC


Maaf ya guys jika kisah Chandra ada yg menganggap agak lambat atau bertele-tele🙏🙏 tapi memang jalan ceritanya seperti ini. dan masih tahap awal. othor tidak bisa mempercepat ceritanya, nanti feelnya malah ngga dapat.


Terima kasih buat reader yg masih setia. jangan lupa like, komen, dan vote-nya🤗🤗😍😍


Happy Reading‼️

__ADS_1


 


__ADS_2