Suami Kedua

Suami Kedua
Harus Pergi


__ADS_3

Ketiga orang itu masih terdiam dan tercengang mendengar uacapan Chandra yang sedang melamar Feby. Tapi tidak dengan Sean. Ayah sambung Chandra itu mengulas senyum tipis melihat keberanian anaknya yang melamar tanpa membawa apapun. Hanya modal cinta. Sean sangat salut.


“Feby, ijinkan aku menjadi suami keduamu. Aku berjanji akan membahagiakan kamu dan melindungimu. Aku benar-benar mencintaimu dengan tulus.” Ucap Chandra yang kini sudah berganti posisi dengan berjongkok sambil memegang tangan Feby.


Air mata Feby berderai. Kedua tangannya masih berada dalam genggaman Chandra. Dia benar-benar terkejut dengan kejadian hari ini. khusunya Chandra yang berani melamarnya langsung di hadapan Papanya.


Feby memang bisa melihat ketulusan cinta Chandra sejak dulu. Sejak pertama kali Chandra mengungkapkan perasaannya beberapa tahu silam saat pesta pertuanangannya dengan Reza. Dan sampai saat ini rasa cinta yang Chandra tunjukkan masih sama.


Sebelum menjawabnya, Feby sejenak melirik Papanya. Jika Papanya menyetujui, Feby akan menerima lamaran Chandra. Dan benar saja, Kenzo tampak memgangguk samar sebagai kode untuk menerima pinangan Chandra.


“Aku…. aku juga mencintaimu, Chan!” jawab Feby.


Chandra menatap netra Feby yang semakin deras mengeluarkan air matanya. tak lama kemudian Chandra berdiri sejajar dengan Feby lalu memeluk perempuan itu dengan erat.


“Terima kasih, Feb! terima kasih sudah menerimaku.” Ucap Chandra.


“Aku yang sangat berterima kasih padamu, Chan. Karena kamu telah menerimaku.” Jawab Feby.


Sean dan Kenzo saling lirik saat melihat anak-anak mereka saling mengungkapkan isi hatinya. Namun Kenzo yang lebih bahagia karena merasa Feby sudah mendapatkan laki-laki yang sangat cocok denganny.


“Sudah pelukannya jangan lama-lama! Kalian harus halal dulu baru boleh pelukan sepuasnya.” Ucap Sean dan sontak membuat Chandra segera mengurai pelukannya. Sedangkan Feby juga tampak salah tingkah.


“Papa sudah bilang bukan, kalau kamu harus secepatnya pergi dari negara ini. dan kalian harus segera meresmikan hubungan ini. hari ini juga!” ucap Kenzo.

__ADS_1


“Apa??” Feby terkejut saat Papanya meminta ia harus menikah hari ini juga dengan Chandra. Bahkan tanpa persiapan apapun.


“Kenapa? Apa kalian akan tinggal di luar negeri berdua tanpa ikatan resmi?” tanya Kenzo.


Feby sejenak berpikir kalau ucapan Papanya ada benarnya. Namun Feby juga belum siap jika harus menikah dadakan seperti ini.


“Baik, Om. Chandra siap menikah sekarang juga.” jawab Chandra dengan cepat.


Feby menghela nafasnya pelan. Dia akhirnya pasrah menerima keputusan itu, karena demi kebaikannya juga.


***


Hari itu juga Sean dan Kenzo menghubungi istri masing-masing untuk datang menyaksikan pernikahan Chandra dan Feby. Tentunya kedua pria paruh baya itu tidak membiarkan istri mereka berangkat sendiri. Namun ada pengawal yang mengantarnya.


Lidia yang mendapat kabar bahagia itu dia sangat bersyukur, akhirnya anak sulungnya bisa meraih cintanya kembali meskipun harus melalui banyaki rintangan, termasuk menjadi suami kedua. Lidia tidak mempermasalahkan status calon menantunya. Karena ia berkaca pada dirinya sendiri di masa lalu saat menikah dengan Sean, pria baik hati yang menjadi suami keduanya.


Sedangkan Pelangi, Mama dari Feby pun tak kalah terkejutnya saat suaminya menyuruh datang ke villanya yang ada di kota B untuk menyaksikan pernikahan anak sulungnya dengan Chandra. Pelangi sangat bahagia dan tidak menyangka kalau Chandra, laki-laki yang seusia anak keduanya mau menikahi Feby yang jelas lebih tua darinya. Tidak hanya itu, Pelangi sangat terharu karena Chandra menerima status Feby yang sudah pernah menikah.


Pernikahan dadakan Chandra dan Feby dilaksanakan secara tertutup dan hanya dihadiri oleh kedua orang tua masing-masing. Karena memang keadaannya sedang urgent. Kenzo tidak ingin pernikahan kedua Feby sampai terdengar di telinga Tuan Ibra.


Lidia dan Pelangi tiba di Villa bersamaan. Mereka berdua saling berpelukan sebelum akhirnya menemui anak-anaknya.


Tidak ada persiapan dalam pernikahan dadakan itu. Namun baik Sean maupun Kenzo tetap menikahkan Chandra dan Feby secara resmi. Hanya saja untuk keperluan dokumen dan lain sebagainya akan diurus nanti.

__ADS_1


Sebelum melakukan prosesi sakral pernikahan, Lidia memasuki kamar yang ditempati Chandra. Lidia memberikan sebuah kotak bludru berisi sebuah cincin berlian. Cincin yang akan Chandra gunakan sebagai mas kawin pernikahannya dengan Feby beberapa saat lagi.


“Terima kasih, Ma! Mama memang yang terbaik.” Ucap Chandra sambil memeluk Mamanya.


Karena sebelum keberangkatan Lidia, Chandra sempat berpesan pada Mamanya agar membelikan mas kawin untuk Feby. Meskipun Chandra mempunyai banyak uang, namun ia tidak bisa keluar dari Villa yang pastinya sangat berbahaya.


Beberapa saat kemudian Chandra dan Feby sudah bersanding di hadapan penghulu untuk segera melangsungkan pernikahan.


Acara sakral itu hanya dihadiri oleh kedua orang tuan Chandra dan Feby, lalu beberapa anak buah Kenzo yang ada di Villa itu yang juga menjadi saksi.


“Sah”


Satu kata yang sangat mewakili rasa lega semua orang yang ada dalam ruangan itu, khususunya si mempelai pengantin. Tak lama kemudian Chandra menyemakan cincin di jari manis Feby, kemudian Feby mencium punggung tangan Chandra, dan mendapat balasan ciuman di keningnya dari sang suami.


“Malam ini juga kalian berdua harus pergi meninggalkan negara ini.” ucap Kenzo.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


 


__ADS_2