Suami Kedua

Suami Kedua
Reuni Kecil-kecilan


__ADS_3

Silvia segera melepas tangannya yang tadi ia gunakan untuk menutup mulut sang suami. dia bertambah malu saat orang-orang melihat tingkahnya.


“Nanti malam saja kalau mau membekapku. Tapi jangan pakai tangan, pakai bibir ya, Sayang!” goda Xander.


Silvia hanya mencebik. Lalu dia memilih beranjak turun dari pelaminan untuk mengambil minum. Xander pun mau tak mau akhirnya mengikuti istrinya.


Sementara itu Sean kini tampak berkumpul dengan Kenzo beserta istrinya, dan juga Leon dan Marsha. Mereka tampak bahagia bisa berkumpul bersama, terelebih Sean yang sudah lama tidak berjumpa dengan Kenzo.


“Kapan kalian berdua menyusul?” tanya Sean pada pasangan Leon dan Marsha.


Leon hanya diam sambil melirik Marsha yang justru asyik menyesap minuman yang sedang ia bawa. Entahlah, Leon merasa hubungannya dengan Marsha semakin lama semakin tidak jelas. Walau keduanya sering bertemu. Namun perasaan Leon seperti digantung oleh Marsha.


“Sha! Ditanya malah cuek.” ucap Sean. Leon sendiri memilih pura-pura acuh.


“Aku hanya menunggu Kak Leon bilang sendiri ke Papa.” Jawab Marsha santai.


Uhukkk


Leon seketika tersedak. Dia benar-benar terkejut mendengar jawaban Marsha. Apakah itu pertanda bahwa Marsha sudah memberikan lampu hijau.


“Dasar cemen!! Jadi sejak dulu kamu nggak berani mengatakannya langsung pada Tuan Nugraha?” Sean meledek Leon.


“Bukan. Bukan seperti itu. Aku berani, hanya saja aku menung-“


“Ya sudah kalau nggak mau bilang ke Papa.” Sahut Marsha cepat lalu pergi begitu saja.


Leon pun mengejar Marsha. Sementara Sean dan Kenzo hanya tertawa kecil melihat tingkah pasangan yang sedang berbunga-bunga itu. Kemudian pandangan mereka berdua beralih pada para istri yang tengah sibuk dengan anak-anaknya. Disana juga terlihat Chandra yang sangat akrab dengan anak pertama Kenzo yaitu Feby. Mereka yang dulu pernah bertemu, kini beretemu lagi seolah sedang merayakan reuni kecil-kecilan. Meskipun mereka juga masih kecil.


“Lihatlah! walau usia Feby lebih tua dari Chandra, tapi aku lihat sifat dan sikap Chandra melebihi anak seusianya. Bahkan lebih dewasa dari Feby.” Ucap Kenzo.

__ADS_1


“Chandra memang seperti itu. Entahlah, mungkin karena masalah yang sudah menimpa keluargaku hingga memberikan dampak seperti itu pada Chandra. Dewasa yang belum saatnya.” Jawab Sean.


“Kamu jangan merasa bersalah seperti itu. Justru dengan masalah itu memberikan hikmah yaitu anak-anak kamu menjadi pribadi yang kuat dan tangguh.”


Sean menatap wajah Kenzo, lalu tersenyum tipis sebagai tanda setuju dengan ucapan sahabatnya itu.


*


Perlahan tamu undangan sudah berpamitan pulang, karena waktu sudah malam. begitu juga dengan Kenzo beserta istri dan anak-anaknya. mereka juga berpamitan pulang. karena besok pagi-pagi sekali sudah harus pulang ke kota J.


Kini hanya ada pasangan Sean dan Lidia yang menemani pasangan pengantin baru Xander dan Lidia yang sedang menikmati makan malam.


Xander sudah bersikap biasa pada Sean setelah sempat dijaili tadi saat di atas pelaminan. Suasana hangat tengah mereka rasakan.


“Apa kamu akan lama disini?” tanya Xander di sela-sela kegiatan makannya.


“Mungkin sampai besok saja. Setelah itu aku akan mengajak istri dan anak-anakku liburan.” Jawab Sean.


Xander hanya mengangguk samar. Lalu dia kembali melanjutkan makannya.


Sejak tadi Silvia cenderung lebih diam dari biasanya. Bahkan perempuan itu hanya menunduk saja saat sedang mengunyah makanannya.


“Silvia, apa kamu sedang sakit?” tanya Lidia khawatir.


Silvia langsung mendongak menatap Lidia dan mencoba bersikap biasa saja. Karena sejak tadi hatinya dilanda kecemasan dan kegugupan.


“Ehm, aku baik-baik saja.” Jawabnya sambil tersenyum kaku.


Xander juga mengerutkan kening saat melihat wajah sang istri memerah. Lalu telapak tangannya mendarat tepat di kening Silvia untuk mengetes suhu badannya.

__ADS_1


“Wajah kamu merah, tapi badan kamu tidak panas. Kamu yakin baik-baik saja?” tanya Xander.


“Iya. Aku baik-baik saja.” Jawab Silvia.


“Oh… sekarang aku tahu. Pasti kamu sedang-“


“Sayang, tolong ambilkan aku lauk itu!” Sean memotong ucapan sang istri yang pasti akan meledek Silvia. Memang Sean sering usil pada Xander. Dan tanpa ia sadari ternyata keusilannya itu sudah menular pada sang istri. Namun Sean tidak ingin istrinya usil pada pasangan pengantin baru itu. Terutama Silvia yang sangat malu jika disinggung dengan hal seperti itu.


Lidia pun akhirnya mengambilkan makanan sesuai permintaan Sean dan tidak melanjutkankan kalimat ledekannya yang akan ditujukan pada Silvia.


Usai makan malam, Sean mengajak sang istri terlebih dulu masuk ke kamar. sementara pasangan pengantin baru masih berdiam diri di meja makan.


“Ayo!” ajak Xander.


“Kemana?” tanya Silvia dengan polosnya.


“Istirahat, Sayang! Apa kamu mau semalaman duduk disini? Ya sudah, aku sendiri saja yang masuk ke kamar.” ucap Xander lalu berjalan begitu saja.


“Jangan!! Tunggu aku!”


.


.


.


*TBC


Sabar ya guys😂😂

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2