Suami Kedua

Suami Kedua
Hampir Mirip


__ADS_3

Selain memerintah anak buahnya untuk mencari keberadaan Feby, Tuan Ibra juga akan menemui Reza untuk membujuk Feby agar kembali lagi menjadi istrinya. Dia tidak boleh gegabah dengan cara memarahi Reza, karena bagaimana pun juga Reza harus tetap ikut campur dengan semua ini.


Pria baruh baya itu saat ini benar-benar pusing. pekerjaannya sangat padat namun dia juga harus secepatnya terbang ke luar negeri untuk menemui anaknya.


Tuan Ibra mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaan Feby. Dia berharap bisa menemukan Feby secepatnya sebelum Feby menikah lagi dengan pria lain. Karena itu akan mempersulit misinya. Selain itu dia juga harus terus menunjukkan wajah ramahnya pada Kenzo dan berpura-pura tidak tahu apa-apa.


***


Hari ini Feby bangun dari tidurnya dalam keadaan tidak baik-baik saja. Entah kenapa tiba-tibanya kepalanya sangat pusing. bahkan mau pergi ke kamar mandi pun rasanya sangat berat dan pandangannya berkunang-kunang.


Tidak ingin hal buruk terjadi pada dirinya, karena dia hanya sendirian, maka Feby memutuskan untuk tidur kembali. Mungkin hari ini ia akan meminta cuti dulu agar bisa istirahat dan tenaganya pulih kembali.


Sementara itu Chandra pagi ini seperti biasanya akan bersiap untuk berangkat kerja. Sebelum berangkat ia selalu mengirim pesan pada Feby. Entah itu pesan berisi ucapan selamat pagi ataupun semangat menjalani aktivitas, namun Chandra tidak pernah absen.


Semenjak bertemu Feby lagi dua tahun yang lalu, tepatnya di awal karirnya yang bekerja di kampus, sampai saat ini Chandra belum mengungkapkan perasaannya. Hanya saja dia selalu menunjukkan rasa perhatian dan kasih sayangnya pada Feby. Bukan maksud apa-apa, Chandra hanya tidak ingin membuat Feby tidak nyaman jika ia mengungkapkan perasaannya dan di saat posisi dan keberadaan Feby masih belum aman. Chandra berjanji setelah ia berhasil membantu menyelesaikan masalah Feby, ia akan mengungkapkan perasaannya yang masih sama seperti dulu.


Setelah mengirim pesan pada Feby, Chandra segera memasukkan ponselnya ke dalam tas tanpa menunggu balasannya. Lalu ia berangkat bekerja.


Sesampainya, Chandra langsung memulai pekerjaannya tanpa melihat ponselnya lagi. karena hari ini pekerjaannya benar-benar padat.


Hingga sampai jam makan siang, Chandra baru bisa beristirahat. Lalu ia memeriksa ponselnya untuk membaca pesan balasan dari Feby. Biasanya Chandra akan menampakkan senyum manisnya saat membaca pesan dari Feby, namun kali inin tidak. Jangankan membalas pesannya, membacanya saja tidak. Chandra semakin khawatir dengan keadaan Feby.


Chandra tidak lantas menelepon Feby, namun ia lebih memilih memeriksa rekaman cctv di sekitar unit apartemennya. Mulai jam tujuh pagi sampai saat ini Chandra tidak melihat tanda-tanda Feby keluar dari unitnya. dan juga tidak ada orang lain yang mencurigakan. jadi, bisa dipastikan kalau saat ini Feby ada di dalam unitnya. Chandra pun segera menghubungi Feby.


Panggilan pertama tidak mendapat jawaban. Chandra pun tidak putus asa meskipun harus menunda jam makan siangnya. Akhirnya pada panggilan keempat, Feby baru menjawabnya.

__ADS_1


“Halo, Feby? Apa kamu baik-baik saja? Kamu dimana saat ini?”


“…..”


“Kamu sakit?” tanyanya dengan raut wajah penuh kekhawatiran.


“…..”


“Apa kamu sudah makan? Sudah minum obat? Kenapa kamu tidak bilang padauk, Feb?”


“…..”


“Maaf! Ya sudah kamu istirahat saja. Nanti pulang kerja, aku akan secepatnya kesana.”


Chandra mengakhiri panggilannya setelah mendapat kabar bahwa Feby sedang sakit. Masih ada rasa cemas dalam dirinya walau Feby tadi mengatakan sudah baik-baik saja. Dari suaranya yang lemah saja Chandra bisa tahu kalau Feby tidak baik. Chandra akan membawa Feby periksa ke dokter nanti saat ia sudah pulang kerja.


*


Beberapa saat kemudian Chandra sudah sampai, Feby pun membukakan pintu dengan wajah yang terlihat masih pucat.


“Ayo aku antar kemu periksa sekarang juga!” ucap Chandra.


“Nggak perlu, Chan! Aku sudah lebih baik.” Tolak Feby.


“Wajah kamu saja pucat dan kamu bilang baik-baik saja. Sudah ayo cepat!”

__ADS_1


Tanpa basa-basi lagi Chandra menarik tangan Feby lalu mengajaknya keluar. Dia melepas jaketnya untuk dipakaikan pada Feby. Lalu pergi ke klinik yang tak jauh dari apartemen.


Feby hanya bisa pasrah. karena memang badannya begitu lemah.


Beberapa menit mendaat pemeriksaan dokter, ternyata Feby hanya kelelahan dan tekanan darahnya rendah. Dokter sudah memberikan beberapa obat dan vitamin. Lalu menganjurkan Feby agar istirahat dengan cukup.


“Kita beli makan dulu, ya?” ucap Chandra setelah keluar dari klinik.


Feby bingung mau menjawab apa. Karena ia benar-benar takut jika keluar rumah sepeti ini. ini juga pertama kalinya keluar tidak menaiki mobil.


“Kenapa diam? Apa masih ada yang sakit?” tanya Chandra.


“Nggak. Ya sudah ayo!” ajaknya kemudian.


Setelah membeli makanan, Chandra dan Feby segera meengajak Feby pulang. dia juga tidak ingin keberadaan Feby diketahui orang lain. Namun sayang, sejak tadi ada seseorang yang mengintai mereka berdua.


“Aku akan mengirim foto ciri-ciri laki-laki itu sekarang juga. karena perempuan yang sedang bersamanya hampir mirip dengan Nona Feby.” Ucapnya setelah berhasil menangkap gambar Chandra.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2