
"Makanan nya sudah siap ayo ajak istri mu ke belakang Lan,kita makan dulu,Vero jug pasti sudah lapar iya kan sayang?" ujar sang mama tersenyum manis
Aslan menggenggam tangan Nayla membantu berdiri sedang kan Vero di ambil oleh mama Aslan.
"Mau main sama oma sayang?"
"Iya oma" jawab Vero tersenyum manis
"Seperti nya Vero suka di sini Lan, kapan-kapan ajak anak dan istri mu menginap di sini ya biar mama ada teman nya, pasti seru kalau main sama Vero,anak nya periang"
"Iya ma, sekarang aku sedang banyak sekali pekerjaan nanti kalau weekend kami menginap di sini"
"Kalian tinggal di mana?"
"Komplek perumahan permata hijau ma, daerah selatan nggak jauh dari kantor ku"
"Perumahan Elite lan?"
"Tidak ma, sederhana saja"jawab Aslan
"Kata nya Nayla hamil kenapa kamu tidak pindah rumah saja Lan,biar Nayla nyaman"
"Aku betah di sana ma" sahut Nayla
__ADS_1
Aslan menarik kursi agar sang istri duduk tapi saat Nayla berjalan maju kaki nya terasa licin hingga tubuh nya terjatuh untung Aslan cepat menangkap Nayla hingga tak membuat Nayla terduduk di lantai.
"Hati-hati Nay" pekik mama Aslan
"Kenapa sayang?" tanya Aslan
"Mas lantai nya licin" bisik Nayla pelan sambil meringis kecil
"Bagaimana bisa licin apa bibi tidak mengepelnya ma?" tanya Aslan dengan wajah khawatir melihat sang istri
"Di pel kok, masa licin!" mama Aslan tak percaya dia langsung mendekat dan melihat ada tumpahan minyak di sana.
"Ma, ini minyak apa?" tanya Aslan yang memegang lantai nya memang licin
"Nggak tau nyonya"
"Kenapa ada minyak di lantai bi,apa kamu nggak ngepel dulu tadi pagi"
"Sudah nya,pagi tadi su-dah di pel dan nggak ada minyak" jawab sang bibi gugup
"Kamu nggak papa sayang?" tanya Aslan
"Kaki ku sedikit sakit mas" jawab Nayla membuat Aslan panik
__ADS_1
"Aslan bawa Nayla ke kamar dulu,biar mama panggil kan dokter"
"Tidak usah ma,hanya sakit sedikit saja"
"Tapi kandungan kamu sayang"
"Nggak papa mas, nggak ada yang sakit sama perut aku kok,cuma kaki aja terpeleset dikit bawa kekamar dulu saja mas"
Aslan mengangkat tubuh Nayla ke dalam kamar nya lalu mengecek kaki sang istri yang terlihat memar.
"Aku panggil kan ahli tulang ya sayang"
"Mas di gosok minyak param aja juga hilang itu memar nya"
"Gimana bisa sayang,kita kan nggak tau apa yang terjadi di dalam sana,apa patah tulang atau bisa jadi terkilir"
"Ini hanya keseleo dikit mas nggak usah di lebih-lebih kan kalau patah nggak seperti ini"
"Sayang-"
"Mas gosok saja dengan minyak urut pasti sehat dulu aku juga sudah terbiasa begini" potong Nayla membuat Alsan tak bisa berkata apa-apa lagi,dia meminta sang bibi mencari minyak urut.
Aslan berpikir sejenak siapa yang menaruh minyak di lantai itu, pasti ini di sengaja,apa mama nya yang mau mencelakai Nayla tapi sepertinya tidak mungkin secara mama nya dari tadi bersikap baik pada Nayla jika bukan mama nya terus siapa?
__ADS_1
Aslan hanya bisa menduga tanpa bisa menuduh karena tidak ada bukti kuat,sayang nya rumah besar ini hanya di pasang CCTV di luar rumah saja untuk keamanan karena selama ini di dalam rumah tidak pernah terjadi hal aneh.