
Di tempat yang sama di luar rumah itu juga terjadi baku hantam antara dua orang pria dan beberapa anak buah Tuan Ibra. Perkelahian mereka berdua cukup sengit karena banyaknya anak buah Tuan Ibra yang silih berganti menghajar Fredy dan Reza.
Reza tadi nekat mendatangi kantor Chandra hanya untuk memastikan kalau mantan istrinya baik-baik saja. namun saat tiba di sana, dia justru bertemu dengan Fredy. Awalnya Fredy tidak percaya dengan maksud kedatangan Reza. Mengingat Reza adalah anak dari pria yang saat ini menyekap Feby dan Chandra. Dan Fredy mempercayai penjelasan Reza, lalu akhirnya mereka berdua mendatangi rumah besar milik Tuan Ibra. Sementara saat ini Sean dan Kenzo sedang dalam perjalanan menuju ke negara ini setelah mendapat kabar dari Fredy.
Satu per satu anak buah Tuan Ibra jatuh di tangan Reza dan juga Fredy. Walau keadaan mereka berdua juga sama-sama terluka.
“Om cepatlah masuk! Dan selamatkan mereka! Biar aku yang menyelesaikan di sini.” ucap Reza yang saat ini sedang menghadapi dua anak buah Papanya.
Fredy pun mengangguk dan segera berlari masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan Chandra dan Feby.
Di dalam ruangan besar itu, dua anak buah Tuan Ibra berjalan dengan mengayunkan tongkat baseball yang siap menghabisi nyawa Chandra.
Tubuh Feby bergetar melihat dua pria bertubuh kekar itu berjalan mendekati suaminya. keadaan Chandra sudah lemah kini akan ditambah dengan pukulan dua tongkat baseball.
“Om jangan lukai suamiku!!” teriak Feby penuh permohonan.
Kedua pria itu masih diam sebelum mendapat perintah dari bosnya.
“Apa kamu mau menanda tangani surat perceraian itu?” tanya Tuan Ibra lagi.
“Baiklah, Om.” Jawab Feby sambil menundukkan kepalanya. Dia tidak ingin melihat Chandra semakin terluka hanya demi dirinya. Akhirnya terpaksa Feby menuruti kemauan pria tua itu.
“Tidak, Feb! sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan kamu. Aku tidak akan menanda tangani surat itu.” Tolak Chandra.
“Cepat kerjakan tugas kalian!” perintah Tuan Ibra pada anak buahnya karena sudah tidak tahan dengan Chandra.
__ADS_1
Bugh
Bugh
Dua tongkat itu mengayun cukup keras dan tepat mengenai punggung Chandra bergantian. Tuan Ibra masih membiarkan anak buahnya memukuli Chandra sampai Chandra menyerah dan mau menanda tangani surat perceraian itu.
Feby yang melihatnyaa sungguh tidak kuat. Suaminya hampir terkapar tak berdaya akibat pukulan yang bertubi-tubi itu. Sedangkan kedua tangannya saat ini sedang dipegang kuat oleh anak buah Tuan Ibra.
Tepat kedua pria itu hendak memukul kepala Chandra, datang seseorang yang berhasil mengacau.
Brakkk
Fredy berhasil membuka jendela yang terkunci rapat itu dengan menggunakan sebuah balok kayu. Semua orang yang ada dalam ruangan itu sangat terkejut. Begitu juga dengan dua orang pria yang sejak tadi memukuli Chandra.
“Cepat habisi dia!” perintah Tuan Ibra.
Tuan Ibra menyaksikan perkelahian itu semakin ikut ketakutan saat melihat dua nak buahnya hampir terjatuh. Lalu ia memerintah anak buahnya yang memegang Feby untuk ikut membantu. Dan akhirnya tumbang juga di tangan Fredy.
Nafas Fredy tersengal saat satu anak buah Ibra sebelum terkapar sempat menendang dadanya. Sedangkan Tuan Ibra pun segera mengambil pistol yang ada di balik saku jasnya. Feby yang melihat pun sangat terkejut.
“Lebih baik kamu mati sekarang!” ucap Tuan Ibra dan mengarahkan pistolnya tepat ke arah Chandra.
“Tidak!!!”
Dor
__ADS_1
Dor
Feby berlari dengan cepat untuk melindungi Chandra. Dan sebelum Tuan Ibra menarik pelatuk pistolnya ke arah Chandra, lengannya terlebih dulu mendapat tembakan dari arah yang berbeda. Sehingga dia menarik pelatuk itu dengan lemah dan meleset. Namun masih bisa mengenai seseorang.
“Feby!!!” teriak Reza saat melihat Feby pingsan dengan luka tembak.
Tuan Ibra pun segera melarikan diri karena merasa orang-orang yang ada dalam ruangan itu lengah. Sedangkan Chandra yang dalam kondisi terluka namun masih sadar, dia bisa merasakan sesuatu yang mengalir hangat di tubuhnya lalu ia merasakan tubuhnya berat seperti menahan beban.
“Feby! Sayang!” teriak Chandra dengan lirih saat melihat istrinya pingsan dalam pangkuannya.
“Feby!” Reza sangat panik pun segera membawa Feby pergi ke rumah sakit. Sementara Fredy melepaskan tali yang mengikat tubuh Chandra dan membawanya ke rumah sakit juga.
Dalam perjalanan dengan mobil yang berbeda, tubuh Chandra semakin lemah. Namun ia masih terus memikirkan keadaan istrinya. Apalagi Reza yang saat ini sedang bersama istrinya. Chandra takut jika Feby akan memilih kembali bersama Reza.
“Tenanglah, semuanya akan baik-baik saja.” ucap Fredy seolah mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh Chadra.
“Kak Fred, aku takut kehilangan istriku.” Ucap Chandra lirih sebelum kesadarannya hilang.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading‼️