Suami Kedua

Suami Kedua
Menepis Perasaan


__ADS_3

Chandra terhenyak mendengar pertanyaan pria paruh di hadapannya. Dia bingung mau menjawab apa. Dia juga takut pria itu memberitahu Feby kalau dirinya menyimpan foto Feby tanpa ijin.


“Oh, Feby itu teman saya dari kecil, Pak. Jadi-“


Kring kring


Suara deringan ponsel Hengky membuat Chandra menghentikan ucapannya. Sedangkan pria itu juga segera menerima panggilan masuk dari ponselnya dan segera keluar ruangan sambil mengangguk sopan pada Chandra meski tangannya yang sebelah kanan sedang memegang ponsel di telinganya.


Hufttt


Chandra menghembuskan nafasnya lega. Dia berharap pria tadi tidak lagi mempertanyakan foto Feby yang tersimpan dalam ponselnya.


Chandra kini sudah memegang sebuah map yang berisi lembaran tentang data pribadi karyawan Kenzo. meski masih mengingat sikap Feby, namun kali ini Chandra berusaha fokus dengan pekerjaannya. Agar cepat selesai dan tidak lagi berada di kantor ini.


Satu per satu Chandra mulai melihat data pribadi karyawan. Tapi yang Chandra butuhkan hanya alamat email saja. Ya memang kebijakan tiap perusahaan berbeda-beda. Dan aturan di perusahaan Kenzo melarang memberikan alamat email setiap karyawannya kepada siapapun. Demi menjaga privasi dan menghindari tindak kejahatan. Pasalnya di jaman modern saat ini banyak sekali perbuatan penyalahgunaan mulai dari alamat email, no hp, dan lain sebagainya. Yang berujung pada penipuan dan pemerasan. Jadi Chandra merasa bersyukur karena diijinkan oleh Kenzo untuk meretas semua email karyawannya. Tapi itu semua ada tujuannya, yaitu mengungkap kejahatan.


Chandra tampak fokus dengan pekerjaannya. Dia bertekat hari ini juga urusannya selesai, dan masalah yang terjadi di perusahaan Kenzo terungkap.


Pukul sebelas siang pintu ruangan itu terbuka. Dan muncullah si pemilik ruangan yang tak lain adalah Kenzo. chandra hanya menganggukkan kepala saat Kenzo memasuki ruangannya. Kebetulan kursi kerja Kenzo dipakai Chandra. Pria itu juga tidak mempermasalahkannya, lalu mengambil posisi duduk di sofa.

__ADS_1


“Lanjutkan saja, Chan! Om juga masih ada kerjaan.” Ucap Kenzo.


“Baik, Om!” jawabnya.


Hingga jam makan siang tiba, Chandra masih sibuk. Sepertinya pekerjaan ini akan selesai sampai nanti malam. karena dari data yang saat ini ia retas belum menunjukkan sinyal kejahatan yang dilakukan oleh karyawan Kenzo. dan masih banyak lagi data yang belum ia masukkan.


Melihat jam makan siang tiba, dan Chandra masih sibuk. Kenzo segera memesan makan siang pada OB dan memintanya membawa masuk ke ruangan. Setelah makanan datang, Kenzo meminta Chandra agar menghentikan pekerjaannya sejenak demi makan siang.


“Terima kasih, Om.” Ucap Chandra sebelum menyantap makan siangnya.


Mereka berdua menikmati makan siangnya dengan diam. Keduanya sama-sama sedang sibuk dengan pekerjaan, jadi yang ada dalam pikirannya hanya pekerjaan dan pekerjaan.


Sejak tadi Feby mengamati ruang kerja Papanya yang tampak tertutup rapat. Dan sama sekali tidak melihat seseorang yang keluar masuk ke ruangan itu, kecuali Papanya sendiri dan juga seorang OB.


Ruangan Feby berada tepat di depan ruangan Papanya. Jabatan Feby di kantor adalah sebagai sekretaris cadangan. Sedangkan sekretaris inti ruangannya ada di sebelah ruangan Feby. Jadi Feby bisa melihat dengan jelas ruangan Papanya.


Perasaan Feby sejak tadi sangat gusar. Terutama setelah mengatakan hal yang tak seharusnya ia ucapkan pada Chandra. Feby sadar kalau ucapannya tadi menyakiti hati Chandra. Harusnya cukup mengucapkan “iya” saja saat Chandra meminta maaf. Bukan malah bicara yang tidak-tidak. Padahal kejadian semalam bukan sepenuhnya salah Chandra. Dia juga sangat menikmati ciuman itu.


Feby menggelengkan kepalanya pelan menepis perasaan aneh dalam hatinya ketika mengingat Chandra. Apa mungkin dirinya jatuh cinta pada laki-laki yang usianya jauh di bawahnya. Ya, memang usia bukan menjadi patokan. Tapi menurut Feby, tidak semestinya seperti itu.

__ADS_1


*


Sementara itu di sebuah rumah besar, siang ini tampak seorang gadis sedang berjalan mengendap sambil menengok ke kanan dan ke kiri untuk memastikan kalau tidak ada orang yang sedang melihatnya.


Hari ini Viana tidak masuk sekolah karena saat bangun tidur tadi pagi mendadak kepalanya sangat pusing. Mamanya juga memintanya untuk istirahat di rumah lalu memberinya obat sakit kepala. Dan siang ini keadaan Viana sudah membaik. Karena bosan di kamar, akhirnya muncul ide dalam benaknya untuk mencari sesuatu di dalam kamar kakaknya.


Viana ingin mencari foto seorang perempuan yang tersimpan dalam laptop kakaknya tempo hari. Gadis itu masih sangat penasaran, apakah ucapan kakaknya benar atau bohong.


“Syukurlah!” gumamnya lirih saat berhasil masuk kamar Chandra yang tidak terkunci.


Setelah itu ia berjalan dan mencari dimana kakaknya menyimpan laptop itu.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2