
Keesokan paginya Feby terbangun dari tidurnya dengan keadaan sang suami sudah tidak ada di sampingnya. Padahal waktu masih sangat pagi. kebetulan juga hari ini hari minggu.
Feby bergegas bangun untuk mencari keberadaaan Chandra. Dia keluar kamar segera menuju ruang gym. Biasanya memang Chandra ada di tempat itu saat libur kerja seperti ini. namun ternyata tidak ada. Di dapur pun juga tidak ada.
Feby berjalan mengitari rumah besar itu berharap menemukan keberadaan suaminya. namun tak kunjung tampak batang hidungnya. Perempuan itu sampai kelelahan dan memutuskan untuk istirahat sejenak.
Kepala Feby terasa berdenyut. Dia lupa kalau sejak bangun tadi belum minum dan perutnya juga masih kosong. Tak ingin terjadi hal buruk pada dirinya, perempuan itu segera menuju dapur untuk minum dan berlanjut memasak. Siapa tahu setelah selesai memasak, suaminya telah kembali.
Namun harapan tak sesuai dengan kenyataan. Setelah selesai memasak, Chandra tak kunjung kembali. Feby teringat sesuatu, dia segera menuju garasi mobil dan benar saja mobil sport milik suaminya tidak ada di sana. Dan sudah dipastikan kalau Chandra keluar rumah sejak tadi.
Berulang kali menghubungi ponselnya, namun Chandra selalu mengabaikannya. Hati Feby semakin kalut dengan perubahan sikap suaminya sejak semalam.
“Apakah semalam Chandra melihat aku bersama Reza?” gumamnya lirih.
Tak ingin terus berlarut memikirkan praduganya. Feby terpaksa meminta bantuan Reza untuk melihat rekaman CCTV hotel tempat dimana mereka bertemu. Beruntungnya Reza mau membantunya, meskipun telah ditolak oleh Feby semalam.
Ting
Beberapa menit menunggu akhirnya Reza mengirim pesan video yang berisi rekaman CCTV yang Feby minta.
“Maafkan, aku Chan! Kamu salah paham.” Gumam Feby saat melihat video itu ternyata ada Chandra yang berada tidak jauh dari posisinya.
__ADS_1
Feby kembali menghubungi no ponsel Chandra namun lagi-lagi Chandra mengabaikannya. Rasa pusing di kepalanya kembali menyerang. Dengan terpaksa ia memilih sarapan dulu meskipun tidak berselera dengan makanan yang telah ia masak.
Hingga sampai sore hari Chandra tak kunjung pulang. dan selama itu juga Feby terus terbaring di atas tempat tidur karena badannya semakin terasa lemas.
Tangis yang sejak tadi ia tahan pun akhirnya meluncur begitu saja. kenapa Chandra yang ia kenal bisa berubah secepat ini hanya karena kesalah pahaman yang masih bisa diperbaiki.
Feby juga tidak putus asa. Dia terus menghubungi ponsel Chandra namun saat ini justru sedang di luar jangkauan. Mau pergi mencari pun ia tidak berani keluar rumah sendirian. Terlebih kemarin Reza sempat mengatakan kalau mantan mertuanya sudah mengetahui keberadaannya. Dan dengan berada di rumah ini menurutnya yang paling aman.
Ini adalah hari pertama Feby tanpa ada suami di sisinya. Sampai larut malam, Feby masih terjaga hanya karena menunggu suaminya pulang. mungkin jika ada urusan pekerjaan, dia tidak akan kacau seperti sekarang. Tapi ini berbeda. Suaminya pergi lantaran sakit hati akibat ulah dirinya yang tak sengaja bertemu dengan mantan suaminya.
Memang Feby akui kalau dirinya juga bersalah. Namun apakah semua ini tidak bisa diselesaikan dengan baik-baik. Kenapa Chandra memilih menjauhinya. Apakah suaminya berniat akan meninggalkan dirinya.
“Tidak!!!” tangis Feby pecah di keheningan malam membayangkan hal buruk terjadi pada rumah tangganya.
***
Mata sembabnya masih terlihat jelas saat ia terbangun dari tidurnya. Ini kedua kalinya terbangun di pagi hari tanpa ada sang suami di sisinya. Feby segera membersihkan tubuhnya. Hari ini ia beretekat akan mendatangi kantor Chandra dan menjelaskan semua kesalah pahaman itu.
Pukul sembilan pagi Feby baru bisa keluar rumah. karena sempat terjadi drama dengan tubuhnya yang tiba-tiba sangat lemas dan disusul dengan perutnya yang mual-mual.
Feby sudah berada di dalam taksi yang akan mengantarnya ke kantor Chandra. Dia mengabaikan penampilannya yang jauh dari kata baik-baik saja. mata sembab dengan kantung mata yang begitu terlihat jelas. Ditambah wajah pucat akibat mual dan muntah tadi pagi.
__ADS_1
Sesampainya di kantor Chandra, Feby segera menuju ruang kerja suaminya. semua karyawan yang bertemu dengannya tampak menunduk hormat meskipun mereka merasa sangat heran dengan keadaan istri bosnya.
Feby masuk langsung ke dalam ruang kerja suaminya tanpa mengetuk pintu. Benar saja, tampak Chandra sedang duduk di kursi kerjanya. Namun tiba-tiba mata Feby berembun saat melihat wanita lain sedang berdiri di belakang suaminya dengan posisi sedikit menunduk sambil menjelaskan sesuatu yang entah itu pura-pura atau tidak.
Cukup lama Feby berdiri menyaksikan kedua oran itu. Bahkan Chandra sendiri tidak menyadari keberadaan istrinya. Hingga wanita itu dengan beraninya menyentuh tangan suaminya dengan gerakan menggoda.
Chandra terkesiap begitu juga dengan wanita itu saat mendengar isakan Feby yang semakin jelas. Wanita itu buru-buru memperbaiki posisinya dan segera pamit undur diri dari ruangan Chandra.
Kini hanya ada Chandra dan Feby yang ada dalam ruangan itu. Sejak tadi mata Feby taak berhenti mengeluarkan air mata. Namun Chandra juga sepertinya tak ingin menjelaskan apa-apa.
“Apa… apa kamu mau membalas perbuatanku, Chan?” tanyanya sambil terisak.
“Apa begini caramu menyeselesaikan masalah rumah tangga kita tanpa kamu lebih dulu mendengarkan penjelasanku?” tanya Feby sekali lagi.
“Aku tidak punya banyak waktu. Sekarang juga aku ada meeting di luar.” Jawab Chandra dan bergegas pergi mengabaikan keberdaan istrinya yang masih berdiri di tempat yang sama.
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading‼️