
hampir seminggu sudah berlalu,siang ini Nayla sedang menangis di sudut kamar nya,Aslan sudah hampir seminggu pula tidak pulang ke rumah mereka, beberapa banyak pesan di kirim oleh Nayla tidak ada yang di baca oleh sang suami,apa memang pernikahan nya akan sesingkat ini.
"Bunda,papa kenapa tidak pulang?" tanya Vero yang juga sudah merindukan ayah sambung nya itu
"Papa sedang kerja sayang,Vero jangan nakal ya kalau Vero jadi anak baik pasti papa akan cepat pulang"
"Iya bunda,Vero kangen papa" jawab bocah tersebut
"Iya bunda yakin papa juga pasti sedang kangen Vero,anak lelakinya ini" hibur Nayla
Vero kembali bermain dengan mainan nya,selama bersama Alsan bocah ini selalu di berikan mainan baru membuat Vero bahagia tapi kini akan kah kebahagiaan itu sirna.
Nayla Sudah berusaha menjelaskan lewat wa tapi Aslan tak membuka pesan nya.
"Bagaimana cara nya aku menjelaskan nya mas,jujur aku rindu pada mu, pulang mas kita bicarakan baik-baik" gumam Nayla menghela nafas panjang.
***
"Belum pulang juga loe?" tanya Bayu di jawab gelengan oleh Aslan, Sudah dua hari ini Aslan menginap di kantor setelah pergi dari apartemen Bayu,bukan Bayu tidak boleh tapi Bayu ingin Aslan pulang tapi bos nya ini justru memilih tidur di kantor, Bayu tidak bisa berkata apa-apa lagi.
__ADS_1
"Gue mau berangkat ke Lombok"
"Buat apa? Lari dari masalah! Pengecut"
"Gue nggak seburuk itu bro,ada beberapa masalah di perusahaan pak Brama,loe tau kan hampir 40% saham gue ada di sana,gue nggak mau kehilangan konyol"
"Terus?"
"Ya gue harus selamat kan itu dan gue harus berangkat ke sana malam ini"
"Bro, setidaknya kasih kabar dulu buat Nayla"
"Justru loe lari buat dia berpikir kalau loe bukan lelaki baik,jangan gantung dia begini,loe tau kan sakit nya gimana kalau di gantung,bisa sampai ke ubun-ubun" ujar Bayu sok serius
"Gue ingin Nayla bisa merasakan bagaimana jika tanpa gue,kalau Nayla baik-baik saja berarti Nayla tidak mencintai gue"
Bayu menggeleng kan kepala nya kecil dia tidak habis pikir dengan atasan nya ini,tapi Bayu hanya bisa mendukung semua keputusan Aslan, mungkin jika dia berada dalam posisi seperti Aslan juga akan galau berat.
"Terserah loe,gue cuma bisa berdo'a yang terbaik" ucap Bayu menepuk pundak sang sahabat.
__ADS_1
Sebenarnya hati Aslan rindu, rindu pada Nayla dan Vero tapi dia ingin Nayla bisa berpikir kalau pernikahan ini bukan ajang mainan,bisa bersatu dan bercerai sesuka hati.
***
"Kamu sudah temui Nayla,Yud?"
"Sudah bu, sebentar lagi Nayla juga akan kembali kerumah ini"
"Dari mana kamu tau? Kalian sudah bicara"
"Dia bertengkar hebat dengan suaminya bu jadi akan segera bercerai" jawab Yudha yakin
"Bagus lah kalau memang begitu,ibu bisa nyaman lagi di rumah ini kalau ada Nayla,ada yang beres-beres rumah,capek banget kalau harus ibu terus yang beres-beres belum lagi mikirin uang listrik,air kalau ada Nayla bisa di yang handel"
"Ya bu,sabar ya semoga perceraian Nayla dengan suaminya segera di selesaikan bu"
"Iya,terus kalau kalian sudah bersama kamu jangan seenaknya nalak Nayla lagi Yud,kamu tau sendiri kan kalian sudah tiga kali bercerai"
"Iya bu,iya" jawab Yudha patuh.
__ADS_1
***