Suami Kedua

Suami Kedua
Ngidam Aslan


__ADS_3

"Kenapa nggak di habiskan makanan nya mas? Nggak enak ya ?"tanya Nayla saat mereka sarapan, tidak biasanya suaminya ini tidak menghabiskan makanan yang dia buat


"Mual sayang, perut ku nggak enak" jawab Aslan pelan


"Mas sakit?" tanya Nayla khawatir


"Mungkin masuk angin biasa sayang, karena sebelum acara kantor aku terlalu banyak lembur dengan Bayu"


"Mau aku kerokin dulu mas?"Tanya Nayla dan di jawab gelengan oleh Aslan dia tidak mau menyusahkan sang istri yang tengah hamil.


"Terus gimana mas,apa kita ke dokter aja ya,aku takut kamu malah kenapa-kenapa?"


"Di buatin air jahe aja bu biar mual nya berkurang terus di balur sama minyak angin" usul sang bibi


"Mau mas?" tawar Nayla


"Boleh sayang,tapi bibi saja yang buat kamu temenin mas aja di sini" pinta Aslan manja


Aslan memang sangat membatasi pergerakan Nayla terkadang Nayla yang masih kekeh ingin masak padahal Aslan sudah melarang nya,Aslan tidak ingin Nayla melakukan aktivitas apapun selain makan dan mandi terkadang membuat Nayla bosan padahal dokter tidak melarang Nayla bergerak meskipun kandungan Nayla belum begitu kuat.


"Ini pak di minum dulu"

__ADS_1


"Makasih bi"ucap Aslan pelan lalu meminum nya perlahan.


"Di gosokin minyak angin ya mas" ucap Nayla beranjak ke dalam kamar untuk mengambil minyak angin.


"Aku udah bilang kan jangan pulang malam mas,takut nya ini nih kamu nya kerja mulu"oceh Nayla


Aslan memeluk tubuh sang istri erat


"Iya sayang"


"Kalau istri ngomong itu di dengerin mas bukan nya iya-iya aja"


"Sayang aku jadi pengen makan bubur ayam deh"


"Yang hamil aku loh mas,kok jadi kamu yang ngidam"


"Ya nggak tau sayang, mungkin biar aku juga ngerasain hamil nya kali hahaha"


"Kata orang tua dulu kalau ngidam nggak kesampaian anak nya bisa ileran loh"


"Masa' begitu bik?" tanya Aslan takut

__ADS_1


"Iya pak"


"Kalau gitu tolong beliin lima bungkus sekarang ya bik"pinta Aslan


"Kok banyak banget mas?" tanya Nayla heran


"Biar nggak ileran sayang"


"Ya nggak sebanyak itu juga kali mas,satu juga cukup" om


"Buat kamu,buat aku,buat bibi sama buat Vero satu lagi buat jaga-jaga sayang siapa tau malam-malam ngidam lagi"


"Kalau mau lagi bukan ngidam nama nya mas tapi doyan" ketus Nayla membuat Aslan tertawa kecil.


"Ini uang nya bi beli sampai dapat ya,saya nggak mau anak saya sampai ileran" ujar Aslan menyerahkan uang dua lembaran merah.


"Iya pak"


"Sayang kalau kamu pengen sesuatu langsung bilang ya,jangan di tahan-tahan ntar anak nya ileran lagi"


"Iya mas,iya" jawab Nayla menggeleng kecil, sejak Nayla hamil memang Aslan lebih posesif dan perhatian, apapun yang di lakukan istrinya itu harus izin pada nya terlebih dahulu, Mungkin karena Aslan dulu nya punya riwayat trauma jadi di lebih siaga kali ini.

__ADS_1


Nayla bersyukur bisa menikah dengan lelaki seperti Aslan, paket lengkap di tambah bonus kaya raya.


Aslan juga sangat menyayangi Vero anak nya, terkadang justru Nayla yang melarang Aslan terlalu memanjakan Vero,dia takut Vero tidak mandiri secara dia anak pertama dan akan menjadi panutan untuk adik nya nanti.


__ADS_2