Suami Kedua

Suami Kedua
Malaikat Maut


__ADS_3

Saat ini Chandra sedang menuju perusahaan temannya yaitu Henry. Dia tidak menampakkan wajahnya saat nanti Tuan Ibra meeting. Namun Chandra terus memantau pergerakan Tuan Ibra melalui rekaman CCTV di ruang kerja Henry.


Chandra saat ini tengah fokus menatap layer laptop dimana menampakkan video dimana Henry akan meeting dengan Tuan Ibra.


Menurut informasi dari Henry, kemungkinan Tuan Ibra akan datang sendiri dalam meetingnya kali ini. hal itu dikarenakan asistennya sedang menangani salah satu perusahaannya yang sedang dalam masalah besar.


Sambil menunggu kedatangan Tuan Ibra, Chandra berkirim pesan dengan Reza yang saat ini juga sedang meeting dengan Calvin. Chandra selalu berpesan pada Reza agar terus berhati-hati. Karena menghadapi seorang Calvin tidaklah mudah.


Selesai berkirim pesan dengan Reza, Chandra melihat video dimana beberapa detik yang lalu tampak Tuan Ibra baru saja memasuki ruang meeting Henry. Henry yang saat itu ditemani oleh asistennya terus mengajak bicara Tuan Ibra untuk mengalihkan perhatiannya dengan memeberitahu tentang kelebihan perusahaannya jika perjanjian kerjasama itu terjalin. Tuan Ibra tampak berbinar dengan omzet yang sudah ia perkirakan sangat banyak. Ditambah lagi saat ini perusahaannya sedang krisis. Bahkan Henry tak segan-segan akan menanamkan saham di perusahaan Tuan Ibra.


Saat sedang fokus dengan bujuk rayu Henry, asisten Henry menyodorkan dokumen yang berisi surat perjanjian kerjasama itu untuk segera ditanda tangani. Tuan Ibra sama sekali tidak menaruh curiga terhadap Henry. Bahkan tanpa membaca kembali isi surat perjanjian itu, Tuan Ibra langsung mengambil bolpoinnya untuk tanda tangan. Namun tiba-tiba saja pria itu menghentikan gerakan tangannya, terlihat seperti ingin membaca isi suratnya.


Henry dan asistennya mendadak panik. Begitu juga dengan Chandra yang sejak tadi menyaksikan secara langsung meeting ketiga pria itu. Namun tak lama kemudian terdengar suara deringan ponsel dari balik saku jas Tuan Ibra. Hal itu sedikit membuat Henry dan asistennya lega.


“Benarkah? Aku akan segera ke sana dan menyaksikan langsung hari terakhirnya.”


Itulah kalimat yang samar-samar didengar Henry dari percakapan Tuan Ibra yang entah sedang bicara dengan siapa. Tak lama kemudian Tuan Ibra kembali memasukkan ponselnya. Pria itu hampir lupa kalau tadi belum menanda tangani surat perjanjian kerjasama dengan perusahaan Henry.


“Sepertinya anda sedang terburu-buru, Tuan?” tanya Henry.

__ADS_1


“Anda benar sekali. Hari ini hari yang membahagiakan buat saya. terima kasih Tuan Henry telah berbaik hati mau menyelamatkan perusahaan saya yang sedang krisis. Tapi maaf, saya harus segera pergi.” Ucapnya sambil membubuhkan tanda tangannya, lalu keluar dari ruangan Henry sambil berjabat tangan.


Chandra yang melihat itu semua juga ikut lega. Akhirnya dia berhasil mengembalikan asset milik mendiang mama Reza kembali ke ahli waris yang sebenarnya.


Tak lama kemudian ponsel Chandra berdering. Disana tertera nama ayahnya yang sedang menghubunginya. Wajah Chandra mendadak pias saat mendapat kabar kalau ayahnya kehilangan kontak dengan Reza.


Chandra pun segera mengeceknya sendiri, dan ternyata benar. Beberapa menit yang lalu ponsel Reza dalam keadaan non aktif. Bahkan keberadaan terakhirnya sulit dilacak. Dia yakin kalau saat ini Reza sedang dalam bahaya.


Cklek


Chandra berpapasan dengan Henry saat dia akan keluar mencari Reza.


“Ada apa? Ini surat yang kamu minta sudah ditanda tangani.” Tanya Henry sambil menyodorkan dokumen dalam map.


Henry pun dengan cepat mencegah Chandra. Dia ingin tahu yang sebenarnya. Lalu Chandra menceritakan semuanya tentang Reza.


“Kamu tidak bisa melacak keberadaannya? Apakah kepergian Tuan Ibra yang buru-buru tadi ada hubungannya dengan semu ini? beliau tadi mengatakan kalau hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan baginya.”


Chandra pun seperti mendapat angin segar. Ia mengurungkan niatnya untuk pergi. Dia kembali ke ruang kerja Henry untuk melacak kemana saat ini Tuan Ibra pergi. Setelah beberapa saat, Chandra berhasil menemukan titik lokasi dimana Tuan Ibra sekaranng.

__ADS_1


“Terima kasih banyak, Hen! Aku akan pergi dulu.” Pamitnya.


Chandra menghubungi Ayah dan mertuanya untuk segera menuju lokasi. Lokasi dimana saat ini kemungkinan Reza disekap oleh Calvin.


Setelah tiga puluh menit perjalanan, akhirnya Chandra sudah sampai di lokasi. Lebih tepatnya di sebuah rumah besar mirip bangunan kuno. Tak lupa di luar rumah itu tampak dua mobil mewah terparkir. Dan ada beberapa pria bertubuh kekar sedang berjaga.


Chandra memundurkan kembai mobilnya agar tidak terlihat orang-orang yang sedang berjaga itu. Kemudian dia mendapat pesan dari Kenzo kalau saat ini mertuanya itu sudah berada di belakang rumah. Begitu juga dengan Sean yang mengajak Fredy ikut serta. Namun mereka bertiga berpencar.


Kali ini Chandra sudah tampak fokus dengan tujuannya. Jadi untuk menghadapi beberapa pria bertubuh kekar itu Chandra sanggup.


Chandra meregangkan otot-ototnya sebelum menyerang pria-pria itu.


“Tuan Ibra, malaikat maut segera menjemputmu!” gumam Chandra sambil melangkah santai mendekati musuhnya.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading‼️


__ADS_2