Suami Kedua

Suami Kedua
Rencana David


__ADS_3

Sean dan Lidia terkesiap saat mendengar teriakan Chandra. Bocah kecil itu pun brlari menghampiri orang tuanya yang tengah menggendong Viana.


“Ada apa, Sayang?” tanya Lidia dengan posisi mensejajarkan dengan tubuh Chandra.


“Mama lama sekali ambil ponselnya. Ternyata malah asyik disini bersama adik dan ayah. Chan diabaikan.” Gerutunya dengan bibir mengerucut.


Lidia tertawa gemas. Begitu juga dengan Sean. Lalu Sean bergantian menggendong Chandra dan memberikan Viana pada istrinya.


“Sini gantian Chan yang Ayah gendong!” ucapnya sambil merentangkan tangan.


“Nggak mau. Chan bukan anak kecil lagi yang suka digendong.” Tolaknya dengan tangan bersedekap.


Sontak saja Lidia dan Sean semakin terpingkal melihat tingkah lucu Chandra. Anak usia enam tahun lebih itu bisa-bisanya bilang bukan anak kecil lagi.


“Chan masih kecil. Jadi Ayah mau menggendong Chan.” Ucap Sean dengan senyum meledek.


“Ih, ayah nakal. Chan kan bukan anak kecil lagi. Chan sudah diajari Kak Fred ilmu bela diri, jadi Chan sudah besar dan bisa melindungi Mama dan adik.”


“Sudah-sudah, lebih kita turun yuk, Sayang. Sebentar lagi ada teman Chan yang akan datang. Biar Ayah ganti baju dulu.” Ucap Lidia menengahi perdebatan kecil antara anak dan suaminya.


Kini Sean sudah ikut bergabung di ruang tengah bersama istri dan kedua anaknya. Sean juga sedang menunggu kedatangan Tuan Kenzo dan keluarganya untuk makan malam bersama.


Beberapa saat kemudian, sebelum jam makan malam tiba, Tuan Kenzo sudah datang. Sean dan istrinya menyambutnya lalu mengajaknya bergabung dan bersantai terlebih dulu. Sean akan membahas masalah kerjasamanya nanti usai makan malam. biarkan waktu luang ini mereka nikmati agar hubungan keduanya semakin dekat sebagai rekan bisnis sekaligus teman baru.

__ADS_1


Sambil berbincang santai, mereka juga mengawasi anak-anak mereka yang sedang asyik bermain. Chandra juga tampak antusias bermain dengan Feby dan Fico. Usia Fico sama dengan usia Chandra. Sedangkan Feby terpaut empat tahun di atas Chandra.


“Biarkan mereka juga berteman seperti ini sampai dewasa nanti, Tuan Sean.” Ucap Tuan Kenzo saat melihat keceriaan anak-anak kecil itu.


“Iya. Seperti orang tuanya. Bagaimana kalau di luar jam kerja seperti ini lebih baik jangan terlalu formal. Kita cukup saling panggil nama saja. Begitu juga dengan istri kita.” Usul Sean.


“Baiklah. Aku juga tidak keberatan.”


Setelah itu mereka menuju ruang makan untuk makan malam bersama. Sesuai janjinya, setelah makan malam, Sean mengajak Kenzo masuk ke ruang kerjanya. Sedangkan istri anak-anak mereka bersantai di ruang tengah. Lidia dan Pelangi juga terlihat sudah akrab dan nyaman.


***


Sementara itu di sebuah rumah sakit luar negeri tampak seorang pria tengah berbaring di atas brankar dengan beberapa alat medis pada tubuhnya. Pria itu tak lain adalah Bryan.


Beberapa hari yang lalu David meminta seseorang memindahkan Bryan ke rumah sakit di luar negeri dimana saat ini dirinya tinggal. Kabar kecelakaan yang menimpa Bryan membuat David tidak bisa langsung datang untuk melihat keadaan adiknya itu, lantaran pekerjaannya yang sangat padat.


David meminta anak buahnya agar menutup informasi mengenai kepindahan Bryan demi kelancarannya berobat. sampai saat ini David belum mengetahui penyebab pasti kecelakaan yang menimpa Bryan. Berdasarkan informasi yang dia dapat, Bryan murni kecelakaan tanpa ada orang lain yang mencelekainya. Justru Bryan disalahkan karena berkendara melanggar peraturan lalu lintas. Dan soal rem mobilnya yang blong, David tidak tahu, pihak kepolisian tidak bisa menyelidikinya karena keadaan mobil Bryan sudah hancur. Selain itu memang kerja Xander membuat rem mobil Bryan blong dibuat seolah murni tidak ada orang yang mencelakainya.


“Cepatlah sadar, Bryan! Aku akan sangat berdosa jika kamu pergi meningggalkanku setelah kamu berhasil mengambil alih perusahaan Sean menjadi milikku.” Gumamnya sambil mengusap sudut matanya.


Setelah itu David keluar dari ruangan ICU. Dia meminta pihak rumah sakit mengupayakan pengobatan yang terbaik buat adiknya. Lalu dia kembali ke kantornya.


David cukup senang dengan hasil kerja Bryan yang menjadikan perusahaan cabang milik Sean menjadi miliknya. Kini usahanya tinggal membuat Sean agar mau menjadi asisten pribadinya. Meski semua itu sangat sulit. Pria itu sejak dulu sangat tahu tentang kemampuan Sean yang luar biasa termasuk dalam bidang teknologi dan informasi. Dan saat ini David sedang bekerjasama dengan salah satu mafia terkenal untuk menyusun rencana agar bisa menjadikan Sean asisten pribadinya.

__ADS_1


“Sepertinya memang aku harus bersabar dulu untuk menunggu waktu itu datang.” Gumamnya sambil tersenyum sinis membayangkan rencana yang telah ia susun dengan matang.


Deringan ponsel membuat David harus mengakhiri lamunannya. Pria itu segera menjawab panggilan dari anak buahnya yang telah membawa Bryan kesini.


“Ada apa?”


“Tuan, saya mendapatkan informasi terbaru tentang kecelakaan Tuan Bryan.”


“Cepat katakan!”


“Berdasarkan informasi yang saya dapat dari salah satu anak buah Tuan Bryan, sebelum kecelakaan Tuan Bryan sempat menyekap seorang wanita dan juga terlibat perkelahian hebat dengan salah pria yang akan menyelamatkan wanita itu.”


“Siapa wanita yang disekap?” tanya David merasa khawatir jika Lidia yang disekap oleh adiknya.


“Sekretaris Tuan Sean.”


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2