Suami Kedua

Suami Kedua
Kakak Tua


__ADS_3

Xander masih berdiri di atas pijakannya. Dia terdiam dan terpaku saat ada tangan mungil yang terus memukuli kakinya. Meski pukulan itu cukup keras menurut kemampuan Angel, namun Xander sama sekali tak merasakan sakit. Karena yang sakit bukan fisiknya, melainkan hatinya.


“Bapak Jahat!!!”


Dua kata itu terus terucap dari bibir Angel dengan tangan yang masih memukul kaki Xander. Meskipun Silvia sudah berusaha menarik sang adik agar menghentikan aksi brutalnya itu, namun Angel sama sekali tidak peduli.


Mungkin jika sakit hatinya Xander karena dicurangi oleh lawan bisnisnya tidak seberapa dengan sakit hatinya saat ini. dimana dia yang lagi-lagi dianggap tua oleh calon adik iparnya. Sudah dipanggil “Bapak”, dikatain jahat pula. lantas bagaimana hubungan Xander dan Silvia untuk ke depannya. Katakan saja Xander memang tidak bisa meluluhkan hati anak kecil, tapi kalau disuruh membuat anak kecil pasti dia jagonya.


“Angel, sudah!! Jangan seperti ini! Angel tidak tahu apa-apa. Ayo kakak akan menjelaskan semuanya ke dalam.” Ajak Silvia.


“Nggak mau. Gara-gara Bapak jahat ini Angel berpisah lama dengan Kak Silvia.” Angel masih kukuh pada pendiriannya.


Xander yang melihat usaha Silvia tidak membuahkan hasil, akhirnya dia sendiri yang mencoba merayu dan membujuk Angel. Xander pun dudk mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Angel.


“Angel, maafkan aku ya? Aku sama sekali tidak berniat jahat pada Angel.”


“Bohong!! Bapak bohong! Bapak jahat!”


Angel kembali memukuli tubuh Xander. Silvia segera menarik Angel dengan sedikit kasar dan membisikkan sesuatu padanya. Tak lama kemudian anak itu menurut dan mau masuk ke dalam.


“Maafkan adikku!” Ucap Silvia.


“Sudahlah, nggak apa-apa. Ya sudah, lebih baik aku pulang saja.” Jawab Xander datar.


“Jangan! Kamu masuklah dulu, aku ingin bicara dengan adik-adikku tentang hubungan kita.”

__ADS_1


“Tapi respon adik kamu sudah seperti itu. Bagaimana jika nanti-“


Cup


Silvia berjinjit lalu mengecup bibir Xander sekilas. Pria itu yang wajahnya sejak tadi murung, kita tampak berbinar. Lalu Silvia menarik tangan Xander untuk masuk ke dalam rumah.


Vano, Deva, dan Angel sudah duduk di sofa ruang tamu. Lalu Silvia dan Xander ikut bergabung.


Silvia pun akhirnya mengatakan pada adik-adiknya kalau selama ini pergi karena dirinya sedang dalam bahaya. Jadi jalan satu-satunya adalah bersembunyi di tempat yang aman. Mungkin Vano tidak perlu tahu alasan itu, karena dia sudah cukup tahu banyak tentang masalah apa yng sedang terjadi dengan kakaknya.


Deva dan Angel pun mengangguk dan mengerti dengan penuturan kakaknya. Silvia lalu meminta Angel untuk meminta maaf pada Xander karena telah berbuat salah.


“Maafkan Angel ya, Pak!” ucapnya sambil menunduk.


“Tidak! Aku tidak mau memaafkan kamu.” Sahut Xander.


Kini Vano yang berganti menatap Silvia penuh tanya dan meminta penjelasan ssekarang juga. Silvia mengangguk.


“Iya, benar. Sebentar lagi Kakak akan menikah dengan Kak Xander. Jadi Kak Xander juga akan menjadi kakak kalian semua.”


“Horeee!!!! Kak Silvia akan menikah dengan Bapak Tua, eh Kakak Tua. Lalu kapan kita jalan-jalannya Kakak Tua? Angel kan sudah minta maaf?”


Semua orang yang ada dalam ruangan itu menutup mulutnya agar tidak kelepasan tertawa. Bisa-bisanya Angel memanggil Xander dengan sebutan Kakak Tua. Jika wajahnya dikatakan tua mungkin dia bisa terima karena usianya yang matang. Namun jika dipanggil Kakak Tua? Sungguh malangnya nasib Xander yang kini berubah species.


Lelah dengan ledekan Angel, akhirnya Xander memutuskan berpamitan pulang. badannya sangat lelah. Dia juga membutuhkan istirahat.

__ADS_1


“Please, Xander! Jangan diambil hati ucapan Angel tadi. dia masih kecil dan belum mengerti apa-apa. Aku harap kamu mengerti.” Ucap Silvia saat mengantar Xander keluar rumah.


“Aku lelah. Lebih baik kamu segeralah istirahat.” Jawabnya datar, lalu melenggang pergi menuju taksi yang sejak tadi menunggunya.


“Bukankah kamu menikahi juga sudah menerima keadaan keluargaku? Termasuk sifat adik-adikku? Kalau reaksi kamu seperti ini, bagaimana kita menjalani hubungan ini nanti?” ucapan Silvia menghentikan langkah Xander.


Xander berbalik badan lalu memeluk Silvia dengan erat.


“Maafkan aku! aku tidak bermaksud seperti itu. Aku janji akan menerima bagaimana sifat adik-adik kamu. Aku sangat mencintamu, Silvia!” ucapnya penuh penyesalan.


“Aku benar-benar lelah. Lebih baik kamu juga segera istirahat. Besok aku akan kesini lagi untuk mengajak Angel dan Deva jalan-jalan.” Lanjutnya.


Seketika hati ilvia menghangat. Lalu dia tersenyum pada Xander.


“Terima kasih!” ucapnya tulus.


Xander segera masuk ke dalam taksi yang akan mengantarnya menuju apartemen. Ada rasa lega dalam hati Xander setelah bisa menghirup udara bebas di kota ini lagi. dan sebentar lagi juga dia akan menikah dengan perempuan yang sangat ia cintai. Bagi Xander, perjalanan cintanya dengan Silvia yang cukup berliku, kini akan menemui jalan yang indah menuju bahagia.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


 


__ADS_2