
Malam ini Xander juga sedang bertemu dengan salah satu temannya di hotel yang sama dimana Sean menghadiri pesta. Setelah bertemu dengan temannya, Xander memutuskan untuk pulang. karena temannya juga sepertinya sedang ada janji temu dengan koleganya. Namun saat dia berjalan melewati lorong, tanpa sengaja dia melihat Lidia sedang sendirian sambil mengusap air matanya. posisi Lidia tidak jauh dari ballroom.
Xander tidak tahu apa yang sedang terjadi dengan istri sahabatnya itu. Karena Lidia terlihat sendirian tanpa ditemani Sean. Saat Xander hendak menghampiri Lidia, ternyata ada seorang pria yang mendekatinya. Xander bersembunyi di balik pilar dan mendengarkan semua ucapan pria itu pada Lidia.
Seketika dia juga ikut marah kala mendengar ucapan pria itu yang menurutnya sangat tidak sopan. Setelah itu dia mendengar sebuah tamparan keras yang dilakukan oleh Lidia. Xander segera mengejar Lidia. Dan mungkin akan mencari tahu siapa pria kurang ajar tadi.
***
Xander sangat terkejut saat tiba-tiba Lidia berhambur ke pelukannya. Dia tahu kalau saat ini hati Lidia sangat sakit. Sebelum ada seseorang yang salah paham, Xander meraih tangan Lidia agar melepas pelukannya. namun posisi Xander dari jauh terlihat seolah membalas pelukan Lidia. Hingga orang yang melihatnya sangat marah.
Srekk
Bugh
Sean menarik tubuh Xander dari pelukan istrinya lalu memukul wajah sahabatnya itu sampai tersungkur.
“Sean. Maaf! Kamu salah paham. Aku bisa menjelaskan semuanya.” Ucap Xander sambil mengusap sudut bibirnya yang berdarah.
“Berengsekk kamu! Kamu sudah memiliki kekasih, tapi sekarang malah mendekati istriku.” Sean menarik tubuh Xander dan hendal mendaratkan pukulannya lagi.
“Cukup!!!” teriak Lidia menahan amukan Sean.
__ADS_1
Tanpa banyak bicara Lidia pergi meninggalkan Sean dan Xander. Kemudian Sean menghempaskan tubuh Xander begitu saja dan berlari mengejar Lidia. Sesampainya di dalam mobil, Sean melajukan mobilnya untuk segera pulang. niat hati ingin meminta maaf pada sang istri mengenai pertanyaan tidak sopan dari MC tadi, namun justru dia harus disuguhi pemandangan menyesakkan, dimana Lidia tengah berada dalam pelukan Xander. Sean pun mengurungkan niatnya. Mereka berdua saling terdiam. Sedangkan Lidia juga enggan mengeluarkan suara.
Sesampainya di rumah, Lidia lebih dulu masuk menuju kamar. untung saja kedua ananya sudah tidur. Jadi dia bisa segera beristirahat. Sedangkan Sean memilih masuk ke ruang kerjanya, karena hatinya masih dihinggapi emosi yang membara.
Pukul dua dini hari Lidia terjaga dari tidurnya. Dia melihat sekeliling dan tak menemukan keberadaan sang suami. seketika dia teringat bayangan masa lalunya saat Sean pergi meninggalkannya setelah melakukan malam pertamanya.
Lidia mencari keberadaan Sean melalui rekaman cctv. Ternyata suaminya sedang berada di ruang kerja dan tidur di sofa. Lidia lega karena suaminya tidak pergi seperti dulu. Kemudian dia kembali melanjutkan tidurnya.
Keesokan paginya Lidia bangun terlambat. Dia segera turun menuju dapur setelah mencuci mukanya. Sedangkan kedua anaknya ia serahkan pada Bu Dewi. Lidia mencoba melupakan kejadian semalam. Dia ingin menjelaskan pada Sean mengenai kesalah pahamannya dengan Xander tadi malam. namun lagi-lagi dia kembali kecewa saat Bi Rani mengatakan kalau Sean sudah berangkat pagi-pagi sekali.
Dan hal itu terjadi selama beberapa hari. Sean mendiamkan istrinya. Meski dia pulang ke rumah, namun pria itu akan pulang sangat larut di saat istrinya sudah tidur. Dan akan berangkat kerja pagi-pagi sebelum Lidia bangun.
Sebenarnya Sean kasihan melihat istrinya yang selalu bersedih semenjak ia diamkan. Namun egonya masih besar dengan mengingat istrinya berada dalam pelukan Xander. Bahkan sampai saat ini Sean selalu mengindar bertemu dengan Xander.
Sean enggan melihat wajah Xander. Dia memilih memalingkan muka menghindari tatapan sahabatnya. Sean tidak tahu kalau Xander menekan tombol yang akan membawanya menuju lantai paling atas. Niat Xander akan membawa Sean menuju rooftop kantor.
Ting
Pintu lift terbuka. Xander segera menarik Sean keluar dan berjalan menuju rooftop. Sean meronta ingin lepas dari genggaman tangan Xander. Namun Xander tidak peduli.
Brukk
__ADS_1
Xander menghempaskan tubuh Sean sama seperti yang ia rasakan saat itu. Setelah itu Xander menarik kerah kemeja Sean dan menatapnya penuh amarah.
“Apa maksud kamu, hah?” bentak Sean.
“Kamu jangan seperti anak kecil! Hanya masalah sepele kamu terus saja menghindariku tanpa mau mendengarkan penjelasanku.” Jawab Xander dengan suara sengit.
“Apalagi yang perlu dijelaskan, hah? Bukannya kamu sengaja memeluk Lidia?” tanya Sean dan sudah berhasil lepas dari cengkeraman Xander.
“Bodohh!!! Apa kamu tahu kalau istrimu sedang bersedih setelah ada seseorang yang kurang ajar padanya?” bentak Xander.
“Bagaimana kalau selama kamu mendiamkan Lidia, semakin memberi kesempatan pria itu untuk berbuat jahat?”
.
.
.
*TBC
heemmmmm.......🤔🤔
__ADS_1
Sean... Sean....🤔😂
Happy Reading‼️