
Tuan Ibra sangat marah dengan Reza yang tega menembaknya. Tuan Ibra juga sudah tahu kalau Reza telah mengetahui bahwa dirinya bukan ayah kandungnya. Bahkan dirinya juga yang menyebabkan kematian Mama kandung Reza. Maka dari itu Tuan Ibra juga akan melenyapkan Reza karena telah berani mencampuri urusannya. Tidak hanya itu, perusahaan yang dipegang Reza saat ini berkembang sangat pesat dan beromzet besar. Tuan Ibra pun berniat ingin merebut dan menguasainya.
Tuan Ibra baru saja menghubungi seseorang yang akan membantu mengatasi masalahnya. Dia sudah tahu kalau saat ini Kenzo sudah berada di negara yang sama dengannya. Dan mengetahui Kenzo dibantu oleh Sean dan juga Chandra, maka Tuan Ibra juga akan meminta bantuan orang lain yang sangat bisa diandalkan.
***
Hari pun berlalu begitu cepat. Sesuai yang telah direncanakan oleh Chandra, Sean, dan Kenzo, saat ini mereka bertiga sedang berada di ruang kerja Chandra yang ada di rumah. mereka bertiga sedang menunggu kedatangan Reza. Reza yang awalnya juga sudah berjanji akan membantu menangkap Papa tirinya dan memberikan hukuman yang setimpal.
Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu. Ternyata dia adalah Feby. Feby mendatangi ruang kerja suaminya untuk mengantar Reza yang baru saja datang. Melihat Feby yang terlihat akrab dengan istrinya, Chandra kembali dibuat kesal. Namun ia harus menahannya, karena sedang ada Ayah dan mertuanya.
“Selamat siang, Om Kenzo, Om Sean!” sapanya dengan ramah.
“Siang juga, Za. Silakan duduk! Kami sejak tadi sudah menunggumu.” Ucap Kenzo.
Sean melirik Chandra sekilas. Dia bisa tahu apa yang dirasakan oleh Chandra saat ini. lalu Sean menepuk pelan lengan anaknya.
“Baiklah, lebih baik sekarang kita fokus dulu dengan tujuan utama kita. Yaitu mencari dan menyusun rencana untuk menangkap Ibra.” Ucap Sean.
Ketiga pria itu mengangguk. Lalu mereka mulai berunding. Sean juga menyampaikan hasil pencariannya selama beberapa hari ini. dia sudah menemukan dimana saat ini Tuan Ibra tinggal. Sedangkan Chandra melakukan pencarian terhadap siapa orang yang membantu Tuan Ibra. Dan ternyata Tuan Ibra dibantu oleh salah satu mafia yang cukup berpengaruh di negara ini.
“Apa kamu tahu siapa nama pria itu?” tanya Reza.
__ADS_1
“Calvin Arsenio. Pria berusia empat puluh delapan tahun dan pemilik salah satu perusahaan real estate di negara ini.” jawab Chandra.
“Calvin? Aku mengenalnya. Dia juga salah satu rekan bisnis di perusahaanku. Jadi selain seorang pengusaha, ternyata Tuan Calvin juga seorang mafia.” Ucap Reza tak percaya.
Chandra mengangguk. Kemudian mereka segera menyusun rencana.
Menghadapi musuh seorang mafia tidaklah mudah. Dan hal itu sudah pernah dialami oleh Sean. Pengalaman masa lalunya yang hampir kehilangan nyawa putra-putrinya, bahkan nyawanya sendiri, membuat pria itu sangat teliti dan hati-hati bagaimana caranya untuk menghadapi musuh seorang mafia.
Tugas Reza sekarang adalah mencari beberapa titik kelemahan Calvin, yang tak lain rekan bisnisnya. Mungkin Calvin sudah diberitahu semuanya tentang Reza. Jadi Reza juga harus lebih berhati-hati. Sedangkan Kenzo juga ikut membantu semua ini. Dia menyuplai persenjataan lengkap yang dibutuhkan untuk menumpas Ibra.
“Baiklah. Lebih baik sekarang kita menjebak Tuan Ibra dulu agar masuk perangkap kita.” Usul Chandra.
Chandra mempunyai rencana menjebak Tuan Ibra agar datang untuk meeting dengan salah satu rekan bisnisnya. Di sana nanti ia akan meminta bantuan temannya agar Tuan Ibra menanda tangani kontrak kerjasama beromzet miliaran rupiah, padahal sebenaranya surat perjanjian itu berisi pengalihan nama perusahaan yang akan kembali menajdi milik Reza. Setelah itu barulah Chandra menggiring Tuan Ibra masuk ke perangkapnya. Dia akan membalas semua perbuatan pria itu.
Keesokan harinya Chandra sudah bersiap untuk menajalankan rencananya. Sebelum berangkat, dia terlebih dulu berpamitan pada istrinya. Sejak tadi Feby tampak murung. Lebih tepatnya sejak semalam saat Chandra memberitahunya. Feby takut jika terjadi hal buruk dengan suaminya seperti kejadian sebelumnya.
“Sayang, aku pergi dulu ya?” pamit Chandra, namun Feby sama sekali tak menyahutnya. Dia memilih menyibukkan diri dengan kegiatannya di dapur.
“Sayang, aku hanya ingin membantu Papa menyelesaikan masalahnya. Tolong jangan seperti ini. aku janji akan menjaga diri. Aku hanya mendatangi kantor temanku.”
“Cukup, Chan! Aku nggak mau melihat kamu terluka lagi. Papa! Bagaimana jika terjadi hal buruk dengan Chandra?” teriak Feby dengan menumpahkan segala kesedihannya.
__ADS_1
Kenzo yang berada di sana juga ikut sedih. Dia tahu bagaimana perasaan anaknya saat ini.
“Maafkan Papa, Sayang. Baiklah jika kamu tidak mengijinkan suami kamu pergi, biar Papa sendiri saja yang mengatasi semuanya.” Ucap Kenzo sambil memeluk anaknya dengan erat.
Feby segera mengurai pelukan Papanya. Dia tidak mengijinkan suaminya pergi, bukan berarti membiarkan Papanya yang pergi menemui bahaya. Feby juga tidak mau kehilangan Papanya.
“Kenapa semua jadi seperti ini? bagaimana jika kalian terluka dan terjadi hal buruk lainnya?” teriak Feby dengan tubuh yang sudah merosot ke lantai.
Entahlah, mungkin efek kehamilannya yang membuat emosi Feby naik turun seperti ini. akhirnya Sean yang mendekat dan mencoba untuk menenangkan menantunya.
“Kamu jangan khawatir, Feb! suami kamu tidak sendirian. Ayah dan Papa kamu juga akan membantunya. Masalah ini harus segera diatasi, agar kita bisa hidup dengan tentram dan damai tanpa ada yang mengusik.
.
.
.
*TBC
Guys sory jika besok othor ga bisa up🙏 karena sangat sibuk di RL. Kemungkinan yg bisa up hanya karya baru "Bukan Sugar Daddy" Jangan lupa mampir ya bagi yg belum mampir🤗🤗
__ADS_1
Happy Reading‼️