
"Mas aku bisa jelaskan semua nya" ucap Nayla saat sampai di rumah.
"Ada Vero aku tidak ingin terlihat bertengkar di hadapan Vero"ujar Aslan dingin
"Mas ini semua tidak seperti yang kamu pikirkan mas,aku benar-benar ingin menjelaskan nya"
"Simpan saja dulu penjelasan mu,aku sedang tidak ingin di ganggu"ujar Aslan
Lelaki tampan itu memilih untuk pergi dari rumah terlebih dahulu,dia kecewa pada Nayla! benar-benar kecewa, awalnya dia berpikir kalau perempuan ini tulus pada nya tapi apa? Justru Nayla hanya ingin menghapus talak tiga nya saja, bagaimana mungkin setelah apa yang mereka lalui bersama Nayla tidak memiliki rasa pada nya dan justru akan kembali pada mantan suami nya.
"Mas" panggil Nayla terisak saat Aslan keluar rumah
"Papa mau kemana?" tanya Vero membuat Alsan menghentikan langkahnya,dia sudah jatuh hati pada bocah tersebut karena Aslan Sudah menganggap Vero seperti anak nya sendiri, Aslan membalikkan tubuh nya mendekat pada Vero.
"Papa mau pergi keluar kota sayang,ada pekerjaan,Vero sama bunda dulu ya di rumah" jawab Aslan lembut
"Tapi papa janji pulang cepat ya"
"Ya setelah pekerjaan papa selesai papa akan pulang" jawab Aslan mencium kening sang anak lalu pergi.
"Mas tidak bisa kah kamu mendengar penjelasan ku mas"
"Tidak untuk sekarang" jawab Aslan lalu pergi membuat Nayla menjatuhkan tubuhnya di lantai teras dia menangis sesenggukan,kenapa justru cinta mulai hadir di hati nya malah rumah tangga nya di terpa prahara.
__ADS_1
"Bunda kenapa nangis?" tanya Vero
Nayla segera mengusap air mata nya.
"Nggak nangis sayang,bunda cuma kelilipan doang,masuk debu,yuk masuk ke dalam lagi, Vero jangan nakal ya"
"Iya bunda"
****
"Brengsek! Sial.....kenapa bisa begini, pantas saja dia meminta ku menikahi nya cepat ternyata dia punya rencana busuk, perempuan sial kamu Nayla" pekik Aslan memukul stir mobil nya.
Aslan benar-benar tidak habis pikir dengan Nayla dia harus menenangkan dirinya terlebih dahulu,baru saja ingin mengenalkan pada sang mama kini malah rumah tangga nya bermasalah.
"Terus loe mau nya gimana?" tanya Bayu
"Gue nggak tau Bay,gue benar-benar buntu sekarang"
"Tapi menurut gue loe harua dengar dulu penjelasan Nayla,Lan! Siapa tau Nayla berubah pikiran setelah menikah dengan loe"
"Gue nggak bisa mikir Bay"
"Ya sehari dua hari ini loe bisa nginap di apartemen gue Lan,tapi nggak bisa juga terus-menerus karena loe punya keluarga"
__ADS_1
"Ck,,bilang aja loe nggak suka karena nggak bisa bawa perempuan ke sini kan kalau ada gue!
"Nah itu loe tau,sadar diri loe"
"Ck.... brengsek loe" umpat Aslan kesal
"Hahaha......sabar bos,gue serius nih loe nggak bisa lari dari masalah karena nggak bakalan kelar kalau nggak di selesaikan"
"Tapi gue nggak bisa terima alasan Nayla,Bay, gimana kalau Nayla minta cere"
"Kalau loe cinta ya nggak usah di cerai kan, gampang kan"
"Nggak semudah itu P.A! Gue lelaki yang punya hati dan perasaan,kalau urusan cinta nggak bisa di paksa gue tau bagaimana rasanya kehilangan orang yang kita cintai, kalau Nayla ngaku nggak bisa hidup tanpa mantan suaminya terus gue gimana?"
"Ya patah hati lagi" jawab Bayu terkekeh kecil membuat Aslan menatapnya horor
"Bercanda bos,galak amat tatapan nya"
"Ya mau nggak mau loe harus relain Lan"
"Itu masalah nya Bay, gue nggak bisa! Gue udah cinta mati sama Nayla dan Vero, mereka udah jadi bagian hidup gue" ungkap Aslan jujur
Aslan menghela nafas panjang sambil memijat pelipisnya, kepala nya pusing memikirkan ini baru saja meneguk manis nya biduk rumah tangga kini malah di ujung tanduk, apa yang harus dia katakan pada mama nya nanti.Aslan tidak bisa membayangkan kalau benar Nayla ingin kembali pada mantan suami ini,ini yang membuat Alsan memilih pergi dari rumah dia ingin mencari ketenangan terlebih dahulu,Aslan takut mengahadapi kenyataan pahit dalam hidup nya.
__ADS_1
Kecewa jelas Aslan kecewa pada Nayla tapi kehidupan tetap harus berjalan.