
Chandra mengeram kesal saat taksi itu semakin melaju dengan kencang. Dia benar-benar merasa kecolongan karena ada orang mengetahui keberadaan dan identitas Feby. Akhirnya Chandra pun ikut menambah kecepatan laju motornya sebelum kehilangan jejak.
Jalanan yang dilalui cukup sepi karena sedang bergerak menuju luar kota. Kini motor Chandra hampir mendekati takasi yang ditumpangi Feby. Dengan cepat Chandra menyalipnya untuk menghentikan taksi itu.
Feby di dalam taksi masih ketakutan dengan tubuh bergetar hebat. Sesekali dia melihat belakang dimana motor Chandra juga sedang melaju kencang.
Tak lama kemudian posisi motor Chandra sudah berada di samping taksi itu. Sopir pun semakin menambah kecepatannya. Begitu juga dengan Chandra.
Kini motor Chandra sudah berhasil mendahului taksi itu. Chandra mengerem motornya lalu berhentin tepat menghadang taksi itu. Sedangkan sopir itu tampak terkejut saat melihat motor Chandra menghadangnya. Dia hampir kehilangang kendali kalau saja tidak segera menginjak rem.
Ckiiiiitttt
Suara deritan roda mobil dengan jalan aspal itu membuat mobil sedikit oleng. Penumpangnya pun hampir celaka. Feby berpegangan kuat pada sandaran jog di depannya untuk mempertahankan diri agar tidak terluka parah jika terjadi hal buruk.
Beberapa saat kemudian mobil itu berbelok cukup tajam setelah berhasil menghinddari motor Chandra.
Brakkk
Mobil bagian depan menabrak sebuah pohon hingga mengeluarkan asap. Chandra segera berlari menyelamatkan penumpangnya yang tak lain adalah Feby. Sedangkan sopir itu terlihat menelungkupkan kepala di atas kemudi. Entah pingsan atau apa, Chandra tidak peduli.
“Chan!!” teriak Feby ketakutan saat sudah berhasil keluar dari mobil.
“Feby! Ayo cepat kita pergi dari sini. tenanglah, kamu sudah aman bersamaku.” Ucap Chandra dengan memeluk Feby dengan singkat. Setelah itu mengajak Feby pergi.
Hari sudah semakin petang. Posoisi mereka berdua saat ini sudah jauh dari apartemen. Jika Chandra mengantar Feby pulang atau mengajak pulang ke apartemennya, sepertinya itu bukan ide yang bagus karena pasti orang-orang Tuan Ibra sudah mengetahui tempat tinggalnya.
__ADS_1
Motor Chandra berhenti sejenak di pinggirin jalan raya. Di sana tampak ada warung kecil yang menjual minuman. Dia membeli minum untuk Feby dan beristirahat sejenak.
“Minumlah dulu!” Chandra memberikan sebotol air mineral.
“Kita mau pergi kemana, Chan? Aku sangat takut.”
“Tunggu sebentar, aku akan menghubungi seseorang dulu.”
Chandra meraih ponselnya dan menghubungi salah satu teman kuliahnya dulu yang kebetulan tiggal tak jauh dari sini. Chandra akan meminta tolong untuk singgah sebentar di rumahnya sampai keadaannya benar-benar aman.
Ada nafas lega setelah Chandra mengakhiri panggilannya. Temannya ternyata masih tinggal di rumah itu dan sama sekali tidak keberatan untuk menolong Chandra.
“Ayo! Kita akan pergi ke rumah temanku.” Ajak Chandra. Feby hanya bisa mengangguk.
Chandra mengusap wajahnya dengan kasar saat mengetahui bahwa beberapa hari ada beberapa orang mencurigakan yang sedang mengintai apartemen Feby dan juga apartemennya. Bagaimana mungkin dia sampai tidak tahu semua itu.
Sementara Feby yang sedang berada di dalam kamar juga belum bisa menutup matanya. tak lama kemudian dia mendapat pesan dari seseorang.
“Feb, maafkan aku! Papa sudah mengetahui semuanya. Saat ini Papa sedang mencari keberadaan kamu. Jadi tolong pergilah sejauh mungkin.”
Feby menggenggam kuat ponselnya setelah mendapat pesan dari mantan suaminya. lalu ia mengirim pesan pada Papanya kalau saat ini dirinya sedang dalam bahaya.
Feby terkejut setelah mendapat balasan pesan dari Papanya bahwa Kenzo sudah mengetahui semuanya dari Sean. Feby sangat yakin kalau Chandra lah yang memberitahu. Dan Papanya berpesan agar tetap bersama Chandra.
Begitu juga dengan Chandra yang saat ini sedang berbalas pesan dengan sang Ayah. Sean menyarankan agar membawa Feby pergi ke luar negeri. namun Chandra tidak serta merta menyetujuinya. Dia masih menunggu jawaban email yang dikirim ke perusahaan Tuan Ibra. Karena sampai saat ini emailnya belum dibaca. Selain itu Chandra juga ragu apakah Feby mau diajak pergi ke luar negeri.
__ADS_1
Keesokan harinya Chandra mendengar suara notif email masuk ke ponselnya. Dia segera membuka dan membaca email itu. Email yang dikirim oleh perusahaan Tuan Ibra. Chandra mengulas senyum saat pesan itu menunjukkan bahwa Tuan Ibra telah mengklik pilihan “Agree”. Itu tandanya sebentar lagi perusahaan milik Kenzo akan kembali kepada pemilik aslinya. Namun ia tidak bisa senang begitu saja. Chandra akan tetap membawa Feby pergi jauh dari negara ini sebelum Tuan Ibra marah besar dan mengerahkan semua anak buahnya untuk menangkap Feby dan menyanderanya sebagai alat untuk menghancurkan semua keluarganya.
Kini Chandra sudah duduk berdua dengan Feby setelah menyelesaikan sarapannya. Sedangkan si pemilik rumah dan istrinya sudah berangkat bekerja.
“Feb. kita secepatnya harus pergi dari negara ini. keberadaan kita sangat tidak aman.” Ucap Chandra.
Feby terdiam. Kenapa masalah ini jadi semakin runyam. Terlebih Chandra sudah ikut masuk dalam masalahnya. Feby takut terjadi sesuatu yang buruk pada Chandra seperti dulu.
“Lebih baik aku sendiri saja, Chan yang pergi. Kamu tetaplah tinggal di sini.” ucap Feby.
“Kenapa, Feb? apa kamu tidak percaya denganku?”
“Bukan begitu, Chan! Aku hanya tidak mau membuatmu terluka lagi.”
“Aku tidak peduli, Feb. aku rela terluka demi orang yang sangat aku cintai.”
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️
__ADS_1