Suami Kedua

Suami Kedua
Memeluknya


__ADS_3

Tidak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar. Setelah Sean membukakan pintu, ternyata istrinya sudah berdiri di depan pintu dan mengatakan kalau Kenzo sedang menunggunya. Sean mengangguk lalu meminta Chandra memanggil Kenzo dan menuruhnya masuk ke dalam ruang kerjanya.


Kenzo tidak datang sendirian. Meleinkan bersama anak keduanya yaitu Fico, yang sepantaran dengan Chandra.


“Chan, Om juga ingin bicara denganmu.” Ucap Kenzo.


“Lebih baik Om ke ruang kerja Ayah dulu, nanti kita bisa bicara. Chan akan di sini dulu menemani Fico.” Jawab Chandra.


Kenzo hanya mengangguk lalu membiarkan Chandra bersama Fico dulu.


Kini Chandra dan Fico sedang duduk berdua di ruang tamu. Fico yang baru pertama kalinya bertemu dengan Chandra setelah sekian lama mereka berpisah waktu kecil dulu, sekarang sudah cepat akrab. Fico juga mengatakan kalau dia sepertinya pernah bertemu dengan Chandra, namun dia lupa dimana.


“Ah, hanya perasaan kamu saja mungkin, Fic.” Ucap Chandra.


Walau memang mereka pernah bertemu saat dulu Chandra sedang mengantri bubur ayam dengan maksud untuk mendekati Feby, namun Chandra tidak ingin mengatakan semua itu pada Fico dan lebih baik berpura-pura belum pernah bertemu.


“Apa iya?” tanyanya sambil mengingat kembali.


“Yang paling benar saat ini kita sedang bertemu.” Sahut Chandra dan membuat Fico tergelak.


Setelah itu mereka melanjutkan obrolannya. Keduanya sangat akrab. Fico yang masih duduk di bangku SMA kelas dua belas dan sebentar lagi akan lulus sangat takjub dengan Chandra yang sudah lulus lebih cepat dari dirinya. Meskipun Fico tahu kalau Chandra melakukan homeschooling, tapi tetap saja menurutnya Chandra sangat genius, terlebih dari desas-desus yang ia dengar dari orang tuanya kalau saat ini Chandra sedang membantu mengatasi masalah pada perusahaan Papanya.


“Lalu kenapa kamu nggak kuliah saja, Chan?” tahya Fico.

__ADS_1


“Ya, aku memang akan kuliah. Tapi tahun depan saja. Aku masih ingin bersantai dulu.”


“Wah, kebetulan aku lulus tuh. Bagaimana kalau kita kuliah di universitas yang sama saja?” usul Fico.


Chandra terdiam dan tampak menimbang-nimbang. Usul Fico juga sepertinyab tidak terlalu buruk. Ada baiknya dia menerima usulan itu. Walau beda fakultas, setidaknya hubungannya dengan Fico juga dekat, termasuk dekat juga dengan kakaknya. Hehehe… Chandra membayangkan sambil senyum-senyum sendiri.


“Woy kenapa malah senyum-senyum sendiri?”


“Ah nggak apa-apa. Baiklah nanti akan aku pikirkan ide kamu.” Jawab Chandra kemudian.


Tak lama kemudian Kenzo dan Sean datang. Dua pria paruh baya itu bergabung bersama anak-anak mereka. Kenzo meminta maaf pada Chandra atas keraguan yang sempat ia tujukan pada Chandra tadi siang. Chandra pun memakluminya. Dan setelah berunding dengan Sean, akhirnya Kenzo memberikan ijin pada Chandra untuk menubah kata sandi pada data penting perusahaan. Dan malam ini juga mereka akan pergi ke kantor.


Kenzo meminta Fico pulang untuk menjemput Feby. Bagaimanapun juga Feby harus ikut datang karena dia sekarang sudah berkecimpung dalam urusan kantor Papanya.


Selain tidak ada waktu lagi dan harus segera dilakukan, Chandra memang memilih malam hari untuk melakukan tugasnya. Dia tidak ingin ada orang lain tahu terlebih karyawan Kenzo.


Beberapa saat kemudian mereka bertiga sudah sampai gedung perkantoran milik Kenzo. satpam yang menjaga kantor segera menyambut kedatangan atasan mereka walau tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh bosnya itu.


Kenzo mengajak Sean dan Chandra menuju ruangannya terlebih dulu sembari menunggu kedatangan Fico dan Feby. Sebelum pergi ke rumah Sean tadi, Kenzo sudah meminta kunci control room pada karyawannya yang bertugas menjaga ruangan itu. Karena ruangan itu akan Chandra gunakan untuk bekerja malam ini. Chandra juga sudah membawa laptop pribadinya untuk membantunya mengatasi masalah itu.


Beberapa menit menunggu, akhirnya Feby dan Fico sudah datang. Kenzo memberikan instruksi sedikit pada anak perempuannya. Feby diminta oleh Kenzo menemani Chandra ke control room. Sedangkan dirinya dan Sean memantau data yang akan mendapatkan proteksi dari Chandra. Sedangkan Fico memilih duduk di sofa ruang kerja Papanya, karena pemuda itu masih belum ingin ikut campur dengan urusan kantor.


Kini Chandra dan Feby berjalan menuju control room. Keduanya menunjukkan ekspresi serius karena memang sedang dalam keadaan urgent. Cahndra dan Feby sudah masuk ke dalam ruangan. Tak lupa Feby mengunci pintu dari dalam seperti yang dilakukannya tadi siang.

__ADS_1


Aww


Teriak Feby saat baru saja mengunci pintu dan dia merasakan ada getaran kecil pada handle pintu seperti ada aliran listriknya. Hingga membuatnya terkena setrum.


“Ada apa?” tanya Chandra terkejut.


Feby masih sedikit terkejut sambil mengibaskan tangannya. “Handle pintu ini ada alisan listriknya, Chan.”


Chandra terkejut sekaligus heran. Pasalnya tadi saat Feby membuka pintu itu, dia baik-baik saja. Lalu kenapa sekarang Feby bisa kena setrum. Lalu Chandra memegang handel pintu itu untuk memastikannya.


“Jangan!!” cegah Feby dengan cepat. Dan bersamaan itu lampu ruangan langsung padam.


“Chan!!” Feby berteriak ketakutan dan Chandra langsung memeluknya.


.


.


.


*TBC


Happy reading‼️

__ADS_1


__ADS_2