Suami Kedua

Suami Kedua
Jalur Yang Salah


__ADS_3

“Iya-iya!”


Seketika Chandra langsung menghentikan gerakan tangannya yang tadi sedang memijit pundak Mamanya. Dan kini berubah menjadi sebuah pelukan. Chandra sangat senang mendengar persetujuan Mamanya. Dia segera berpindah posisi dan duduk di sebelah Lidia lalu kembali memeluk Mamanya.


“Ma, terima kasih atas ijin Mama. Chan janji tidak akan melupakan Mama kalau Chan kuliah di sana. Lagi pula Chan akan tinggal di rumah Uncle Iqbal. jadi Mama jangan khawatir!” ucap Chandra.


“Iya-iya, Mama percaya. Sudah sana, Mama hari ini akan ke kantor Ayah kamu. Ayah tadi minta diantarkan makan siang.”


Chandra pun mengangguk lalu kembali ke kamarnya. Namun sebelum itu dia menghadiahi ciuman manis pada kedua pipi Mamanya. Lidia hanya tersenyum menanggapinya.


Lida melihat anak sulungnya berjalan menaiki tangga. Hatinya ikut senang saat melihat senyum bahagia Chandra saat mendapatkan ijin untuk kuliah di kota kelahirannya. Ya, walau sangat sulit bagi Lidia karena akan ditinggal lagi oleh anaknya.


Ini adalah keputusan Lidia sendiri dengan memberi ijin pada Chandra untuk kuliah di kota B. selain memang benar kalau perusahaan Iqbal sedang membutuhkan bantuannya, Lidia juga tidak ingin melihat anaknya terpuruk dengan bayang-bayang Feby yang sudah menjadi milik orang lain. Dan setelah ini dia akan pergi ke kantor suaminya untuk memberitahukan ini semua.


Lidia pergi ke dapur untuk menyiapkan bekal makan siang suaminya. dia harus secepatnya ke kantor sebelum suaminya pergi makan siang di luar.


Beberapa menit kemudian Lidia sudah siap dengan bekalnya. Dia meminta sopir untuk mengantarnya pergi ke kantor.


Sementara itu saat ini Sean sedang sibuk di ruang kerjanya. Saking sibuknya, pria itu lupa kalau sebentar lagi jam makan siang tiba. Selain itu, dia juga tidak mendengar suara langkah kaki yang baru saja memasuki ruangannya. Lidia juga sengaja tidak mengetuk pintu dan masuk begitu saja.

__ADS_1


Lidia meletakkan bekal makan siang Sean dengan pelan agar suaminya tidak tahu. Setelah itu dengan cepat Lidia menyerobot duduk di pangkuan suaminya.


“Sayang!!” Sean berucap tak percaya dengan keberadaan istrinya yang sudah duduk di atas pangkuannya.


“Ada apa? Apa aku mengganggumu? Kalau iya, aku akan turun dan pulang.” ucap Lidia dengan suara pura-pura kesal.


“Jangan! Kamu sama sekali tidak menggangguku. Justru aku sangat senang.” Jawabnya dengan tangan yang sudah mengeratkan pelukannya pada pinggang wanita itu.


Sean mencium aroma tubuh istrinya yang sangat menenangkan. Lalu pria itu menatap wajah istrinya yang selalu terlihat cantik. Sean menarik dagu istrinya sedikit ke atas lalu melu-mat bibirnya dengan penuh kasih sayang.


“Apa ada hal lain yang membuatmu datang kesini, hem?” sean seolah mengerti dengan maksud kedatangan istrinya.


Sean tidak menurunkan istrinya dari pangkuannya, justru mengangkat tubu Lidia dan membawanya duduk di sofa. Lidia sama sekali tidak protes dengan aksi suaminya yang selau romantic itu. Kemudian Sean mengambil bekal makan yang diletakkan Lidia di atas meja kerjanya tadi. lalu mereka berdua makan bersama dan saling menyuap.


Siapapun yang melihat keromantisan pasangan suami istri itu pasti ikut meleleh. Usia pernikahan bukan halangan untuk seseorang memperlakukan pasangannya dengan romantis . Terbukti dari pasangan Sean dan Lidia. Meski usia sudah tidak muda lagi, namun sampai saat ini rumah tangganya selalu tampak harmonis. Bukan tampak dari luar saja, namun kenyataannya memang benar-benar harmonis.


Usai makan siang, mereka berdua duduk berdampingan dengan saling menggenggam tangan.


“Ada hal penting yang ingin aku sampaikan.” Ucap Lidia.

__ADS_1


“Katakan saja, aku selalu siap mendengarnya.” Jawab Sean dengan senyuman hangat menghiasi bibirnya.


Lidia menarik nafasnya pelan sebelum kembali berbicara, setelah itu barulah dia menceritakan tentang restunya yang mengijinkan Chandra untuk kuliah di kota B. memang selama ini Sean tidak lagi menyinggung masalah kuliah Chandra semenjak istrinya sudah menolak permintaan Chandra saat itu. Dan kini Lidia sudah berubah pikiran.


“Apapun alasan kamu mengijinkan Chandra kuliah di sana, aku ikut mendukungmu. Yang terpenting bagiku adalah kamu tidak pernah pergi meninggalkanku. Anak-anak kita nanti akan dewasa dan memiliki jalan hidup masing-masing. Dan pastinya akan jauh dari orang tua yang sudah membesarkannya dari kecil. Untuk itu, kita berdua harus tetap bersama dan mendoakan kebaikan untuk anak-anak kita.”


Lidia berhambur ke pelukan suaminya. dia selalu dibuat terharu dengan nasehat bijak Sean. Lidia sungguh sangat beruntung memiliki sosok suami seperti Sean, yang mungkin di dunia ini keberadaannya sangat langka.


“Terima kasih. Maafkan aku jika saat itu aku egois.” Ucap Lidia dengan tangan masih memeluk erat suaminya.


“Aku sangat paham dan sangat memaklumi hal itu. Aku sangat yakin Chandra mampu menghadapi jalan hidupnya dengan caranya sendiri. Dia anak yang baik, tidak mungkin jika dia memilih jalur yang salah.”


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2