
"Aggkkkkkkkk.....sial! Sial.... brengsek" pekik Yudha marah
"Aaaaaaakkkk"
"Yudha apa-apaan kamu" ujar sang ibu melihat Yudha mengamuk di kamar nya, barang-barang berserakan sudah, bentuk kamar Yudha sudah seperti kapal pecah.
"Kamu kenapa?"
"Bu,Nayla menikah dengan Aslan atasanku"
"Maksudnya?"tanya ibu nya tak mengerti
"Nayla menikah dengan bos di kantor ku bu, pemilik perusahaan dan sekarang dia hamil anak Aslan" jelas Yudha
"Bercanda kamu Yud"Ujar ibu nya tak percaya
"Bercanda apa nya bu, jelas-jelas tadi Aslan mengumumkan di kantor kalau Nayla istri sah nya dan sekarang sedang mengandung, bagaimana aku bisa kembali pada Nayla kalau begini bu"
"Sudah ibu katakan pada kamu Yud,jangan sembarangan mencari kan Nayla calon suami,dan sekarang begini hasilnya seharusnya kemarin kamu nikah kan saja Nayla sama lelaki pengangguran di kampung sini kan nggak bakalan jadi begini" oceh ibu Yudha
"Mana aku tau bu kalau bakalan jadi begini,kalau waktu bisa di putar nggak akan aku talak dia"kesal Yudha
"Lalu sekarang bagaimana?"
"Ntah lah bu,aku pun juga pusing memikirkan nya,mau nya Nayla cerai sama Aslan tapi itu nggak mungkin bu"
Yudha menghela nafas panjang bagaimana cara nya bisa melawan Aslan.
****
"Kita mau kemana mas?"tanya Nayla bingung karena Aslan tidak membawa nya pulang
__ADS_1
"Kita mampir ke rumah mama dulu sayang dari semalam beliau menghubungi ku minta membawa menantu nya kerumah" jawab Aslan membuat Nayla tertunduk,ada perasaan takut dan malu bercampur aduk di hatinya saat ini
"Bagaimana jika-"
"Sayang jangan berpikir aneh-aneh mama baik bukan seperti film di ikan terbang"
Nayla tersenyum kecil mendengar ucapan sang suami "Bukan begitu mas tapi aku yang masih malu"
"Malu kenapa? Kamu cantik,baik, istri Sholehah tidak ada yang kurang dari kamu"
"Aku janda"
"Hahaha perkara janda sayang,lalu bagaimana dengan status duda ku! Tidak kamu permasalahan bukan"
"Ya beda lah mas apalagi kamu seorang-"
"Nggak usah di bahas itu sayang,ini yang membuat aku menyembunyikan identitas ku,takut kamu malah kabur"
"Sayang,,mama itu baik tidak seperti yang kamu bayangkan,tenang ya,aku akan selalu ada buat kamu"
"Janji ya mas jangan pergi-pergi"
"Iya"
Mobil Aslan memasuki perkarangan rumah elite, rumah bergaya eropa yang cukup besar,Aslan memarkirkan mobilnya lalu segera membuka pintu untuk Nayla, seketika Nayla terperangah melihat begitu cantik nya rumah sang mertua.
"Ma-s aku takut" ungkap Nayla jujur
Aslan mengeluarkan Vero dan menggendong nya,satu tangan Aslan menggenggam tangan Nayla.
Wajah Aslan terlihat bahagia membawa anak dan istri nya pulang ke rumah mama nya.
__ADS_1
"Papa kita kemana?" tanya Vero
"Ini rumah oma sayang,nanti Vero salim oma ya, pasti Oma suka sama Vero"
"Oma"
"Iya,Vero punya oma"
Vero melonjak kegirangan ntah dia mengerti atau tidak bocah tersebut terlihat bahagia masuk kedalam rumah mama Aslan.
"Aslan"panggil sang mama melihat Aslan datang membawa perempuan dan satu orang anak.
"Ma, kenalkan ini Nayla istri ku dan ini Vero anak ku" ucap Aslan
Mama Aslan menyipitkan matanya menatap Nayla yang tengah ketakutan, wanita berhijab itu terlihat pucat.
"Ayo duduk sayang,ajak jagoan ini duduk,Vero mau apa?"
"Tidak usah bu" tolak Nayla cepat
"Kok ibu,mama dong sama dengan Aslan,kamu istri Aslan jadi saya juga mama kamu"
"Kalian dari mana? Sudah makan kalau belum mama minta bibi siapkan makanan ya"
"Tidak usah ma,kami sudah makan" tolak Nayla lagi dia masih takut
"Tidak apa-apa sayang,Vero mungkin mau mencicipi masakan di sini"ucap Aslan
"Ya sudah mama kedapur dulu ya, tunggu sebentar mama minta bibi siap kan makanan" ujar mama Aslan segera berjalan ke belakang.
"Mas-"Aslan menggenggam tangan sang istri menguatkan Nayla karena tidak akan terjadi apa-apa,Aslan tau mama nya baik.
__ADS_1
Dari kejauhan ada sepasang mata yang tengah memperhatikan mereka sambil tersenyum tipis.