
“Cucu?” tanya Sean yang tampak terkejut.
Sedangkan Kenzo yang baru saja mengurai pelukannya terlihat semakin bingung dengan ucapan Feby. Tak lama kemudian tubuhnya tergeser cukup kasar. Dan digantikan oleh Sean yang memeluk Feby.
“Feby, benarkah kamu sedang mengandung? Ayah sangat senang mendengarnya, Nak.” ucap Sean.
“Hei, minggir kamu Sean! Feby anakku. Dan yang dalam perutnya itu adalah cucuku.” Teriak Kenzo taak terima setelah sadar dengan ucapan Feby yang sedang mengandung.
“Enak saja! dia menantuku, jadi ini juga cucuku.” Ucap Sean sengit dan menghalangi badan Kenzo yang sedang berusaha mendekati Feby.
“Tapi aku ayah kandungnya. Dan aku yang lebih berhak atas Feby.” Kenzo mendorong badan Sean agar menjauh.
“Tidak! Kamu telah melukai menantu dan calon cucuku.”
Feby semakin pusing melihat tingkah Papa dan mertuanya. Sudah tidurnya terganggu, kini bertambah pusing akibat hal konyol seperti ini.
“Tuan Sean, Tuan Kenzo, Feby butuh istirahat. Lebih baik biarkan dia berisitirahat dulu, kasihan nanti janinnya.” Suara Fredy menghentikan ulah konyol dua pria paruh baya itu.
Sedangkan Feby yang meenjadi korban tampak memijit keningnya. Dia memilih memejamkan mata untuk menghindari pertanyaan dari Papa dan mertuanya.
“Maaf, Sayang. Ya sudah kamu istirahatlah dulu. Papa akan melihat keadaan suami kamu.” Ucap Kenzo lalu meninggalkan jejak di kening Feby.
Sean pun akhirnya ikut Fredy dan Kenzo yang sedang berjalan menuju ruangan Chandra. Di luar sudah tidak lagi terlihat Reza. Mungkin pria itu sudah pulang setelah memastikan kalau Feby sudah aman.
__ADS_1
Berbeda dengan Feby, di ruang rawat Chandra, terlihat Chandra sedang tidur terlentang namun matanya tidak bisa terpejam. Karena asyik dengan lamunannya, dia sampai tidak menyadari kedatangan tiga orang pria yang memasuki ruangannya.
Sean yang lebih dulu mendekati Chandra yang sedang melamun. Dia melihat jelas luka lebam di wajah anaknya.
“Chan!” panggil Sean.
Seketika Chandra tersadar dari lamunannya. Lalu menoleh ke sumber suara yang memanggilnya. Dia terkejut dengan kedatangan Ayah dan mertuanya.
“Ayah, Papa!” balas Chandra kemudian.
“Chan, kenapa bisa seperti ini? maafkan Ayah yang terlambat datang menyelamatkan kalian.” ucap Sean penuh penyesalan.
“Semua ini salah Chan. Chan yang lengah sampai akhirnya seperti ini.” jawab Chandra.
Setelah itu Chandra menceritakan semua. Semua tentang kronologi bagaimana Tuan Ibra bisa menangkapnya. Termasuk Reza yang ikut membantunya. Awalnya Sean dan Kenzo tidak percaya, namun setelah Fredy ikut menjelaskan akhirnya kedua pria paruh baya itu percaya. Kenzo tidak menyangka jika selama ini Reza hanya anak tiri Tuan Ibra. Bahkan Tuan Ibra lah yang menyebabkan kematian Mama Reza.
“Kamu jangan khawatir! Ayah dan Papa kamu akan ikut mencari dimana si tua bangka sialan itu. Dia harus mendapat hukuman yang setimpal atas perbuatannya. Saat ini yang terpenting kamu harus sembuh dulu.” Ucap Sean.
***
Beberapa hari dirawat di rumah sakit, akhirnya Chandra dan Feby sudah diperbolehkan pulang. keadaan Chandra yang lebih dulu membaik, namun ia tidak ingin pulang terlebih dulu sebelum istrinya diperbolehkan pulang.
Hari ini Chandra sedang menunggu istrinya yang sedang melakukan pemeriksaan kandungan setelah luka tembak di lengannya sudah sembuh. usia kandungan Feby saat sudah jalan lima minggu. Dokter menyarankan agar tidak terlalu capek dan benyak mengkonsumsi makanan sehat dan bernutrisi.
__ADS_1
Kini Chandra dan Feby sudah berada dalam mobil yang dikendarai oleh Fredy. Sementara Sean dan Kenzo mengendarai mobil milik Chandra.
Sesampainya di rumah, Chandra mengantar istrinya ke kamar agar beristirahat. Namun sayanganya Feby tidak mau. Dia ingin menikmati kebersamaannya dengan Papanya. Akhirnya Chandra mengijinkan.
Feby tampak bermanja dengan Papanya. Sebenarnya dia sangat merindukan Mamanya, namun sayangnya Kenzo melarang istrinya datang sebelum masalahnya dengan Tuan Ibra selesai. begitu juga dengan Lidia yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Feby, terlebih setelah mendengar kabar kehamilan menantunya itu.
Cukup lama Kenzo menemani anak sulungnya. Kenzo merasa Feby harus istirahat. Karena ia juga akan berdiskusi dengan Sean dan Chandra mengenai pencariannya terhadap Tuan Ibra.
“Kamu istirahat dulu, ya! Nanti aku akan menyusulmu ke kamar.” ucap Chandra.
“Jangan lama-lama. Aku nggak mau menunggu terlalu lama.” Jawab Feby dengan cemberut.
Sean dan Kenzo hanya mencebikkan bibirnya saat mendengar ucapan Feby. Menurut mereka saat ini Feby sedang pamer kemesraan pada Papa dan mertuanya yang sedang jauh dari istri.
Selepas kepergian Feby, Chandra, Sean, Kenzo kini tampak serius membahas tentang Tuan Ibra. Mereka sedang menyusun rencana untuk mencari Tuan Ibra.
“Sepertinya kita memang membutuhkan bantuan Reza, Yah, Pa!”
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading‼️