
Aww
Chandra meringis sambil mengusap kepalanya yang terkena lemparan bantal dari Viana.
“Mana ada seperti itu. Kan Kak Chan tadi yang ngajak aku jalan. Malah memutar balikkan fakta.” Gerutunya tak terima.
“Kamu juga kan maksa. Aku tadi hanya bilang keluar, tapi kamunya aja yang-“
Aaaaa….. aaa…..
Belum sempat Chandra menyelesaikan ucapannya, tangisan Mirza terdengar begitu nyaring. Alhasil semua perhatian teruju padanya.
Lidia hanya menghela nafasnya panjang dan seolah sudah bosan dengan drama anak bungsunya itu. Lalu dia meminta Sean agar menenangkan Mirza.
Suasana rumah pun tampak ramai. Meskipun penyebabnya adalah tangisan Mirza. Dan hal itu menjadi hiburan tersendiri bagi Chandra setelah beberapa bulan tinggal bersama keluarganya.
Selama empat tahun tinggal di luar negeri dan jauh dari keluarganya, Chandra sama sekali tidak pernah merasakan kehangatan seperti ini. bahkan terkadang dia juga ikut menjaili Mirza hingga menangis. Lalu mengkambing hitamkan Kavi. Jadi Kavi lah yang mendapat amukan dari mamanya. Sungguh Chandra benar-benar Kakak lucknut.
Setelah Mirza diam dengan bujukan sang ayah, rumah tampak tenang kembali. Dan tak lama kemudian waktu makan malam tiba. Mereka berganti berkumpul di ruang makan.
Sean dan Lidia tersenyum bangga melihat keluarganya lengkap seperti ini. meskipun anak-anak mereka bukan saudara kandung, namun mereka sangat rukun bahkan mengalahkan rukunnya saudara kandung. Dan itu semua karena didikan dari orang tua mereka.
Usai makan malam Chandra berpamitan ke kamarnya terlebih dulu.
“Kenapa dengan baju kamu, Chan?” tanya Lidia yang baru sadar kalau baju Chandra tampak kotor.
“Oh ini tadi terkena tumpahan minuman, Ma. Makanya Chan mau ke kamar dulu untuk ganti baju.” Jawab Chandra dan segera berlalu menuju kamarnya.
__ADS_1
Sesampainya di kamar, Chandra mengganti bajunya. Setelah itu dia meraih sesuatu dalam laci nakasnya. Chandra baru teringat dengan ponsel Feby yang rusak dan ia simpan. Chandra berinisiatif melihat isi ponsel Feby. Walau keadaannya rusak, namun Chandra masih bisa mengoperasikannya.
Chandra membuka laptopnya. Lalu menyambungkan kabel data dengan ponsel Feby. Sebelumnya ia akan mengecek kerusakan pada ponsel itu. Chandra juga berniat akan mengganti ponsel itu dengan ponsel yang baru.
Dalam memory ponsel itu terdapat banyak sekali foto-foto Feby. Mulai dari foto saat masih duduk di bangku sekolah menengah atas sampai foto liburannya beberapa waktu yang lalu.
Chandra hanya melihat fotonya beberapa saja. Lalu ia memindahkannya ke laptop sebelum dia kehilangan foto-foto itu akibat kerusakan ponsel. Lalu dengan data-data lainnya juga Chandra memindahkannya.
Dan benar saja. Setelah Chandra memindahkan semua data dan foto-foto itu, ponsel Feby sudah tidak bisa dinyalakan lagi.
“Untung saja. Nanti kalau sudah aku ganti dengan ponsel yang baru, aku akan memindahkan data ini.” gumamnya lalu melepas kabel data yang terhubung.
Kini Chandra mulai membuka satu per satu data milik Feby. Bukan data penting. Sepertinya hanya salinan file skripsinya, dan file tugas kuliahnya dulu.
“Oh, dia baru saja lulus kuliah ternyata.” Gumamnya.
“Tapi kenapa dia tidak ingat sama sekali denganku, ya? Apa wajahku berubah?” gumamnya sambil memegangi dagunya.
Puas melihat foto Feby yang mengenakan seragam SMA, kini beralih pada foto Feby saat kuliah. Banyak sekali fotonya. Feby juga sepertinya sangat suka dengan fotografi. Lagi-lagi Chandra terpesona dengan kecantikan natural teman masa kecilnya itu.
Terakhir Chandra membuka sebuah folder foto yang berisi foto liburan Feby di luar negeri bersama teman-temannya.
Glek
Chandra menelan ludahnya kasar saat melihat beberapa foto Feby yang memakai pakaian seksii saat sedang di pantai. Perempuan itu menggunakan baju mini hingga memperlihatkan lekukan tubuhnya yang sangat menggoda iman. Dan foto itu tidak hanya satu, tapi banyak.
Cklek
__ADS_1
Tiba-tiba pintu kamar Chandra terbuka. Namun dia masih belum menyadari kalau ada seseorang yang masuk dan berjalan mendekatinya. Karena Chandra fokus dengan foto Feby yang sedang menghadap pantai dan lekukan tubuhnya tersorot cahaya senja.
“Hayoooo!!! Foto siapa itu??” ucap Viana mengagetkan Chandra. Dan seketika itu Chandra menutup laptopnya.
“Hei anak kecil, bisa nggak kalau masuk itu ketuk pintu dulu?” kesal Chandra pada Viana.
“Hayo ngaku, foto siapa itu? Kak Chan sudah punya pacar ya?” tanya Viana tanpa peduli dengan kekesalan Chandra.
“Bukan urusan kamu. Ada apa kamu masuk kamarku?”
“Aku bilangin Mama loh kalau Kak Chan sudah punya pacar dan menyimpan foto seksii pacarnya dalam laptop.”
Chandra langsung kebakaran jenggot. Dia segera berdiri dan menutup mulut Viana dan memberikan ancaman.
“Aku nggak punya pacar. Itu hanya foto iklan dari goog*e yang nggak sengaja aku klik. Awas aja kalau kamu mengadu yang macam-macam ke Mama. Nggak akan aku ajak hang out lagi.” ucap Chandra lalu melepas tangannya yang sejak tadi membungkam mulut Viana.
“Iya, iya.” Jawab Viana pasrah.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️
__ADS_1