
Warninggg!!!!!🔥🔥🔥🔥
Feby yang baru saja meminum jusnya, kini sudah kembali berenang. Namun wanita itu hanya diam santai menikmati udara sejuk dengan angin sepoi layaknya di pinggiran pantai.
Feby masih belum menyadari kalau beberapa detik yang lalu saat dirinya sedang minum, ada seseorang yang sudah berhasil mencebur ke kolam dan menyelam ke dasar tanpa sepengetahuannya.
Sedangkan Chandra yang kini sudah menyelam semakin dekat dengan posisi Feby, dia bisa melihat lekuk tubuh istrinya bagian bawah yang terendam air tampak semakin menggoda. Chandra tidak lekas menyerang istrinya begitu saja. dia ingin menjaili Feby terlebih dulu. Anggap saja sebagai balas dendamnya saat tadi pagi tidurnya diusik.
Feby terjingkat saat tiba-tiba merasa ada sesuatu yang bergerak begitu cepat dan menyentuh area pahanya. Dia melihat sekeliling yang tampak biasa saja dan tidak menunjukkan sesuatu yang aneh.
“Persaanku saja mungkin.” Gumamnya lalu berjalan berganti tempat. Namun ia masih belum ingin berenang lagi.
Beberapa saat kemudian ada sesuatu yang bergerak lagi. kali ini menyentuh pantatnya. Ingin sekali ia berteriak. Namun Chandra pasti tidak mendengarnya.
Dengan memberanikan diri Feby menyelam ke dalam kolam untuk memastikan apa yang sejak tadi menyentuhnya. Dan ternyata Feby tidak menemukan apa-apa. Chandra juga cepat tanggap. Ia berhasil sembunyi di belakang tubuh istrinya.
Setelah memastikan tidak ada sesuatu yang aneh, Feby kembali berdiri dan berniat untuk mengakhiri kegiatan berenangnya.
Argghhh…. Mmmpphh-
Teriak Feby saat baru saja selesai menyelam ada seseorang sudah berdiri tepat di hadapannya dan langusng membungkam bibirnya dengan ciuman yang menurutnya tidak asing.
Feby mencengkeram kuat kedua bahu suaminya saat Chandra masih memperdalam ciumannya. Pria itu mengabaikan istrinya yang bernafas terengah-engah. Lalu tangannya kini meremass kedua pantat istrinya yang sintal. Feby pun akhirnya mengeluarkan suara merdunya yang semakin membuat Chandra terbakar gairahh.
“Kenapa aku selalu menginginkanmu, Sayang?” ucap Chandra dengan suara seraknya setelah pagutannya terlepas sesaat.
__ADS_1
“Setiap detik ingin rasanya aku selalu menyentuhmu. Apalagi dengan penampilanmu yang seperti ini.” lanjutnya lalu kembali mencumbui istrinya.
Kini kedua tangan Feby sudah mengalung ke leher suaminya. dia juga membalas ciuman itu. Jujur saja, Feby juga merasakan hal yang sama dengan Chandra. Dia selalu terbuai dengan perlakuan lembut dan manis oleh seorang Chandra.
Cukup lama keduanya saling bertukar saliva dengan bagian tubuh atas terendam air kolam. Suasana yang sepi semakin membuat keduanya hanyut dalam buaian cinta yang begitu menggelora.
Jarak kedua tubuh mereka semakin terkikis. Feby sudah mulai merasakan bahwa inti milik suaminya sudah mulai tegang dan ingin keluar dari balik persembunyiannya. Sambil terus memagut, tangan Feby berusaha ikut aktif dengan memberikan sentuhan lembut pada inti suaminya yang sudah pernah membuatnya terbang melayang.
Chandra mengangkat kedua pa-ha Feby. Lalu dia membawanya naik dari dasar kolam menuju kursi berjemur dengan ukuran besar yang ada di tepian kolam.
Mereka berdua sudah terduduk di sana. Feby berada di atas tubuh suaminya dengan posisi saling berhadapan. Lalu mereka kembali berciuman.
“I love you” ucap Chandra sejenak setelah melepas pagutannya.
“I love you more.” Balas Feby lalu dengan cepat ia menyerang bibir suaminya.
“Sayang, aku ingin sekarang!” ucap Chandra yang sudah tidak kuat lagi menahan sesak di balik celana dal**nya.
Beberapa saat kemudian keduanya sudah sama-sama polos tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh mereka. Posisi Feby juga masih sama. Berada di atas suaminya. namun kini Chandra bersandar pada sandaran kursi.
“Aku nggak bisa.” Ucap Feby merasa tak nyaman.
“Pelan, Sayang! Aku akan membantumu.” Balas Chandra dengan mengangkat sedikit pinggul istrinya agar posisinya tepat dengan junior.
Feby melenguh panjang saat inti tubuhnya berhasil dimasuki oleh junior milik suaminya. dia masih merasa kurang nyaman karena seperti ada yang mengganjal. Sedangkan Chandra juga paham. Dia masih membiarkan istrinya terdiam dan tidak berani bergerak sama sekali.
__ADS_1
Cup
Chandra mendekatkan kepalanya untuk menjangkau bibir istrinya. Setelah itu beralih menji***I kedua pu***ing istrinya secara bergantian. Seketika itu Feby kembali on fire.
“Bergeraklah dengan pelan, Sayang!” bimbing Chandra sambil menaik turunkan pinggul istrinya.
Feby mengatur nafasnya yang tampak terengah. Kemudian dia mengikuti arahan dari suaminya dengan mulai bergerak perlahan.
Chandra merasakan sensasi yang sangat berbeda saat juniornya dimanjakan seperti ini. dia terus membantu istrinya. Gerakan pinggul Feby yang awalnya pelan, kini semakin cepat. Bahkan tanpa bantuan dari Chandra, wanita itu sudah bisa melakukannya sendiri.
Desahann dari bibir kedua insan yang tengah di mabuk asmara itu saling bersahut di ruangan terbuka. Lebih tepatnya di pinggiran kolam renang. Keduanya sama-sama hanyut dalam permainan panas di pagi yang sangat sejuk itu. Feby yang sudah merasakan nyaman, dia enggan untuk berganti posisi. Rasanya ini adalah posisi yang paling ia sukai daripada posisi yang lainnya. Begitu juga dengan Chandra. Pria itu sangat senang bisa melihat wajah bahagia istrinya.
“Aku ingin keluar!!” lirih Feby saat merasakan sesuatu yang sangat mendesak untuk segera di keluarkan.
“Moving fast, Baby!!”
.
.
.
*TBC
😂😂😂
__ADS_1
Happy Reading‼️