
“Siapa?” tanya Feby penasaran.
Fico masih diam. Pasalnya dia tidak ingat pernah bertemu laki-laki itu dimana, karena sepertinya sudah sangat lama.
“Salah orang mungkin, Kak. Atau hanya mirip dengan temanku saat kecil dulu.” Jawabnya meragu.
Feby pun hanya menghela nafasnya pelan. Dia juga merasa aneh saja karena sudah beberapa kali bertemu dengan laki-laki itu secara tidak sengaja.
*
Saat ini Chandra sedang berada di sebuah Mall. Dia sedang membeli ponsel baru untuk Feby. Chandra mengganti ponsel itu dengan ponsel yang keluaran terbaru. Setelah menyelesaikan pembayarannya, Chandra segera pulang dan memindahkan data penting ke ponsel baru itu, lalu ia akan mengatur rencana untuk bertemu dengan perempuan itu.
Sementara itu siang ini Sean sedang berada di rumah Kenzo. kedatangan Sean juga masih ada hubungannya dengan pekerjaan. Perusahaan Sean dan Kenzo sudah lama menjalin kerjasama. Jadi hubungan mereka semakin dekat.
“Om tunggu sebentar, Feby panggilkan Papa dulu.” Ucap Feby yang menyambut kedatangan Sean.
Belum sempat Feby beranjak dari ruang tamu, Kenzo sudah ada di sana. Jadi Feby mengurungkan niatnya memanggil Papanya. Dia pun segera melenggang masuk ke dalam.
“Kemana Chandra? Katanya kamu mengajak Chandra?” tanya Kenzo tiba-tiba dan masih didengar oleh Feby.
Memang Feby tahu kalau teman Papanya punya anak dan dulu dia sering bermain dengannya. Namun entah kenapa mendengar papanya menyebut nama Chandra, sepertinya akhir-akhir ini nama Chandra sering ia dengar.
Karena tidak ingin dikira menguping pembicaraan orang tua, Feby dengan cepat melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
“Feby! Kemarilah!” panggil Kenzo.
“Iya, Pa?”
Akhirnya Feby ikut duduk bergabung dengan Papanya dan juga Sean. Kenzo mengatakan pada Sean kalau mulai besok Feby akan bekerja di perusahaan setelah beberapa saat lalu menyandang status sarjananya.
__ADS_1
“Andai saja anakku hari ini tidak ada acara, pasti akan ikut aku kesini. Biar kalian bisa bertemu. Apakah kamu masih ingat dengan Chandra, Feb?” tanya Sean.
Feby hanya tersenyum kaku karena agak lupa dengan wajah teman masa keecilnya dulu yang sudah lama tinggal di luar negeri.
“Ya, memang Chandra banyak berubah. Wajahnya saja sudah beda jauh saat masih kecil dulu. Tapi yang pasti semakin tampan.” Seloroh Sean dan membuat Kenzo tergelak.
“Feby, akhir-akhir ini perusahaan sedang ada dalam masalah. Maka dari itu, Papa meminta bantuan dari Chandra untuk memperkuat system pertahan dalam perusahaan agar tidak mudah diretas oleh perusahaan lain yang mempunyai niat buruk. Meski usia Chandra sama dengan Fico, tapi kemampuannya sangat luar biasa.” Terang Kenzo, dan Feby hanya menganggukkan kepalanya.
“Kamu jangan terlalu memuji anakku. Aku hanya mengusahakan yang terbaik saja. Ini juga pengalaman pertama Chandra ikut bekerja denganku. Selama tinggal di luar negeri dia banyak belajar dari guru pembimbingnya dan terkadang ikut membantu perusahaan disana.”
“Aku tidak memuji, tapi kenyataannya seperti itu. Kepandaiannya sangat mirip denganmu, Sean.”
Feby yang duduk di samping Papanya hanya diam dan menjadi pendengar setia. Karena merasa bosan, akhirnya dia pamit masuk terlebih dulu.
Seampainya di dalam kamar, Feby melihat ponselnya ada notof pesan masuk dari nomor yang tidak ia kenal. Bahkan nomor itu juga beberapa kali melakukan panggilan. Namun Feby tidak mengetahuinya.
“Siapa sih?” gumamnya lalu membuka isi pesan itu.
“Hei kenapa kamu tidak membalas pesanku? Bukankah sudah aku bilang, jangan mencoba menghindar. Kamu masih mempunyai hutang padaku.”
Panggilan tak terjawab
Panggilan tak terjawab
“Awas saja kalau kamu lari tanggung jawab setelah menumpahkan minuman ke bajuku dan membuatnya kotor hingga dicuci berulang kali nodanya tidak bisa hilang.”
Feby menghela nafasnya panjang. Dia ingat ternyata si pengirim pesan itu adalah pemuda ia bajunya terkena noda minuman akibat ulahnya saat di café beberapa waktu lalu. Dan pemuda itu juga ia temui tadi pagi. kemudian Feby mengetikkan sesuatu untuk membalas pesan Chandra.
“Iya. Aku ingat. Kamu mau minta ganti rugi apa?”
__ADS_1
Setelah membalas pesan itu, Feby menunggu lama balasan dari Chandra. Padahal ponsel laki-laki itu statusnya masih online, tapi kenapa balasnya lama sekali. Hingga membuat Feby bosan dan meletakkan ponselnya di dekat batal, lalu ia rebahan.
Sementara itu Chandra sedang kegirangan setelah mendapat balasan pesan dari Feby. Chandra baru saja selesai memindah data dari ponsel lama Feby ke ponsel barunya. Dan Chandra segera menjalankan rencananya.
“Aku nggak mau menyebutkannya sekarang. nanti malam saja kita ketemuan. Aku tidak menerima penolakan.” Balas Chandra sambil tersenyum jail.
Hampir dua puluh menit Chandra menunggu balasan Feby yang tak kunjung sampai, karena ternyata Feby ketiduran.
Chandra sangat kesal. Dia kembali menegetikkan pesan pada Feby.
“Hei!! Kamu jangan coba-coba menghindar dan lari dari tanggung jawab.”
“Halooo”
Panggilan tak terjawab
Panggilan tak terjawab
“Baiklah. Karena kamu tidak balas dan tidak mengangkat panggilanku, nanti malam kamu wajib jemput aku ke rumah. Kalau kamu menolak, ponsel kamu yang dulu tidak aku kembalikan.”
Kemudian di akhir pesan, Chandra mengirimkan alamat rumahnya.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading‼️