
Usai menghubungi perempuan yang bernama Mia Allura, Chandra bergegas pergi ke bandara untuk menjemput Viana. Kali ini Chandra tidak mengendarai motornya, melainkan taksi. Karena dia sangat yakin kalau barang bawaan adiknya sangat banyak.
Tidak lama kemudian Chandra sudah sampai bandara. Ternyata Viana sudah sampai sejak lima belas menit yang lalu. Gadis itu tampak murung karena kakaknya tak kunjung datang. Sedangkan Chandra juga baru tahu saat baru saja menaiki taksi.
“Ayo!” ucap Chandra yang kini sudah mendekati adiknya.
“Lama banget sih, Kak! Aku nunggu sampai jamuran.” Gerutunya kesal.
“Ya sudah ayo, nanti aku belikan obat pembasmi jamur.”
Viana semakin kesal mendapat ledekan dari kakaknya. Chandra pun tidak pedili. Ia segera menarik koper adiknya dan mencari taksi untuk mengantarnya pulang ke apartemen.
Dalam taksi mereka berdua tak banyak bicara. Mungkin Viana juga sangat lelah. Walaupun perjalanan udaranya hanya menempuh waktu satu jam. Tapi ini adalah penerbangan Viana pertama kalinya tanpa ada yang menemani.
Setelah sampai apartemen, Chandra mengajak adiknya menuju unitnya. Lalu meminta Viana istirahat dulu sebelum nanti sore mengajaknya jalan.
“Istirahatlah!” ucap Chandra karena ia justru melihat adiknya duduk santai di sofa lalu menyalakan tv.
“Aku nggak ngantuk, Kak. Aku hanya ingin rebahan di sini saja.”
“Terserah kamu lah.”
Chandra menuju dapur untuk membuat minuman buat adiknya. Selama tinggal di apartemen, Chandra memenuhi kebutuhannya sendiri. Mulai dari memasak, mencuci, dan bersih-bersih. Ya, walau masakan ala kadarnya, mencuci menggunakan mesin cuci, dan untuk bersih-bersihnya juga hanya sekadar menyapu lantai.
__ADS_1
“Kak!” viana menghampiri kakaknya yang tampak menyeduh dua gelas coklat hangat.
“Hmmm”
“Kak, boleh nggak kalau aku tinggal di sini saja sama Kak Chan?”
Chandra terdiam sejenak. Dia mengerti maksud ucapan adiknya yang pastinya tidak ingin tinggal di rumah Om Xander.
“Maaf, untuk masalah itu Kakak tetap menolak. Turutilah syarat yang diajukan Ayah atau kamu tidak akan sama sekali diperbolehkan sekolah model? Kamu tahu, Kakak juga bekerja. Dan waktu Kakak buat kamu nanti juga pasti terbatas. Kamu tahu kan maksudnya?”
Viana terdiam. Rasanya percuma bicara seperti ini pada Kakaknya. Ternyata hasilnya tetap akan disuruh tinggal di rumah Om Xander. Sebenarnya Viana tahu kalau Om dan Tantenya itu sangat baik. Hanya saja dia kurang nyaman dengan sikap disiplin Omnya. Karena ia terbiasa hidup tanpa tekanan.
Gadis itu melenggang kembali ke ruang tengah tanpa membalas ucapan kakaknya sepatah kata pun. Chandra hanya menggelengkan kepala. Karena dia juga tahu kalau itu semua demi kebaikan adik perempuannya.
*
Chandra mengajak adiknya jalan ke mall. Menuruti keinginan Viana yang ingin menghabiskan waktu sepuasnya sebelum masuk ke penjara Om Xander lusa.
Tanpa terasa mereka berdua menghabiskan waktu cukup lama. Saat keluar dari mall, langit sudah tampak gelap. Chandra langsung mengajak Viana pulang untuk istirahat. Masih ada hari esok untuk melanjutkan jalan-jalannya.
Saat sudah memasuk kamar masing-masing. Chandra masih belum memejamkan matanya. dia teringat dengan perempuan yang bernama Mia, yang memiliki suara mirip dengan Feby. Bukan Chandra namanya jika tidak dibayang-bayangi rasa penasaran.
Chandra mengambil laptopnya lalu mencari informasi penting mengenai perusahaan cabang milik Kenzo dimana saat ini Mia bekerja.
__ADS_1
Jari-jari Chandra asyik menari di atas keyboard demi mencari informasi penting itu. Chandra melihat profil perusahaan cabang milik Kenzo yang memang benar baru berdiri sekitar tiga tahun yang lalu. Perkembangannya juga masih stabil. Setelah itu Chandra melihat profil semua karyawannya. Di sana tertera semua data umum semua karyawannya termasuk jabatannya juga.
Chandra melihat semua profil karyawan di perusahaan itu yang menyertakan foto identitas masing-masing. Namun hanya satu karyawan yang menjabat sekretaris yang tidak menyertakan fotonya, yaitu atas nama Mia Allura.
Kening Chandra berkerut. Sepertinya ada sesuatu dari perempuan yang bernama Mia itu. Bahkan data dirinya juga tidak tertulis secara lengkap. Hanya nama dan jabatan.
“Apa sebaiknya aku mengembalikan kartu pengenal itu langsung ke apartemennya saja? Karena jika aku datang langsung ke kantornya, pasti dia tidak mau bertemu denganku.” Gumam Chandra.
Entahlah Chandra seperti merasa ada yang janggal dengan perempuan itu. Dan dia bertekat akan mengembalikan kartu itu langsung ke apartemennya saja.
Setelah itu Chandra melanjutkan pencariannya mengenai sosok Mia Allura. Disana tertera usianya sekarang dua puluh enam tahun. Statusnya menikah. Alamat tempat tinggalnya yaitu di apartemen yang sudah Chandra ketahui. Lalu di bagian paling bawah tampak ada foto. Namun tiba-tiba saja Chandra melihat ada tanda merah berkedip pada website yang ia buka. Itu tandanya ada orang lain yang masuk. Chandra segera keluar dari laman pencariannya dengan menggunakan kode rahasia agar jejaknya tidak ada yang mengetahui.
“Lebih baik lusa aku datangi saja apartemennya. Dia sungguh misterius.”
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️
__ADS_1