
Setelah drama manja-manjaannya Angel pada Xander, akhirnya pria itu sudah bisa kembali bekerja. Dua minggu yang lalu Xander sudah mulai menangani perusahaan cabang milik Sean yang ada di kota B yang dulu sempat diambil oleh David. Sekarang perusahaan itu sudah kembali ke pemiliknya. Dan Xander lah yang diminta langsung oleh Sean untuk menanganinya.
Xander cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya. Rencananya akhir bulan depan ia akan melangsungkan pernikahannya dengan Silvia. Dan Xander sudah mengatakannya pada Sean agar pria itu pulang untuk menghadiri acara pernikahannya.
Silvia sendiri sangat senang saat Xander mengatakan tentang rencana peernikahannya. Hati wanita mana yang tidak bahagia jika penantian panjangnya kini sebentar lagi usai dengan resminya hubungan dalam ikatan pernikahan.
Semua adik-adik Silvia juga sangat senang mendengar kabar bahagia itu. Khususnya Vano. Adik laki-laki Silvia yang selama ini ikut menjadi tulang punggung keluarga juga bisa merasakan bahagia saat kakaknya bahagia.
“Kak, apa kakak nggak memberitahu Ibu dengan pernikahan kakak nanti?” tanya Vano saat ia sedang berdua dengan Silvia.
“Apa Ibu akan peduli dengan pernikahanku? Mengurus kamu dan dua adik kita saja dia tidak ingat.” Jawabnya sendu dengan tatapan kosong.
Vano juga tidak ingin merusak hari kebahagiaan kakaknya nanti jika menurut kakaknya dengan hadirnya Ibu mereka semakin membuat Silvia bersedih.
“Ya sudah. Aku selalu mendukung keputusan kakak. Apapun itu.” Ucap Vano menenangkan.
*
Hari berlalu begitu cepat. Pernikahan Xander dan Silvia sudah semakin dekat.
Sesuai dengan permintaan Silvia, bahwa acara pernikahannya tidak ingin digelar mewah, Xander pun menurutinya. Meski Xander tetap melangsungkan pernikahannya itu di hotel. Hanya saja dia mengundang tidak banyak orang. Hanya teman dekatnya saja. Begitu juga dengan Silvia.
Saat ini Xander dan Silvia sedang fitting baju pengantin di butik milik Jenny, saudara Lidia. Karena memang Lidia lah yang merekomendasikannya. Sekaligus Xander akan memberikan undangan pernikahannya pada Jenny dan juga Iqbal.
__ADS_1
Meski Jenny tidak terlalu dekat dengan Silvia, namun ia tahu kalau Silvia dulu adalah sekretaris mendiang Omnya. Jadi dia sudah menganggap Silvia juga sebagai teman bahkan saudara. Apalagi suami Jenny juga mengenal Xander.
“Bagaimana Tuan Xander? Apakah gaun pengantin ini cocok untuk calon istri anda?” tanya Jenny dengan sopan.
Jenny memperlihatkan gaun yang sedang dipakai oleh Silvia pada Xander. Pria yang sejak tadi tampak sibuk dengan gadgetnya kini pandangannya teralihkan saat melihat sosok bidadari sedang berdiri di hadapannya. Dan beruntungnya bidadari itu kini tersenyum manis ke arahnya.
“Tuan Xander! Maaf, apakah masih ada yng kurang dengan gaun calon istri anda?” tanya Jenny membuyarkan lamunan Xander.
“Sempurna. Sangat cantik.” Gumamnya, namun masih bisa didengar oleh Jenny dan Silvia.
Wajah Silvia merona merah saat mendapat pujian dari caon suami di hadapan orang lain.
“Memang dasarnya calon istri anda sangat cantik, Tuan. Jadi kalau memakai gaun ini kecantikannya justru bertambah berkali lipat.” Gurau Jenny.
Setelah melakukan pembayaran untuk gaun itu, Xander dan Silvia segera pamit undur diri. Tak lupa meminta Jenny dan suaminya agar hadir dalam acara pernikahannya nanti.
Kabar pernikahan Xander dan Silvia juga membuat pasangan Sean dan Lidia ikut bahagia. Mereka berdua sangat bersyukur akhirnya sahabat mereka segera menemui hari bahagianya.
Sean, Lidia, dan anak-anaknya rencananya akan pulang dan menghadiri acara pernikahan Xander dan Silvia dua hari sebelum hari H.
Xander sebenarnya ikut mengundang Fredy, namun karena pekerjaanlah Fredy tidak bisa ikut hadir. Dan itu juga karena tugas dari Sean.
Sean sudah berbicara dengan Lidia mengenai rencana kepindahannya ke negara dimana perusahaannya kini berada. Bahkan Sean sudah memutuskan untuk tinggal menetap di luar negeri sampai batas waktu yang belum ia tentukan. Hal itu karena perusahaannya tidak bisa ditinggalkan. Otomatis Sean juga mengajak istri dan anak-anaknya ikut bersamanya. Lidia juga sama sekali tidak keberatan.
__ADS_1
Rencana Sean akan pindah tempat tinggal nanti setelah menghadiri acara pernikahan Xander dan Silvia. Dan lagi-lagi Lidia setuju dengan rencana suaminya.
“Sean, bukankah keluarga kita sudah aman sekarang. apa kamu tidak ingin menyekolahkan Chandra ke sekolah formal saja? Lagipula Fredy sekarang juga sibuk membantu kamu.”
“Tapi aku tetap akan melanjutkan homeschooling Chandra. Maaf jika untuk masalah ini aku sedikit egois. Aku hanya ingin yang terbaik untuk Chandra. Dan Fredy bisa mengajarkan semuanya pada Chandra. Sangat sulit disini mencari sekolah formal yang bisa memberikan sesuai dengan keinginan kita, Sayang. Yang ada nanti Chandra akan berpindah-pindah tempat kursus. Chandra juga sudah sangat nyaman dengan Fredy.”
“Baiklah. Terserah kamu saja kalau begitu.”
Sean sama sekali tidak puas dengan sanggahan istrinya seperti itu. Kata “terserah” yang keluar dari mulut wanita terkadang membuat hati para pria menjadi serab salah.
“Tapi aku juga nggak keberatan kalau memang kamu menginginkan Chandra melanjutkan sekolahnya di sekolah formal. Aku akan membicarakannya dulu pada Chandra.” Pungkas Sean.
Lidia mengerutkan keningnya bingung. Tadi katanya Sean akan tetap kukuh melanjutkan hoemschoolingnya Chandra, terus kenapa sekarang barubah lagi.
“Bukannya kamu tadi sudah bilang kalau tetap melanjutkan homeschooling Chandra? Kenapa kini berubah lagi? dasar labil!” gerutunya lalu meninggalkan Sean.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Yok siapkan gaun untuk menghadiri acara pernikahan Xander dan Silvia😂😂
Happy Reading‼️