Suami Kedua

Suami Kedua
Di Atas Awan


__ADS_3

Satu jam kemudian.


Di sebuah tempat tidur yang ukurannya tidak terlalu besar, dan juga tidak terlalu kecil, sedang ada dua insan yang tertidur pulas. Jika sip ria sedang tidur hanya memakai boxer saja, berbeda dengan si perempuan di sampingnya yang hanya memakai dalaman saja namun tertutup selimut tebal.


Ngghhh


Perlahan Silvia membuka matanya setelah merasa tertidur cukup lama. Perempuan itu mengucek matanya dengan pelan sambil mengumpulkan kesadarannya. Dia melihat sekeliling. Kamar yang ia tempati saat ini berbeda dengan kamar yang ada di hotel tadi. lalu tatapannya tertuju pada seorang pria yang sedang tidur dengan posisi membelakanginya. Dan jangan lupakan, pria itu sedang bertelanjang dada.


Hati Silvia bergemuruh hebat saat mendapati seorang pria sedang tidur di sampingnya tanpa memakai baju. Lalu Silvia membuka selimutnya. Dia begitu terkejut saat mendapati tubuhnyan hanya memakai dalaman saja. Perempuan itu menggeleng-gelengkan kepalanya. Tidak mungkin dirinya menyerahkan mahkotanya pada pria asing yang sedang berbaring di sampingnya. Bagaimana nanti reaksi Xander kalau mengetahui ini semua.


“Tidak!!! Tidak mungkin!!!” teriak Silvia dengan suara lantang sambil terisak, hingga membangunkan pria yang sedang tidur di sampingnya.


Pria itu terusik dan tubuhnya juga merasa kedinginan. Lalu ia berbalik badan mencari sumber suara yang sempat membangunkan tidur panjangnya.


“Silvia?”


“Xander?”


Teriaknya bersamaan.


Silvia kembali menutupi tubuhnya dnegan selimut. Keduanya benar-benar bingung dengan apa yang sudah terjadi.


“Kenapa kamu menangis?” tanya Xander khawatir.


“Kenapa kita bisa disini? Dan ini kamar siapa?”


Xander ternyata baru sadar kalau dirinya sedang tidak di dalam kamar hotel. Lalu dia melihat sekeliling. Betapa terkejutnya dia setelah tahu kalau saat ini dirinya dan Silvia sedang berada di atas awan. Lebih tepatnya sedang dalam pesawat pribadi yang entah akan membawanya kemana.


“Apa? Kenapa kita bisa ada disini? Lalu, apakah kamu tadi sudah melakukan itu padaku?” tanya Silvia ragu-ragu.

__ADS_1


“Melakukan apa?” tanya Xander bingung lalu melihat tubuhnya yang hanya memakai boxer saja. Lalu menatap tubuh istrinya yang tertutup selimut dan ia yakin kalau saat ini keadaan tubuh Silvia sama dengannya.


“Apakah ini semua ulah-“


#Flashback on


Setelah ada seseorang yang memukul tengkuk Xander sampai tergeletak pingsan, Sean segera bangun dari pingsannya yang hanya pura-pura. Kemudian Sean meminta orang suruhannya membawa Xander menuju rooftop hotel dimana sebuah pesawat pribadi sedang menunggunya.


Ya, Sean memberikan kado pernikahan pada Xander dan Silvia dengan berbulan madu ke luar negeri sekaligus menyewakan pesawat pribadi yang akan mengantarnya. Walaupun caranya cukup ekstrim, dengan mengerjai pasangan pengantin baru itu.


Sedangkan tugas Lidia adalah masuk ke kamar Silvia setelah melihat Xander keluar kamar. Lidia mengatakan pada Silvia kalau Xander sedang menemani Sean menyelesaiakan urusan pekerjaan yang darurat, hingga ia memutuskan menunggu kepulangan sang suami di kamar Silvia.


Bahkan Lidia sempat memesan minuman dan beberapa cemilan untuk dinikmati bersama Silvia. Tanpa ragu, Silvia meminum minuman yang sudah dicampur dengan obat tidur. Tidak menunggu lama, Silvia pun diserang kantuk hebat dan akhirnya tertidur.


Setelah memastikan Silvia benar-benar terlelap, Lidia meminta seseorang membawa Silvia ke rooftop hotel dimana Xander sudah berada disana terlebih dulu.


Silvia dan Xander sudah tidur di atas ranjang. Sean melepas kaos yang dikenakan oleh Xander. Hingga terssisa boxernya saja. Sedangkan Lidia melepas semua pakaian Silvia lalu menutupnya dengan selimut. Tentunya setelah Sean keluar kamar.


#Flashback Off.


“Sean!”


“Lidia!”


Ucapnya bersamaan.


Kemudian Xander melihat beberapa dokumen yang ada di atas meja. Dia mengambilnya dan membacanya dengan seksama. Xander terlebih dulu membaca selembar surat yang terdapat pada tumpukan paling atas.


To: Xander & Silvia

__ADS_1


Selamat berbulan madu buat kalian berdua. Nikmatilah waktu kalian dengan baik dan jangan lupa cepat membuahkan hasil keponakan yang lucu untuk kita.


Dan buat kamu Xander, coba buka map warna coklat pada tumpukan paling bawah. Ada kejutan sedikit untuk kamu, sebagai ucapan terima kasihku padamu.


From: Sean & Lidia


Xander pun segera mengambil amplop yang dimaksud oleh Sean. Dia membukanya lalu mengambil satu dokumen yang ada di dalamnya. Xander benar-benar terkejut sekaligus terharu bahwa isi dokumen itu adalah tentang pengalihan nama perusahaan cabang milik Sean yang ada di kota B yang baru-baru ini diurus oleh Xander kini telah menjadi miliknya.


“Ada apa?” tanya Silvia menghampiri suaminya.


Xander pun menjelaskan semuanya pada sang istri. Silvia juga ikut terharu melihat kebaikan Sean.


“Ini sangat berlebihan. Tapi rasanya Sean juga tidak menerima penolakan.”


“Ya sudah, kamu terima saja. Aku yakin Sean memberikannya ini secara Cuma-Cuma karena dia tahu dengan kemampuan kamu.” Ucap Silvia.


Xander tersenyum pada sang istri. Dan tanpa Silvia sadari, saat ini dirinya sudah tidak lagi menutup tubuhnya dengan selimut. Hingga membuat jakun Xander naik turun saat melihat dua buah yang hampir keluar dari wadahnya itu.


“Sayang, perjalanan kita masih jauh. Bagaimana kalau kita melakukannya disini?”


.


.


.


*TBC


Bulan madu di awan biru, tiada yang mengganggu… asseeekk😂😂😂 eh malam yak, awannya gelap😂😂

__ADS_1


Happy Reading‼️


 


__ADS_2