Suami Kedua

Suami Kedua
Dua Orang Pria


__ADS_3

Keesokan harinya dokter dan perawat memasuki ruangan dimana Chandra dirawat. Sean dan Lidia yang sejak semalam terjaga di depan ruangan ICU itu juga terlihat harap-harap cemas saat dokter akan memeriksa keadaan Chandra.


Beberapa saat kemudian dokter keluar, seketika itu Sean menanyakan keadaan Chandra. Sean dan Lidia tampak lega kala mendengar jawaban dokter kalau Chandra sudah sadar dan keadaannya sudah perlahan pulih.


“Apakah kami bisa melihatnya, dok?” tanya Sean.


“Boleh. Asal tidak lebih dari dua orang dan waktunya juga hanya sepuluh menit saja. Karena pasien masih membutuhkan banyak waktu untuk istirahat.” Jawab dokter.


“Baiklah, dok. Terima kasih banyak.”


Setelah dokter pergi, Sean dan Lidia mengganti pakaiannya dengan pakaian steril. Kemudian memasuki ruangan ICU.


Lidia dan Sean melihat Chandra saat ini sedang terbaring di atas brankar dengan beberapa alat medis di tubuhnya. Matanya tampak terbuka namun masih belum bisa bergerak.


“Sayang! Bagaimana keadaan kamu?” tanya Lidia sambil menahan tangis karena tidak tega melihat keadaan anaknya.


Ini adalah pertama kalinya Lidia dan Sean melihat anak sulungnya dalam keadaan lemah. Selama hidupnya Chandra tidak pernah sekalipun yang namanya sakit parah seperti saat ini. karena yang mereka tahu Chandra adalah salah satu anaknya yang paling kuat dan tangguh.


“Mama, Ayah?” ucap Chandra sambil menatap kedua orang tuanya yang terlihat wajah lelahnya.


“Chan baik-baik saja. Bagaimana keadaan Feby, Ma?”


Lidia dan Sean saling melirik saat mendengar pertanyaan Chandra tentang Feby. Sekhawatir itu kah anaknya terhadap Feby. Apakah Chandra benar-benar menaruh hati pada perempuan yang usianya lebih tua darinya.


“Ehm. Feby baik-baik saja, Sayang. Dia istirahat di rumah. Chan nggak usah mikir yang macam-macam dulu. Fokus sama kesembuhan Chan saja.” Jawab Lidia.

__ADS_1


Sekitar sepuluh menit sesuai dengan perintah dokter, akhirnya Sean dan Lidia keluar dari ruangan itu. Mereka berdua merasa lega karena melihat Chandra yang sudah lebih baik dari sebelumnya.


Tepat saat Sean dan Lidia keluar dari ruangan ICU, Feby dan kedua orang tuanya datang. Mereka juga ingin mengetahui keadaan Chandra. Namun Sean melarangnya. Karena baru saja dirinya dan Lidia masuk. Dan Chandra juga masih membutuhkan waktu untuk istirahat.


“Tunggu lah beberapa saat lagi. keadaan Chandra juga sudah membaik. Kalian jangan khawatir.” Ucap Sean.


Feby pun hanya bisa melihat Chandra dari balik pintu kaca. Dan benar, terlihat Chandra sedang menutup matanya. itu tandanya Chandra memang membutuhkan waktu untuk istirahat.


Mereka berlima akhirnya memilih untuk duduk di kursi tunggu depan ruangan Chandra. Namun tidak lama setelah itu, Kenzo meminta ijin untuk pergi ke kantor karena ada meeting penting. Sekarang hanya tinggal Feby, Pelangi, Sean, dan Lidia.


Beberapa saat kemudian dokter kembali masuk untuk melihat keadaan Chandra. Setelah itu Feby meminta ijin untuk masuk menemui Chandra. Dokter pun mengijinkan. Dan kemungkinan jika perkembangan Chandra semakin menunjukkan perubahan yang lebih baik, nanti siang akan dipindahkan ke ruang rawat inap.


Feby memasuki ruangan Chandra seorang diri. Pelangi memang sengaja membiarkan anaknya saja yang masuk agar memberikan banyak waktu untuk mereka berdua berbicara.


“Chan!” ucap Feby lalu menutup mulutnya dengan telapak tangan karena tidak kuat menahan tangis saat melihat keadaan Chandra yang terbaring seperti itu.


“Semua ini gara-gara aku. kalau saja kamu nggak menyelamatkan aku, pasti kamu nggak akan terluka seperti ini, Chan.” Isaknya lirih.


“Jangan menyalahkan diri sendiri. Ini murni musibah, Feb. bagaimana kalau tidak ada aku di restaurant, aku nggak tahu apa yang terjadi dengan kamu saat pria itu berhasil membunuhmu. Aku sangat lega saat mendengar kamu baik-baik saja.”


Feby tidak lagi bisa berkata-kata. Pengorbanan Chandra terhadap dirinya begitu besar. Bahkan ia berhutang nyawa.


Mereka berdua berbincang-bincang sebentar sebelum waktunya habis. Feby terus menyemangati Chandra agar cepat sembuh. dia juga mengatakan kalau nanti siang akan dipindahkan ke ruang rawat inap. Chandra pun seolah mendapat energi positif dari seseorang yang ia sukai. Jadi semangatnya untuk sembuh semakin kuat.


“Aku keluar dulu. Kamu masih butuh banyak istirahat, Chan. Aku akan tetap di rumah sakit dan menungguimu nanti sampai dipindahkan ke ruang rawat inap.”

__ADS_1


“Terima kasih, Feb.” ucap Chandra dengan tulus.


Sebelum Feby keluar dari ruangan itu, dia menggenggam lembut tangan Chandra untuk memberikan semangat.


“Aku keluar dulu!” pamitnya dengan mengulas senyum tipis.


**


Siang harinya sesuai yang dikatakan oleh dokter, keadaan Chandra sudah menujukkan perkembangan yang signifikan. Jadi Chandra bisa dipindahkan ke ruang rawat inap.


Sean dan Lidia sangat lega melihat anaknya sudah semakin membaik. Sean mengajak istrinya untuk pergi ke kantin terlebih dulu dan menitipkan Chandra pada Kenzo yang kebetulan sudah kembali ke rumah sakit.


Saat ini Kenzo, Pelangi, dan Feby berada dalam ruang rawat Chandra. Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dan muncullah dua orang pria.


“Selamat siang!”


.


.


.


*TBC


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ygy🤗🤗 like, komen, vote👌😍😍

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2